7 Manfaat Melakukan Perbuatan Baik bagi Tubuh Anda, Menurut Sains

Selamat Hari Kebaikan Dunia!



Istilah ‘berbuat baik’ kini menjadi frasa yang tertuang dalam unggahan foto Instagram (dilengkapi dengan latar polos merah muda), dan ternyata banyak kesehatan serta manfaat yang Anda dapatkan dari frasa tersebut.

Beberapa contoh, berolahraga secara rutin mengurangi risiko kematian 23 hingga 33 persen, lingkungan yang suportif mengurangi sebanyak 45 persen.

Mengonsumsi buah dan sayuran yang baik bagi Anda akan memotong kematian dini sebanyak 26 persen, serta melakukan aksi sukarela, mengurangi sebanyak 22-44 persen. Ini adalah data yang dipaparkan oleh Marta Zaraska, jurnalis sains yang tengah mendalami berbagai literatur untuk buku barunya Growing Young: How Friendship, Optimism, and Kindness Can Help You Live to 100.

Singkatnya, lupakan berbagai jenis makanan super dan suplemen penambah tenaga, cukup membuat hidup orang lain lebih baik akan menguntungkan bagi kesehatan Anda.

Seperti apa kebaikan?

“Kebaikan tentu sulit untuk didefinisikan, tetapi menurut saya, kita semua paham makna di balik hal tersebut,” ungkap Marta. “Secara umum, berbagai cara untuk berbagi (kebaikan) kepada sesama.”

Aksi perbuatan baik akan berbeda-beda dari satu orang dengan lainnya, tetapi ada beberapa hal, terlepas dari pandemi, kita semua dapat melakukannya untuk sebuah perubahan. Mungkin melakukan kegiatan sukarela atau donasi uang, atau dapat membantu orang-orang terdekat seperti anggota keluarga, teman maupun komunitas.

“Dapat sesederhana menyeduhkan teh bagi pasangan atau memungut sampah dalam perjalanan ke toko. Pada dasarnya, memikirkan orang lain dibandingkan diri sendiri, memikirkan bagaimana dan apa yang dapat Anda lakukan untuk membuat hidup mereka sedikit lebih baik, tanpa memandang kecil atau besar,” ungkap Marta.

Bukti dari ini?

“Dalam penelitian pemetaan otak, kita dapat melihat kondisi otak ketika seseorang memikirkan hal-hal baik. Anda dapat melihatnya sebagai bagian biologis, penting, dan terus berkembang dalam menjadi manusia.”

Riset menunjukkan bahwa ketika kita mendukung orang lain dan melakukan hal-hal baik bagi mereka, aktivitas amigdala (pusat ketakutan) akan menurut dan mengirimkan respon menenangkan bagi tubuh, berarti kortisol (hormon stres) merespon dengan cara yang lebih sehat.

Bagaimana agar kita dapat menjadi lebih baik?

Daripada terobsesi dengan berbagai ramuan terbaik untuk dimasukkan ke dalam smoothie Anda setiap pagi dengan tujuan kesehatan maksimal, jelas Marta, orang-orang harus memikirkan tujuan mereka.

“Makan sehat dan berolahraga penting, tetapi seberapa jauh kita melangkah,” jelasnya. “Saya senang mengutip pernyataan dari Michael Pollen, ‘Mengonsumsi makanan, sebagian besar tumbuhan, tetapi tidak terlalu banyak.’ Anda tidak perlu memakan brokoli organik yang ditanam dengan tangisan unicorn, hanya wortel, apel, dan timun yang biasa Anda konsumsi sudah baik. Hal yang cukup sederhana.”

Serta, mengikat tali sepatu olahraga Anda dan berlari, satu kebiasaan sederhana yang tidak memerlukan Anda untuk membeli berbagai hal. “Membuat kopi untuk teman, memberikan jalan bagi pengendara lain ketika macet atau terlibat dalam kegiatan sukarela di waktu luang sehingga tidak ada yang menghasilkan uang,” menurut pengamatan Marta. “Ketika berbicara tentang makan ajaib yang berarti seseorang menjual sesuatu. Namun, dari kacamata kesehatan, kebaikan jauh lebih bermanfaat dibandingkan suplemen apapun.”

