Inilah Penyebab Bruntusan di Dahi dan Tips Mengatasinya!

Walaupun sering disebut dengan istilah fungal acne, bruntusan di dahi itu bukan jerawat!

Courtesy of milkos@123RF.com


Semua orang dengan berbagai jenis kulit apapun dapat berjumpa dengan masalah kulit satu ini yaitu bruntusan. Bintil-bintil seperti jerawat kecil atau whiteheads yang bermunculan pada permukaan kulit, ada yang akan terasa gatal dan juga tidak. Meski terlihat seperti jerawat, bruntusan tidak termasuk dalam kategori jerawat.

Baca juga: Tahukah Anda Cara Efektif Menghilangkan Komedo di Dagu?

Perawatannya pun berbeda, bruntusan akan lebih sulit dihilangkan dari pada jerawat biasa. Tidak sedikit orang, salah dalam memberikan perawatan pada bruntusan, memberikan perawatan yang sama dengan jerawat meradang. Oleh karena itu, bagi Anda yang sedang mengalami bruntusan, ketahuilah dahulu lebih dalam tentang bruntusan itu sendiri dan bagaimana cara mengatasinya. Simak di bawah ini!

APA ITU BRUNTUSAN?

Secara ilmiah, bruntusan biasa disebut dengan istilah fungal acne atau jerawat jamur. Menurut tinjauan ahli dermatologi asal Illinois, Owen Kramer, M.D., bruntusan juga dapat dikenal sebagai malassezia folliculitis yang adalah suatu kondisi di mana banyak dideteksi sebagai jerawat pada kulit. Terkadang orang dengan kondisi ini berpikir bahwa mereka memiliki jerawat yang berulang dan mencoba mengobatinya seperti mereka lakukan untuk jerawat biasa.

Malassezia (begitu sebutannya) adalah infeksi pada folikel rambut, peradangan dan gatal seperti jerawat di dalam folikel rambut disebabkan oleh produksi ragi yang berlebihan. Cara mudah untuk mengetahui perbedaan antara kedua kondisi malassezia dan jerawat biasa adalah dengan membandingkan gejalanya. Bruntusan tidak memiliki komedo, komedo putih maupun komedo hitam yang merupakan karakteristik umum jerawat. Ini juga bisa menjadi kondisi yang sangat gatal, sedangkan jerawat tidak.

PENYEBAB MUNCULNYA BRUNTUSAN ATAU JERAWAT JAMUR

Menurut penelitian berjudul Malassezia-Associated Skin Diseases, the Use of Diagnostics and Treatment, malassezia bergantung pada minyak kulit (sebum) Anda, itulah sebabnya mereka tumbuh pada kulit yang lebih berminyak (seperti bagian tertentu dari wajah, kulit kepala, punggung, dll.) Tetapi tidak menutup kemungkinan untuk para pemilik kulit kering juga bisa mendapatkannya. Karena menurut dua ahli dermatologi dan sains, Richard M. Rubenstein, M.D. dan Sarah A. Malerich, B.S., yang telah melakukan penelitian tentang Malassezia (Pityrosporum) Folliculitis, ada 5 penyebab lainnya yang dapat memicu munculnya masalah kulit ini:

  • Iklim: Iklim tropis yang hangat mendorong pertumbuhan malassezia karena suhu dan kelembapan yang tinggi.
  • Kulit berminyak: Malassezia folliculitis umum terjadi pada remaja karena peningkatan produksi sebum yang sejalan dengan masa remaja.
  • Kelembapan yang terperangkap pada kulit: Berkeringat adalah cara alami tubuh Anda untuk membantu Anda mendinginkan diri. Namun, jika keringat tetap berada di kulit Anda, itu bisa memicu pertumbuhan jamur yang berlebihan. Berdiam dalam pakaian olahraga yang berkeringat, mengenakan pakaian olahraga yang berkeringat, atau mengenakan pakaian ketat dapat memerangkap kelembapan pada kulit Anda. Kenakan pakaian yang longgar dan menyerap keringat dan mandi setelah berkeringat berlebihan.
  • Penggunaan antibiotik: Keseimbangan bakteri dan ragi pada kulit Anda merupakan bagian integral dari kulit yang sehat. Jika Anda menyeimbangkannya dengan membunuh bakteri kulit dengan antibiotik, ragi kulit, seperti malassezia, itu dapat mengambil alih dan menyebabkan masalah kulit. Jerawat jamur terkadang diobati dengan antibiotik oral atau krim/lotion antibakteri, yang dapat memperburuk jerawat akibat jamur.
  • Penurunan fungsi sistem kekebalan: Menggunakan obat-obatan, seperti steroid (baik melalui mulut dan dioleskan ke kulit), dan kondisi medis tertentu, seperti diabetes dan HIV, menurunkan fungsi sistem kekebalan Anda. Ini berarti tubuh Anda tidak dapat lagi mengendalikan ragi malassezia, yang menyebabkan pertumbuhan berlebih dan bruntusan.

