Cara Mengubah Isi Lemari Pakaian Anda Tanpa Harus Membeli Sesuatu yang Baru

Terjebak dalam sebuah kebiasaan? Berikut adalah tip yang dapat membantu Anda menemukan kembali gaya pribadi Anda.

Courtesy of BAZAAR UK


Jika Anda pernah menatap lemari yang penuh sesak dan berpikir "Saya tidak punya apa-apa untuk dipakai!" Anda tidak sendirian. Menurut penelitian pada ratusan lemari pakaian oleh merek fashion Patero, kami hanya memakai 20 dari 80 persen isi lemari kami.

Baca juga:Cara Efektif Untuk Merawat dan Menjual Kembali Pakaian Bekas Anda

Jika Anda berada dalam gaya yang itu-itu saja, jawabannya, Anda tidak harus belanja. Sebaliknya, banyak wanita beralih ke sustainable stylist untuk membantu mereka menemukan kembali gaya pribadi mereka menggunakan apa yang sudah mereka miliki di lemari pakaian.

Ada banyak alasan mengapa kita berakhir dengan lemari pakaian yang penuh dengan pakaian yang "salah", dari iklan di media sosial hingga siklus tren yang cepat, membuat kita terus-menerus membeli pakaian baru, terlepas dari apakah pakaian itu cocok dengan gaya kita.

"Di era kaya informasi ini, sangat sulit untuk menguraikan apa yang benar-benar milik kita, apalagi soal gaya, wanita akan melakukan perjalanan untuk menemukan apa yang dapat mengoptimalkan tubuh, kreativitas, dan jiwa mereka," ucap Kerry Wilde, penata busana yang berbasis di Inggris sekaligus creator dari Embodied Soul Style Method.

Saya tidak menentang belanja sepenuhnya, saya menentang konsumsi berlebihan dan kurangnya pemikiran saat berbelanja.

Sustainable stylist menawarkan berbagai layanan untuk membantu klien mereka menemukan potensi tersembunyi dari lemari pakaian mereka, seperti one-on-one sessions, lokakarya kelompok , kursus online, tutorial Youtube, kuesioner, dan lainnya.

"Saya tertarik dengan cara memisahkan gaya pribadi Anda dari konsumsi, karena kami sangat terprogram untuk itu," ucap Alyssa Beltempo, seorang sustainable stylist berbasis Kanada.

"Fashion adalah sesuatu yang membantu kami untuk mengekspresikan diri, tetapi juga membantu merasa seperti inilah milik kami. Gaya kami berkembang sepanjang waktu, tetapi saya pikir itu membutuhkan sedikit kerja, introspeksi, dan mengetahui siapa Anda sebenarnya. Ada banyak potongan reflektif untuk itu, seperti siapa yang kamu inginkan?"

Orang sering beralih gaya selama fase transisi kehidupan mereka. Mungkin mereka sudah punya bayi, sedang memulai atau mengubah karier mereka, atau sedang putus cinta.

"Mereka ingin menjadi diri sendiri," jelas Sam Weir, yang menjalankan perusahaan sustainable styling bernama Lotte V.1 di New York. "Menyenangkan untuk menjadi bagian dari proses pengembangan karir mereka, hubungan mereka, dan memastikan pakaian mereka sesuai dengan citra yang mereka bangun."

Layanan saya adalah tentang menginspirasi wanita untuk lebih memahami gaya unik mereka sendiri.

Guna mengungkap atau menemukan kembali gaya pribadi Anda, stylist kami menyarankan untuk membuat daftar kata untuk menggambarkan apa yang Anda cari.

Jangan hanya memikirkan estetika, tetapi pikirkan perasaan yang ingin Anda dapatkan ketika berpakaian. "Ini benar-benar tentang mencari tahu siapa Anda, siapa yang ingin Anda tunjukkan kepada dunia, dan kemudian Anda dapat menciptakan gambaran mengenai gaya pribadi Anda," tutur Alyssa.

"Apa yang ingin anda tonjolkan? Kepribadian Anda? Senyum Anda? Kaki Anda? Mulailah dari sana," tambahnya.

Pada kesempatan langka, stylist ingin klien mereka untuk membeli sesuatu, dikarenakan potensi dari potongan itu dapat membuka lebih banyak pilihan outfit di lemari pakaian mereka.

"Saya tidak menentang belanja sepenuhnya, saya menentang konsumsi berlebihan, dan kurangnya pemikiran saat berbelanja," ucap Sam. Ia selalu memilih pakaian bekas, dan juga berbagi panduan perawatan dengan klien.

"Ini bukan hanya tentang gaya, kita harus memastikan semua pakaian ini dirawat sehingga Anda dapat terus memakainya. Ini adalah pakaian selamanya dan saya ingin mereka merawatnya."

"Layanan saya adalah tentang menginspirasi wanita untuk lebih memahami gaya berpakaian mereka, merangkul siapa mereka sekarang, menyembuhkan rasa malu terhadap tubuh, melepaskan apa yang tidak lagi berfungsi, melepaskan identitas lama dan kembali ke gaya yang membangkitkan keaslian mereka," ucap Kerry.

"Saya pikir hubungan kita dengan pakaian akan lebih dalam daripada yang terlihat di luar, jadi mengambil jurnal dan mulai membongkar apa yang tersembunyi di baliknya bisa menjadi cara katarsis untuk memanfaatkan 'siapa Anda sebenarnya' dan apa yang relevan untuk Anda sekarang."

Saya pikir hubungan kita dengan pakaian akan lebih personal daripada yang terlihat di luar.

Jarang sekali sustainable stylist kami mendorong klien untuk membuang pakaian, itu hanya akan menambah tumpukan limbah tekstil yang sudah mencemari dunia.

"Satu-satunya alasan saya mendorong seseorang untuk menyingkirkan sesuatu adalah kecocokannya, jika kita tidak dapat memahami ini untuk tubuh Anda, maka saat itulah ia harus dipindahkan dari lemari pakaian Anda," timpal Sam.

Ia merekomendasikan untuk memberi atau menjualnya sebelum Anda menyumbangkan barang-barang Anda pada badan amal. "Ada banyak cara kreatif yang bisa kita gunakan untuk pakaian ini sebelum kita berdonasi."

Mempekerjakan sustainable stylist adalah investasi yang tidak selalu dapat diakses, jadi jika Anda belum siap untuk mengambil risiko, mengapa tidak mengunduh aplikasi wardrobe organising seperti OpenWardrobe atau Whering, yang akan menggunakan algoritme untuk merumuskan ide pakaian.

Apapun cara yang Anda lakukan, memperhatikan gaya adalah praktik berkelanjutan yang akan membantu Anda dalam setiap tahap kehidupan.

"Luangkanlah waktu untuk menata ulang gaya pribadi kita, sehingga dapat mengurangi konsekuensi dari lemari pakaian yang terlalu berantakan dengan pakaian yang tidak diinginkan," ucap Kerry.

"Jika Anda belajar bagaimana memindahkan lemari pakaian Anda dan membuatnya jadi bermanfaat, hasilnya bisa menjadi transformational."

Baca juga:

Arti Sustainable Fashion yang Perlu Anda Ketahui Sekarang

30 Kali atau 30 Tahun, Berapa Lama Seharusnya Pakaian Anda Bertahan?

(Penulis: Megan Doyle; Artikel ini disadur dari Bazaar UK; Alih bahasa: Diah Pithaloka; Foto: Courtesy of BAZAAR UK)