10 Film yang Buktikan Karisma Hugh Grant Tak Lekang Oleh Waktu

Inilah potret raja film komedi romantis asal Inggris yang penuh karisma.



Meski jagat maya tengah terobsesi dengan serial keluaran HBO, The Undoing yang mengingatkan bahwa, benar, Hugh Grant dapat menjadi aktor yang serius (dan sangat menyakinkan), serial tersebut berhasil memberikan kesan yang bertolak belakang kepada audiens, maksudnya saya. Menikmati serial tersebut dalam waktu dua malam mengingatkan saya bahwa meskipun Hugh memerankan sosok pembunuh yang keji, saya tidak dapat melupakan perannya dalam berbagai film komedi romantis yang telah ia perankan sebelum akhirnya terlibat dalam The Undoing; film-film penghidup sosok Hugh yang karismatik (bukan dalam kontek psikopat), sederhana, dan seksi.

Meski Hugh kerap merendahkan reputasinya sebagai aktor utama, saya ingin mendeklarasikan bahwa saya tidak butuh Hugh menjadi sosok yang serius dan menyeramkan. Saya hanya membutuhkannya tampil seksi, dan jika kita mungkin bertemu di kehidupan nyata, dengan penuh hormat membuang waktu saya.

Namun, karena hal tersebut kemungkinan tidak dapat terjadi, saya mengumpulkan sepuluh potret Hugh Grant paling seksi di layar lebar maupun kaca, termasuk perannya sebagai pemilik toko buku yang menyeramkan, perdana menteri Inggris, dan aktor Inggris penuh karisma impian saya.

Bridget Jones’s Diary

Penampilan Hugh Grant yang terbaik. Sang aktor memerankan seorang pemimpin perusahaan penerbitan yang licik tetapi sangat seksi dan pasangan yang tidak baik bagi tokoh utama yang diperankan oleh Renée Zellweger pada film rilisan 2001 silam. Layaknya sebagian besar peran Hugh, karisma dan rambutnya mengalihkan perhatian penonton dari kenyataan bahwa karakternya kerap berselingkuh.

Did You Hear About the Morgans?

Mari kami ingatkan Anda bahwa ini adalah daftar peran Hugh paling seksi, bukan yang terbaik. Hugh Grant dan lawan mainnya, Sarah Jessica Parker kehilangan kemesraan yang dibutuhkan dalam sebuah film komedi rilisan tahun 2009, tetapi Hugh tampil dengan cara terbaik yang ia dapat lakukan: mengenakan setelan rapi dan terlihat sangat tampan.

About a Boy

Sebuah film adaptasi dari novel karya Nick Hornby pada 2002, Hugh memerankan sosok bujang bertanggung jawab yang membentuk sebuah pertemanan dengan seorang remaja laki-laki, mengajarkannya banyak hal tentang hidup, cinta, dan hubungan dibandingkan orang dewasa lainnya. Terlepas dari plot cerita, film ini memusatkan perhatian pada busana Hugh pada awal tahun 2000an, dengan sweter rajut dan jaket bomber yang menambahkan kesan ayah yang seksi pada karakternya.

Privileged

Anda tidak dapat mengatakan kepada kami bahwa Hugh tidak menghadirkan sosok JFK Jr. muda dan lebih ramping pada peran perdananya di layar lebar pada 1982.

Bridget Jones: The Edge of Reason

Hugh kembali memerankan karakternya dalam sekuel film Bridget Jones’s Diary pada 2004 dengan karakter yang lebih berantakan dan lebih kompleks. Namun, menurut saya, penampilannya yang terulang sangat penting untuk menyukseskan sekuel film dan terus memberikan drama dalam salah satu film cinta segitiga yang saya sukai.

Love Actually

Hugh, tanpa ragu, berada di penampilannya yang paling menawan dalam film klasik spesial liburan pada 2003 ketika ia berperan sebagai seorang perdana menteri Inggris yang kemudian jatuh cinta kepada asistennya. Momen terseksi dalam film ini? Adegan dansa yang ikonis setelah sang perdana menteri menghabiskan satu botol alkohol setelah hari yang panjang.

Sense and Sensibility

Memerankan sosok Edward Ferrers dalam film yang diadaptasi dari novel Sense and Sensibility karya Jane Austin, Hugh menampilkan, karisma, kesopanan, dan kecerdasan yang sesuai dengan gambaran kita tentang sosok gentleman pada era Regency. Perhatian yang tidak hilang dari aktor peraih piala Oscar tersebut, serta melihatnya mengenakan kostum zaman dahulu dapat membuat para perempuan terpana.

Two Weeks Notice

Kembali berperan sebagai laki-laki kaya, Hugh beradu akting dengan Sandra Bullock dalam film rilisan tahun 2002. Momen busana terbaik? Hanya Hugh tanpa busana selain handuk yang melingkari pinggangnya.

Four Weddings and a Funeral

Sosok Hugh yang berdandan seperti anak laki-laki, skrip yang relevan setiap waktu, dan sepasang kacamata bundar menjadi formula yang terbaik.

Notting Hill

Film Nothing Hill (1999) tidak hanya peran terbaik Hugh dalam sebuah film bergenre komedi romantis, tetapi juga masa yang langka ketika ia tidak memerankan tokoh playboy kaya. Bahkan, perannya sebagai pemilik toko buku wisata dan sosoknya yang pemalu ketika bersama sosok populer yang diperankan Julia Roberts menunjukkan penampilan Hugh yang paling menawan.

(Penulis: Bianca Betancourt; Alih Bahasa: Vanessa Masli; Artikel ini disadur dari BAZAAR US; Foto: Courtesy of BAZAAR US)