Observasi Seniman Eko Nugroho Tentang Penerus Bangsa Hari Ini di Pameran Heads Full of Empty Views di Paris

Salah satu seniman pembawa arus seni kontemporer ke Indonesia kembali memamerkan karya barunya di kota Paris.

Eko Nugroho, "Promises," 2022, Courtesy Danysz


Jalanan menjadi “kanvas” Eko Nugroho berkarya dan juga tempat inspirasi. Terlalu banyak peraturan yang mengekang perkembangan di Indonesia, terutama di ranah seni. Semangat berkaryanya tidak patah, kini Eko adalah salah seorang seniman kontemporer ternama kelas dunia.

Eko Nugroho, "Hierarchy is Our First Name", 2022; Courtesy Danysz

BACA JUGA: Dua Karya Baru Dari Seniman Eko Nugroho di Buku Terbarunya

Ia adalah salah seorang pelopor seni kontemporer di Indonesia. Selain itu, Eko juga merupakan seniman Tanah Air pertama yang berkolaborasi dengan label mewah Louis Vuitton untuk koleksi scarf di tahun 2013.

Prancis bukan tempat baru untuk seniman kelahiran tahun 1977 ini. Di tahun 2012 ia pernah melakukan take over di Paris Museum of Modern Art. Kini, Eko kembali memamerkan karya terbarunya di Paris, tepatnya daerah Marais.

Dengan judul Heads Full of Empty Views, Eko meramaikan Danyzs Gallery dengan karya-karya khasnya.

Eko Nugroho, "Above Our Head Far From the Heart"; 2022; Courtesy Danysz


Satu yang menangkap perhatian Bazaar adalah pertama berjudul We Always Just Try to be Blind. Apabila Anda ke Danyzs Gallery, anyaman raksasa ini akan menjadi karya pertama yang "menyapa" Anda.

Danysz Gallery yang berlokasi di daerah Marais, Paris

Seperti karya Eko lainnya, di pameran yang berlangsung hingga 26 November 2022 ini, ia menampilkan figur yang memakai topeng. Sosok-sosok yang “bersembunyi”, berdebat, hingga membanting tulang.

Eko Nugroho, "We are Just Illusion", 2022 ;Courtesy Danysz
Saya menciptakan karakter yang hanya menilai dengan matanya, tapi tidak dengan telinga atau pendapat. Ini melambangkan generasi yang tidak mau “bersuara” dan tidak mau mendengarkan. Tidak ada komunikasi. Mata mereka menjadi bukti untuk saya.

Banyak ciri khas Eko yang pasti mudah Anda kenal di pameran Heads Full of Empty Minds. Seperti figur dengan yang tidak terlihat kepalanya, semburat warna mencolok, figur mistis, hingga ilustrasi yang menyerupai totem khas Native America yang menjadi lambang untuk keluarga dan perkumpulan.

BACA JUGA: Karya Eko Nugroho untuk Bazaar Art Jakarta

Karya Eko merupakan bentuk dari observasi seputar hal yang terjadi di dunia. Beberapa di antaranya adalah pandemi, perang, hingga ketimpangan ekonomi yang menjadi sebab kekacauan.

Eko Nugroho, Heads Full of Empty Views
15 Oktober 2022 - 26 November 2022
78 rue Amelot, Paris - Marais