7 Langkah Efektif Mengatasi Stress Saat Bekerja

Berikut cara mengatasinya.



Stres menjadi sebuah kondisi yang tidak dapat dihindari dalam dunia pekerjaan. Tuntunan pekerjaan dan rutinitas kerap menjadi awal pemicu dari menurunnya kondisi kejiwaan ini. Apakah Anda tengah mengalaminya? Jangan pernah menganggap remeh kondisi stres Anda. Dan, jangan menggunakan alasan ‘alter ego’ bahwa nantinya kondisi ini dapat lewat dengan sendirinya.

Mengabaikan kondisi stres dapat menjadi bumerang bagi diri sendiri. Depresi atau anxiety menjadi akibat dari stres yang tidak ditangani sejak dini. Belakangan kondisi tersebut kerap menjadi topik pembahasan utama. Berbagai sindrom menyebabkan banyak orang mengeklaim bahwa mereka menderita penyakit depresi akibat stres berlebihan. Tetapi apakah benar? Atau, itu semua hanya alibi psikologi karena terlalu mengikuti arus. Jangan terburu-buru melabelkan diri Anda memilki kecenderungan depresi.

Misalnya, saja karena tuntutan pekerjaan berlebihan atau rasa bosan yang faktanya bersifat sementara. Stres tidak menjadi alasan Anda untuk terus berada dalam keterpurukan. Termasuk halnya stres dalam bekerja.

Untuk itu, simak tujuh langkah efektif untuk mengatasi stres dalam bekerja berikut ini.


1. Jadilah jelas dalam perencanaan kerja


Apa pun jenis profesi Anda, baik direktur bank ternama maupun seniman, tidak ada bedanya. Jadilah terstruktur dan terencana dalam pekerjaan Anda, misalnya saja dengan menuliskan to do list di pagi hari. Atau, beberapa lebih memilih untuk melakukannya di akhir minggu. Anda pun akan lebih fokus dan mendapatkan hasil maksimal untuk pekerjaan yang terarah.


2. Fokus selesaikan perkerjaan satu per satu


Universitas Princeton dan Berkeley mengeklaim di jurnal berita Neuron bahwa pikiran manusia didesain untuk terditraksi. Bahwa fokus otak memiliki frekuensi fluktuatif, demikian halnya saat kita bekerja. Untuk itu hindari multi-tasking. Mulailah fokus menyelesaikan pekerjaan satu per satu. Hal tersebut akan membuat otak menjadi lebih tenang dan fokus.


3. Komunikasi dengan tim

Anda termasuk seseorang yang jenius, tetapi tidak mengerti caranya mengomunikasikan ide Anda. Sama saja bohong. Cobalah untuk berkomunikasi dengan tim Anda. Walaupun Anda adalah pribadi yang tertutup sekalipun, Anda bebas menggunakan cara komunikasi yang sesuai dengan kepribadian, baik verbal maupun visual. Yang terpenting tetaplah berkomunikasi.


4. Hindari drama dan konflik


Terkadang drama dan konflik di tempat bekerja tidak dapat dihindari. Usahakan untuk menjauhkan diri dari segala hal tidak bermanfaat tersebut. Tarik garis batas antara urusan personal dan profesional.


5. Tinggalkan sikap perfeksionis untuk beberapa hal


Sangat lumrah jika Anda menginginkan hasil terbaik untuk setiap pekerjaan yang ditangani. Akan tetapi terkadang sikap perfeksionis tidak dapat diterapkan dalam setiap urusan pekerjaan. Utamakan prioritas Anda, mana yang harus dikejar. Tidak perlu terlalu ambisius untuk mengharapkan hasil yang serba sempurna.


6. Manfaatkan sesi makan siang Anda


Apakah Anda termasuk salah satu tipe pekerja yang selalu menghabiskan waktu makan siang di kubikal kerja? Alasan pertama tentu saja pekerjaan yang menumpuk. Tetapi mulailah meninggalkan kebiasaan yang satu ini. Kesehatan pikiran dan jiwa Anda wajib didahulukan. Saat jam makan siang, cobalah keluar dan nikmati waktu rehat. Dengan demikian, pikiran Anda pun akan lebih fokus untuk kembali bekerja setelahnya.


7. Mendengarkan musik saat bekerja


Musik merupakan keajaiban. Entah apa jadinya dunia ini tanpa musik. Efek teraputik dari musik juga dapat mengusir rasa stress dalam bekerja. Terlebih lagi, musik memberikan ketenangan dan meningkatkan kemampuan untuk fokus.




Foto: Courtesy of Harper's Bazaar Indonesia, Instagram @cateshill, @mindsetofgreatness, @theamandawagner, @andreasjasso

Fotografer: Rakhmat Hidayat

Stylist: Michael Pondaag

Model: Anna K (Merry Models)

Makeup: Philips Kwok

Busana dan Aksesori: Michael Kors dan Phillip Lim

Stylist Assistant: Michelle Othman dan Arinta Wirasto

Retoucher: Reno Priyono