Ia menekankan bahwa kebaikan dapat dilakukan dalam hal kecil, “Anda dapat mengirimkan bunga ke rumah sakit terdekat dengan pesan bertuliskan “Terima kasih,” tempelkan kertas dengan gambar wajah tersenyum di pintu tetangga Anda, atau menyapa orang lain dengan senyuman. Tidak hanya Anda akan merasa lebih baik, tetapi ke depannya dan selepas isolasi, Anda akan mendapatkan hubungan yang lebih baik dan bahkan pertemanan baru. Singkatnya, berbuat baik dan memikirkan orang lain.”

Kebaikan dapat diekspresikan berbeda-beda dan dapat berdampak lebih dari sekadar bagaimana Anda berinteraksi dengan sesama manusia. Merawat binatang, baik menjaga binatang peliharaan Anda atau mengurangi konsumsi daging, keduanya termasuk. “Jika Anda vegan dan melihat diet Anda sebagai sebuah kebaikan, hal ini akan menambah lebih banyak manfaat kesehatan dibandingkan melakukannya karena Anda pikir ini lebih baik bagi Anda,” ungkap Marta.

Kekuatan pikiran Anda berperan dalam hal ini. Studi pemetaan otak mengatakan bahwa memikirkan diri sebagai orang yang baik dan mengingat aksi kebaikan yang pernah Anda lakukan akan mengubah cara kerja otak. Hal ini, kemudian, akan berdampak pada kondisi fisiologis Anda.

Lalu, bagiamana melatih kebaikan Anda berdampak bagi kondisi fisik Anda? Berikut adalah tujuh manfaatnya bagi Anda.

7 Manfaat perbuatan baik bagi kesehatan fisik

  1. Meningkatkan angka harapan hidup

    Berbuat baik dapat membantu Anda untuk hidup lebih lama. Sesuai dengan penjelasan Marta, “Semua kecenderungan peredaan stres dari kebaikan dan dampak bagi sistem imunitas tubuh berkaitan satu sama lain.” Hal ini, menurutnya, dapat membantu kita terhindar dari penyakit jantung dan diabetes.

  2. Mengurangi tekanan darah

    Data menunjukkan kesepian memiliki dampak luar biasa bagi tubuh. Apakah Anda mengetahui sensasinya sama buruk dengan merokok 15 batang satu hari bagi tubuh? Lebih buruk dibandingkan obesitas? Serta meningkatkan resiko kematian hingga 26 persen?

    Sebuah masalah besar bagi masyarakat saat ini, tetapi “kebaikan adalah terapi menghilangkan rasa kesepian terbaik. Daripada memikirkan betapa kesepiannya diri Anda, mulai memikirkan apa yang dapat Anda lakukan kepada orang lain hari ini?” ungkap Marta.

    “Banyak bukti yang menunjukkan orang-orang lebih terisolasi secara sosial hidup lebih singkat. Selain dua hingga tiga kali lipat memungkinkan untuk meninggal lebih dini dibandingkan orang lain, mereka memiliki telomeres lebih pendek (pelindung kromosom yang berdampak pada proses penuaan), meningkatkan tekana darah, dan ekspresi gen yang berbeda terkait peradangan dan kanker.”

    Dampak biologis tersebut diketahui sebagai isu kesehatan publik yang besar, dengan menempatkan seseorang sebagai Menteri Kesepian di Britania Raya pada 2018.

  3. Mengurangi efek fisik akibat stres

    Memberikan perhatian kepada orang lain dapat mengurangi tingkat stres. Marta mengutip sistem perhatian pada otak kita, kehadirannya menekankan bagaiman kebaikan adalah bagian penting dalam menjadi seorang manusia. “Sebuah contoh dari frasa manis dapat memberikan efek nyata bagi tubuh,” ungkapnya. “Kami berkembang untuk memberikan perhatian kepada buah hati, seperti halnya bayi manusia yang belum dapat melakukan apa-apa dan membutuhkan perhatian lebih untuk memastikan mereka bertahan hidup sehingga kita memiliki sistem tambahan untuk memberikan perhatian akan sangat positif.”

