Kehadiran musim gugur menjadi pengingat bahwa saatnya menyimpan linen tipis dan sandal jepit, lalu mulai memikirkan gaya berpakaian untuk musim baru.
BACA JUGA: Alasan Kuat Kenapa Sepatu Two-Tone Akan Selalu Terlihat Elegan
Tren sepatu terbesar tahun ini terbagi dalam dua kubu: klasik yang diperbarui dan gaya retro yang disegarkan kembali. Mulai dari sepatu dua warna yang kembali populer berkat Chanel, hingga boots second-skin di Celine, gaya-gaya yang sedang tren tahun ini terasa feminin namun tetap edgy. Ada penekanan kuat pada alas kaki yang membawa nuansa keistimewaan tahun ini, kualitas yang belakangan juga tercermin pada busana ready-to-wear. Namun, di antara pilihan klasik dan gaya untuk malam hari, sejumlah tren sepatu musim gugur tetap mengutamakan kenyamanan tanpa mengorbankan gaya.
Berikut rangkuman tren sepatu terbaik musim gugur 2026.
Sepatu Dua Warna
Ferragamo, Chanel, Valentino
Hampir semua yang disentuh Matthieu Blazy seolah berubah jadi emas, dan gaya sepatu dua warna, yang pertama kali diperkenalkan Chanel pada 1957, kini dihidupkan kembali berkat sentuhannya. Gaya ini secara alami terasa kosmopolitan, namun juga serbaguna. Cocok dipadukan dengan setelan rok tweed maupun kemeja simpel dan jeans. Meski sepatu dua warna musim ini menghormati siluet klasiknya, mereka juga menghadirkan detail yang lebih kontemporer. Beberapa mengambil pendekatan color-block yang halus, di mana bagian hak berwarna berbeda dari bagian sepatu lainnya, seperti terlihat di Reformation, sementara desainer lain memilih pendekatan patchwork yang lebih berani untuk tampilan dua warna ini.
Dari kiri: & Other Stories, Leather Pumps; Roger Vivier, Belle Vivier Slingbacks; J.Crew, Cap-Toe Pumps; Reformation, Natasha Wedges; Aquazzura, Shadow 105 Pumps.
Kebangkitan T-Strap
Dior, Givenchy, Calvin Klein
Memasuki paruh kedua dekade ini, kita melihat upaya serius untuk membawa gaya era Roaring '20s ke tahun 2020-an, dan T-strap bergaya retro menjadi contoh terbarunya. Di Dior, para model tampil di catwalk mengenakan berbagai sepatu T-strap yang diperbarui dengan ujung kotak dalam warna-warna cerah ala telur Paskah, sementara di Fendi kita melihat versi berhias bulu, dan Givenchy menghadirkan trim yang lembut menyerupai bulu. Untuk sepatu yang biasanya mudah terkesan ketinggalan zaman, gaya ini justru terasa segar kembali. Lain kali kamu perlu tampil untuk acara formal, coba kenakan sepatu T-strap sebagai pengganti pumps atau sandal ber-strap yang biasa kamu pakai.
Dari kiri: Sezane, Low Noella Ballet Flats; Manolo Blahnik, Gish Pumps; Phoebe Philo, Fisherman Sandals; Stuart Weitzman, Vinnie T-Strap Pumps; Dior, Rose Heeled Sandals.
Pumps Satin
Valentino, Balmain, Conner Ives
Musim ini, pumps mengambil arah tak terduga di catwalk, tampil dalam satin bernuansa cerah dan pekat. Meski sepatu satin biasanya disimpan untuk malam yang lebih formal, ambil inspirasi dari Conner Ives dan padukan pumps satinmu dengan jeans favorit serta coat yang mencolok.
Dari kiri: Black Suede Studio, Satin Pumps; Valentino Garavani, Enigme 105 Satin Pumps; Jimmy Choo, Love 85 Satin Pumps; Danielle Frankel, Ida Satin Pumps; Celine, Midi Pumps.
