Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

Bukan Ballet Flat, Bukan Pula Sepatu Heels, Opera Shoe Tengah Jadi Tren

Inilah tempat untuk menemukan pilihan opera shoe favorit kami.

Bukan Ballet Flat, Bukan Pula Sepatu Heels, Opera Shoe Tengah Jadi Tren
Foto: Courtesy BAZAAR US

Opera pump merupakan flat shoe yang dipoles, dilapisi hingga mengilap, lalu disempurnakan dengan pita grosgrain yang diikat rapi. Dahulu, sepatu ini menjadi pilihan para pria kelas atas untuk menghadiri acara malam. Kini, opera pump justru menjadi pilihan perempuan ketika ballerina flat terasa terlalu kasual, sementara sepatu hak tinggi terasa kurang nyaman atau tidak sesuai dengan medan yang harus dilalui.

BACA JUGA: Mengapa Sepatu Balet Klasik Terlihat Sangat Berbeda Saat Ini?

Awalnya dirancang sebagai sepatu formal untuk kaum aristokrat pria Inggris pada abad ke-18, opera pump terus mengalami evolusi dalam dunia busana pria. Pada abad ke-19, sepatu ini menjadi pelengkap tampilan black tie; kini, opera pump kerap dipilih sebagai alternatif yang lebih elegan dari sneakers kasual maupun loafers. Namun belakangan, siluet ini justru lebih banyak ditemukan dalam koleksi busana perempuan dan semakin populer sepanjang satu tahun terakhir.

Salah satu contoh paling berpengaruh dari opera pump dalam dunia alas kaki perempuan adalah sepatu Vara dari Ferragamo. Dirancang oleh Fiamma, putri Salvatore Ferragamo, pada 1978, sepatu berujung almond dengan detail pita khas tersebut hadir sebagai solusi bagi perempuan modern yang membutuhkan sepatu nyaman sekaligus atraktif untuk dikenakan dari kantor hingga acara apéritif. Sementara itu, Varina—versi sister style dari Vara—memiliki hak yang nyaris datar dan kembali hadir dalam koleksi Ferragamo Fall 2026.

Foto: Courtesy BAZAAR US

Kini, sejumlah brand seperti Bode dan Suzanne Rae kembali membawa opera pump ke dalam arus mode kontemporer, kali ini dengan arahan styling yang menjauh dari kesan rapi polyester skirt suit dan beralih pada perpaduan sequin-adorned coats, denim kaku, serta kaus garment-dyed.

Sementara itu, club slipper—salah satu interpretasi lain dari sepatu datar modern—juga semakin populer. Pada akhir 2025, Phoebe Philo memperkenalkan versinya berupa sepatu datar yang menyerupai sarung tangan, dengan jahitan bagian dalam yang sengaja terekspos di sepanjang bagian atas kulit sepatu. Hadir dengan desain sleek tanpa pita, high vamp mengilap dan hak pendeknya menggemakan kesan polished dari opera pump, tetapi dengan pendekatan yang lebih minimalis.

Reformation memperkenalkan sepatu Inez pada periode yang sama, pertama sebagai pump, kemudian hadir dalam versi flat dan heeled mule. Alexa Chung dan Kendall Jenner pun terlihat mengenakan sepatu ini, terkadang dipadukan dengan rok pensil berbahan tweed dan kemeja putih button-down, sementara di kesempatan lain dipasangkan dengan atasan berenda, longline trench coat, serta boat tote.

Foto: Courtesy BAZAAR US


Seiring mulai menyusun koleksi busana musim gugur, kami mencari sepatu flat yang tak hanya memiliki potongan yang flattering, tetapi juga nyaman dikenakan untuk perjalanan panjang.

Berikut beberapa pilihan opera pumps dan club slippers yang dapat menemani Anda ke kantor, makan malam, maupun berbagai aktivitas di antaranya.

Foto: Courtesy BAZAAR US
Dari Kiri ke Kanan: Suzanne Rae Opera Pump, Khaite Colt Slip-On Loafer, Ferragamo Vara Pump


Foto: Courtesy BAZAAR US
Dari Kiri ke Kanan: Reformation Tia Flat, Phoebe Philo Club Slipper, Bode Patent Opera Pumps

Foto: Courtesy BAZAAR US
Dari Kiri ke Kanan: Baudoin & Lange Sagan Opera Pump, Repetto Michael Loafers, Herbert Levine Showtime Pumps

Foto: Courtesy BAZAAR US
Dari Kiri ke Kanan: Morjas Opera Pump dan Chanel Ballet Flats

Foto: Courtesy BAZAAR US
Dari Kiri ke Kanan: Thom Browne Opera Ballerina dan Aeyde Delia Pumps

BACA JUGA: 

Mandat Baru Dunia Haute Couture? Sepatu-Sepatu Fantastis!

10 Sepatu Flat Klasik Menemani Hari-hari Kerja Anda

(Penulis: Michella Oré; Artikel ini disadur dari: BAZAAR US; Alih bahasa: Kirana Anindya; Foto: Courtesy of BAZAAR US)