10 Fakta Menarik di Balik Film Joker

Pastikan Anda bukan penderita coulrophobia.



Entah sejak kapan sosok badut menjadi terkesan menakutkan. Fantasi hiperbola ini mungkin awalnya berangkat dari dunia perfilman, di mana para sosok badut dideskripsikan sebagai monster yang menyeramkan. Jauh berbeda dengan citra humoris seorang badut kala tampil dengan aksi menghibur di atas panggung.

Melalui beberapa judul film, sosok jenaka ini digambarkan memiliki kepribadian yang kontras dengan karakter aslinya. Riasan wajah dengan senyum menyeringai dari badut bahkan menjadi hal yang sangat menakutkan bagi beberapa orang dan berujung menjadi salah satu tipe fobia yaitu coulrophobia.

Bazaar harap Anda tidak termasuk sebagai salah satu penderitanya, berhubung belakangan kabar berita mengenai film Joker ramai tersebar dan sangat mudah dijumpai. Tidak cukup poster filmnya yang tengah terpampang di seluruh bioskop Tanah Air, unggahan konten foto musuh bebuyutan Batman ini juga ramai di ranah sosial media.



Lepas dari kritik dan komentar pedas yang dilabelkan para pakar terhadap film Joker, karya dari sutradara Todd Phillips ini layak menyandang dua acungan jempol. Bagi Anda yang sudah atau belum sempat menyaksikan Joker, 10 fakta suguhan Bazaar berikut tetap berbobot untuk disimak, seperti layaknya karya film Joker sendiri.


1. Memiliki latar belakang tahun 1981


Film Joker terbaru ini mengambil latar berlakang di tahun 1981, di mana dalam cerita aslinya, karakter Joker memang dikisahkan hidup di era tersebut.


2. Kisahnya didasarkan pada novel grafis Batman: The Killing Joke (1988)


Seperti kita ketahui, Joker adalah salah satu musuh utama dari Batman. Cerita mengenai Joker pun pertama kali dibagikan kepada publik melalui novel Batman keluaran tahun 1988, dengan judul The Killing Joke.


3. Merupakan produksi pihak Warner Bros


Film Joker keluaran tahun 2019 ini tidak lain merupakan hasil karya rumah produksi Warner Bros.


4. Bradley Cooper terlibat sebagai produser


Aktor tampan Bradley Cooper merupakan salah satu pihak yang terlibat dalam pembuatan film Joker. Bukan sebagai aktor, melainkan salah satu produser utama.


5. Sempat dicekal karena didominasi adegan kekerasan dan visual disturbia


Karena adegan kekerasan yang mendominasi hampir seluruh film, Joker diberi label R-rating oleh Motion Picture Association of America.


6. Pertama kali ditayangkan pada 31 Agustus 2019


Acara penayangan perdana film Joker digelar di ajang Venice International Film Festival yang ke-76. Film ini pun langsung menyabet penghargaan Golden Lion.


7. Reporter dilarang masuk ke area karpet merah acara premiernya


Hanya para fotografer yang diperbolehkan. Sampai saat ini, keputusan dari pihak Warner Bros untuk melarang para reporter berada di karpet merah acara premier film Joker masih dipertanyakan.


8. Warner Bros sempat mempertimbangkan Leonardo DiCaprio sebagai Joker


Di tahun 2017, pihak Warner Bros sempat ingin melibatkan Leonardo DiCaprio untuk mengikuti audisi pemeran karakter Joker.


9. Kehadiran Robert De Niro, Zazie Beetz dan Frances Conroy sebagai aktor pendukung


Selain menampilkan akting berkualitas dari Joaquin Phoenix sebagai pemeran utama, Joker juga melibatkan beberapa nama besar dalam industri perfilman. Antara lain, Robert De Niro, Zazie Beetz dan Frances Conroy.


10. Jared Leto dikabarkan kecewa dengan akting Joaquin Phoenixsebagai Joker


Sebagai aktor yang lekat dengan sosok Joker di film-film sebelumnya, aktor Jared Leto dikabarkan kecewa dengan kualitas akting Joaquin Phoenix sebagai Joker. Beberapa pihak langsung berkomentar akan rasa kecewa Jared Leto yang tidak beralasan, mengingat totalitas akting dari Joaquin Phoenix. Bagaimana menurut Anda?



(Foto & Video: Courtesy of imdb.com, Instagram @jokermovie, @wbpictures, @toddphillips1, @bradleycooper0fficial, @leonardo_dicaprio, @robertdenirodaily, @jaredleto, youtube.com)