Sejak pertama kali mengudara pada 1949, Garuda Indonesia tidak hanya menghubungkan berbagai kota dan negara, tetapi juga membawa identitas Indonesia ke berbagai penjuru dunia. Salah satu elemen yang paling mudah dikenali adalah kebaya awak kabin yang menjadi bagian penting dari citra maskapai nasional tersebut.
Kini, Garuda Indonesia menghadirkan penyegaran pada seragam awak kabinnya melalui kolaborasi dengan Sarinah. Direktur Utama PT Sarinah (Persero), Raisha Syarfuan mengatakan, "Sebagai Retail-Based Cultural Experience Center, Sarinah tidak hanya berperan dalam mengkurasi karya, tetapi juga mendorong pengembangan keterampilan dan kapasitas perajin lokal agar dapat menjangkau pasar dan audiens yang lebih luas." Menariknya, pembaruan ini tidak mengubah karakter kebaya yang sudah dikenal masyarakat. Fokusnya justru terletak pada motif, warna, kain, dan detail kriya yang memperkaya makna di balik seragam tersebut. Sosok yang kembali dipercaya untuk mengolah motif batik adalah desainer dan maestro tekstil Josephine Komara, atau yang akrab disapa O’bin dari BINhouse. Sebelumnya, O’bin juga dikenal sebagai perancang motif batik untuk seragam awak kabin Garuda Indonesia.
Untuk versi terbaru ini, O’bin menghadirkan kain batik dalam nuansa cokelat yang terinspirasi dari warna tanah dan kekayaan alam Indonesia. Motifnya mengambil inspirasi dari corak tradisional lereng, dengan garis-garis yang mengalir dan memberikan kesan bergerak. Motif tersebut menggambarkan perjalanan yang terus maju, sekaligus tetap berakar pada tradisi. Di antara pola tersebut, terdapat aksen siluet Garuda yang hadir secara halus. “Bagi saya, sehelai kain bukan sekadar jalinan benang bermotif dan berwarna, melainkan napas dari cerita, proses panjang, dan dedikasi tangan-tangan yang menghidupkannya,” ujar O’bin.
Selain batik, warna juga menjadi bagian penting dari cerita seragam baru ini. Selendang berwarna biru dan toska mengambil inspirasi dari langit dan laut tropis Indonesia. Sementara selendang merah dan putih membawa semangat Sang Saka. Merah melambangkan keberanian, sedangkan putih merepresentasikan ketulusan, dua nilai yang dianggap sesuai dengan peran awak kabin dalam memberikan pelayanan sekaligus menjaga keselamatan penumpang. Sentuhan budaya Indonesia juga terlihat melalui aksesori yang dikurasi oleh Sarinah dan dibuat oleh enam perajin lokal binaannya dari Gianyar, Bali. Sepasang anting dan bros dikerjakan dengan teknik kriya yang memperlihatkan ketelitian tangan para perajin.
Bros tersebut menampilkan motif Bun-bunan, salah satu ragam hias Bali yang terinspirasi dari sulur tumbuhan. Motif ini menggambarkan kehidupan yang tumbuh bersama dan menjadi simbol harmoni. Material yang digunakan juga dipilih dengan mempertimbangkan aspek keberlanjutan, termasuk mother of pearl putih hasil budidaya air tawar dan karang merah yang dipanen dengan memperhatikan ekosistem. Detail perhiasan kemudian dilengkapi turquoise dan lapis lazuli biru ultramarine yang menghadirkan kesan elegan sekaligus membawa makna tentang ketenangan dan kebijaksanaan.
Menurut Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, penyegaran ini merupakan bagian dari transformasi Garuda Indonesia yang tetap mempertahankan identitasnya. “Seragam bukan sekadar elemen visual, tetapi salah satu representasi paling nyata dari standar layanan dan identitas Garuda Indonesia sebagai maskapai nasional,” ungkapnya. Kolaborasi dengan Sarinah sekaligus memperlihatkan bagaimana karya desainer dan perajin lokal dapat memperoleh ruang di panggung yang lebih luas. Bagi Sarinah, keterlibatan perajin dari Gianyar dan O’bin menjadi bagian dari upaya memperkenalkan keterampilan serta karya Indonesia kepada audiens global. Seragam baru ini mulai diperkenalkan pada 14 Agustus 2026 melalui penerbangan tematik Garuda Indonesia dari Bandung menuju Denpasar. Lebih dari sekadar pakaian kerja, setiap motif, warna, dan aksesori di dalamnya menjadi cara untuk membawa cerita Indonesia terbang lebih jauh, tanpa pernah kehilangan akar budayanya.
Foto: Courtesy of Garuda Indonesia
Portofolio ini:
Fotografer: Andra
Asst. fotografer: Wahyu Imandani
Editor Fashion: Yudith Kindangen
Busana: BINhouse curated by Sarinah
Makeup: Upan Duvan
Hair: Garuda Airlines Stylist Team
Layout: Adzkia Asakiinah
Asst. Stylist: Kirana Anindya (Intern)