    Hal ini tidak hanya anak-anak sendiri, tetapi orang lain seperti teman, pasangan, atau tetangga. “Menumbuhkan bagian memberi pada otak, jadi kita ingin selalu memberi lebih. Selain itu berkatian dengan amigdala dan sistem pengurangan stres, yang terdengar berbalik, terlebih ketika seseorang dengan bayi, tetapi Anda tidak dapat memberikan perhatian maksimal ketika merasa sangat stres sehingga secara alami akan menenangkan tubuh.”

  4. Meningkatkan imunitas tubuh

    Studi mengungkapkan efek luar biasa dari kebaikan terhadap sistem imunitas tubuh dengan peningkatan sel darah putih, yang berfungsi untuk melawan bakteri dan virus dalam tubuh. “Contohnya, jika Anda membeli kopi untuk orang lain, Anda dapat melihat perbedaan pada sel darah Anda. Pengaruh mereka sangat menakjubkan,” ungkap Marta. Sesuai dengan situasi pada tahun 2020, ia menjelaskan, “Kami tahu ketika orang-orang memberi bantuan sukarela, respon melawan virus mereka akan meningkat dalam tingkat protein bagi mereka yang terinfeksi pada COVID berbahaya. Belum ada riset lebih lanjut tetapi itu akan meningkatkan respon melawan virus secara umum, mungkin dapat menguntungkan.”

  5. Memberikan efek yang sama dengan menjalani diet sehat

    “Dalam percobaan, orang-orang yang melakukan kegiatan sukarela secara reguler (setidaknya satu jam dalam satu minggu) memiliki angka harapan hidup yang lebih tinggi sekitar 22 hingga 44 persen, kurang lebih sama dengan diet sehat,” ungkap Marta. Hal ini meliputi resiko kematian yang berkurang, penurunan tekanan darah, dan tingkat peradangan.

  6. Anda tidak akan menghabiskan waktu yang lama di rumah sakit

    Selain berdampak pada kondisi kesehatan, studi menunjukkan tujuan dari kebaikan memberikan Anda perbedaan yang besar. “Orang-orang yang merasa memiliki tujuan akan lebih baik dalam mengantisipasi kondisi kesehatan mereka seperti cek kolesterol, pap smears, dan mamogram. Jika Anda merasa hidup memiliki makna, Anda akan merawatnya lebih baik,” jelas Marta.

    “Jika satu ini terkontrol, ada banyak dampak bagi tubuh, termasuk pengurangan stres, ekspresi, gen, tingkat peradangan yang merupakan dampak fisiologis dari berbuat baik dan memberik perhatian.”

  7. Melepaskan hormon kebahagiaan

    Berhubungan dengan orang lain seperti berbuat lebih baik kepada orang-orang yang melayani Anda di supermarket atau membantu dapur bersama di dekat tempat tinggal, melepaskan hormon kebahagiaan. Kegiatan sukarela, salah satunya, dapat meningkatkan endorfin (yang Anda dapatkan setelah berolahraga luar biasa, yang dikenal dengan hormon bantuan.

    “Tubuh kita dibangun untuk menjadi orang sosial, kita berkembang untuk menjadi bagian dari masyarakat dan bermanfaat maksimal ketika kita dikelilingi orang-orang yang kita cintai,” jelas Marta. “Koneksi daring tidak akan sama, meskipun banyak orang ingin kita hidup daring, karena kita memilih tubuh dan mereka terjebak pada masa Paleolitik. Hormon sosial kita akan dilepaskan ketika Anda memiliki hubungan nyata dengan orang lain, tidak melalui pesan atau komentar di media sosial.”

(Penulis: Rebecca Gillam; Alih Bahasa: Vanessa Masli; Artikel ini disadur dari BAZAAR UK; Foto: Courtesy of BAZAAR UK)