CARA MENGATASI BRUNTUSAN ATAU JERAWAT JAMUR

Jika betul Anda mengalami masalah kulit ini, pastinya akan sangat sulit bagi Anda untuk bisa secara cepat menghilangkannya. Kondisi ini dapat berlangsung selama berminggu-minggu, dan harus ke dokter jika terlalu lama. Namun, bila jerawat jamur telah bermunculan dan sedang berada di tahap awal, Anda bisa mencoba beberapa produk yang mengandung bahan antijamur seperti:

1. Ketoconazole

2. Ekonazol Nitrat

3. Klotrimazol

4. Selenium Sulfida

5. Salicylic Acid

6. Madu

Di luar produk tersebut, ada baiknya lakukan check up ke dokter kulit untuk melihat kondisinya secara ahli. Jangan sampai menunggu terlalu parah dan pada akhirnya harus melakukan prosedur suntikan pada area tersebut (pengalaman pribadi).

Courtesy of Guerlain

APAKAH BRUNTUSAN ATAU JERAWAT JAMUR DAPAT DIHINDARI?

Kabar menyedihkan, bruntusan atau jerawat jamur tidak dapat sepenuhnya dihindari. Tetapi ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi peluang timbulnya bintil-bintil kecil ini. Dengan cara:

  • Jangan pakai pelembap berlebihan

Bagi beberapa orang baru saja masuk dan menyukai dunia skincare atau yang miliki kulit kering, akan menggunakan pelembap yang berlebihan. Realitanya, Anda tidak perlu menggunakan begitu banyak pelembap. Dengan pemilihan produk yang sesuai dengan jenis kulit, Anda hanya membutuhkan produk sejumlah ukuran kacang polong.

  • Mandi setelah melakukan aktivitas berkeringat

Pastinya setelah berolahraga, sebagian dari Anda akan cenderung sedikit malas untuk mandi karena lelah. Ingin berleha-leha, makan, atau bahkan ada yang bisa ketiduran. Itu merupakan ide yang sangat buruk! Setidaknya, jika Anda tidak memiliki opsi untuk mandi, pastikan seluruh permukaan kulit telah dibersihkan dengan handuk untuk menghilangkan keringat dan ganti pakaian Anda. Tetapi paling disarankan untuk mandi, serius.

  • Pilih produk kecantikan bebas minyak

Lagi-lagi produk minyak merupakan musuh setiap wanita dan menjadi banyak dari penyebab masalah wajah. Minyak dapat menyumbat pori-pori dan membentuk jerawat-jerawat kecil yang mungkin bukan jamur.

  • Sediakan sabun pencuci muka salicylic acid

Salicylic acid sangat bagus untuk membantu dalam menghilangkan kelebihan minyak dan kotoran dari kulit, yang mendorong peningkatan pertumbuhan ragi. Anda bisa melihat penjelasan lebih rinci di sini.

  • Jaga kebersihan wajah

Langkah terakhir adalah inti dari segalanya. Jaga kebersihan area wajah Anda, mencuci tangan sebelum memegang wajah, mencuci muka setelah aktivitas di luar, dan lainnya. Dengan wajah yang bersih, segala masalah kulit yang tidak bergantung pada jenis kulit Anda akan berkurang.

Baca juga:

Tak Hanya untuk Mengatasi Jerawat, Ini yang Perlu Anda Ketahui Tentang Salicylic Acid

Ini Penyebab dan Cara untuk Mengatasi Bulu Mata Rontok

(Penulis: Gracia Sharon, Foto: Courtesy of milkos@123RF.com, Guerlain)