Terinspirasi Reptil
Khaite, Dries Van Noten, Tory Burch
Untuk musim gugur, motif hewan kembali populer secara besar-besaran. Meski desainer memilih berbagai jenis motif, seperti zebra, ocelot, dan cheetah, motif hewan yang paling banyak muncul musim ini justru bernuansa reptil, mulai dari motif ular hingga finishing bertekstur kulit buaya. Pasar dibanjiri berbagai pilihan, mulai dari boots dan mules hingga siluet yang lebih berani, seperti terlihat pada pumps ber-toe kotak yang dramatis dari Khaite dan pumps peep-toe dengan motif kotak-kotak hitam putih dari Jacquemus.
Dari kiri: Toteme, Python-Embossed Leather Mules; Malone Souliers, Croc-Embossed Leather Mules; Khaite, Snake-Embossed Leather Pumps; Jacquemus, Les Slingbacks Embossed Leather Pumps; Jude, Cave Snake-Effect Leather Mid-Calf Boots.
Boots Second-Skin
Hermès, Chanel, Celine
Sock boots kembali populer. Sepatu ini muncul di berbagai gaya jalanan maupun catwalk, mengambil inspirasi dari nuansa futuristik desainer seperti Paco Rabanne dan Pierre Cardin. Para desainer menunjukkan keluwesan siluet ini, dengan tampilan yang lebih sporty di Hermès, sentuhan mod di Chanel, dan versi yang lebih cocok untuk kantor di Celine, dipadukan dengan blazer double-breasted yang pas badan dan melebar di bagian pinggang. Meski gaya ini populer di kalangan penggemar Balenciaga era Demna, versi musim ini terasa jauh lebih elegan dibanding gaya streetwear yang lebih dominan di masa lalu.
Dari kiri: Neous, Under-the-Knee Suede Boots; Madewell, Paisley Flat Ankle Boots; Dear Frances, Topo Booties; Tory Burch, Asymmetric Cap-Toe Boots; The Row, Felice Stretch Neoprene Boots.
Pumps Lace-Up
Marni, Prada, Khaite
Pumps kini tampil dengan sentuhan tak terduga berupa kesan bertali, atau setidaknya ilusi tali, dengan sentuhan akhir berupa pita. Siluet ini menghadirkan kesan yang sedikit lebih moody dan akan sangat pas untuk bulan-bulan mendatang. Ambil inspirasi dari Prada dan Marni, padukan pumps lace-up-mu dengan kaus kaki.
Dari kiri: Prada, Antiqued Leather Pumps; Marni, Lace-Up Leather Slingback Pumps; Saint Laurent, Leather and Satin-Trimmed TPU Sandals; Zara, Mesh Bow Sandals; McQueen, Koko Wedge Pumps.
Slipper Mule
Gucci, Calvin Klein, Miu Miu
Beberapa musim terakhir, kita melihat minat nyata untuk membawa sentuhan boudoir ke dalam busana sehari-hari, dan alas kaki tak terkecuali. Interpretasi terbaru dari tren ini adalah slipper mule, yang membuat momen bangun tidur dan bergegas keluar rumah jadi sedikit lebih mudah. Baik yang berbulu seperti di Gucci, maupun versi yang lebih kalem dan profesional seperti slipper bertekstur kulit buaya yang cocok untuk kantor, intinya adalah sepatu ini bisa langsung dipakai kapan saja dengan cepat.
Dari kiri: Gucci, Casanova Mules; Miu Miu, Leather Mules; H&M, Loafer Mules; Christen, Big Bootie Suede Slipper Mules; Massimo Dutti, Mock Croc Leather Mules.
BACA JUGA:
Cara Baru Mengenakan Ballet Flats Favorit Anda
Bukan Ballet Flat, Bukan Pula Sepatu Heels, Opera Shoe Tengah Jadi Tren
(Penulis: Jalil Johnson; Artikel ini disadur dari: BAZAAR US; Alih bahasa: Devon Satrio; Foto: Courtesy of BAZAAR US)
