Dulu, memadukan tas tangan dengan sepatu dianggap terlalu konservatif, bahkan cenderung naff atau ketinggalan zaman. Namun, gaya busana yang serba rapi dan feminin belakangan ini hadir dengan sentuhan baru, membuatnya tak lagi sekadar identik dengan twinset dan aksesori mutiara, melainkan tampil lebih modern (bahkan sedikit punk) dalam menginterpretasikan estetika ladylike.
Chanel menjadi salah satu rumah mode yang memimpin tren ini. Wajar saja, mengingat produk ikoniknya berupa tas dan sepatu kerap hadir dalam desain yang elegan dan feminin. Dalam peragaan koleksi musim fall/winter, sejumlah aksesori serasi terlihat melenggang di atas runway, mulai dari sepatu hak tinggi berwarna emas yang dipadukan dengan tas senada, hingga sepatu bertekstur hitam-putih yang (Anda bisa menebaknya) kembali dipasangkan dengan tas yang serasi.
Yang membuat pendekatan ini tetap terasa segar adalah cara penataannya. Sejak memimpin rumah mode yang sarat sejarah tersebut, salah satu ciri khas Matthieu Blazy adalah mengambil item-item klasik yang serba rapi dan feminin, lalu memberinya sentuhan yang lebih berani dan tak terduga.
Lihat saja tampilan yang kini menjadi salah satu gaya kultus dari koleksi pre-fall mereka, Bhavita Mandava melenggang di dalam kereta bawah tanah New York dengan atasan quarter-zip berwarna taupe dan jeans berpotongan longgar, dipadukan dengan sepatu two-tone klasik Chanel serta tas flap dengan tali rantai. Tampilan ini menjadi perwujudan sempurna dari gaya tersebut: The Lady 2.0.
Gaya ini tentu saja turut merambah ke ranah gaya para selebritas. Kendall Jenner membuktikan bahwa aksesori yang serasi tetap bisa tampil modern lewat Chanel berwarna burgundy yang elegan. Tas dan sepatu senada menjadi aksen warna pada tampilan minimalis yang terdiri dari jeans putih dan kaus hitam. Tak ada kesan terlalu feminin atau konservatif di sini.
Begitu pula dengan pendekatan Teyana Taylor terhadap tren ini yang tak sedikit pun kehilangan sentuhan rock-and-roll. Saat menghadiri peragaan haute couture Chanel di Paris musim panas ini, ia tak hanya mengenakan sepatu dan tas yang serasi, tetapi juga menjadikannya pelengkap untuk tampilan yang benar-benar senada: Canadian Tuxedo. Denim di atas denim? Playful, berani, sekaligus punk.
Kunci untuk mengadopsi gaya ini terletak pada perpaduan elemen high-low yang tepat. Jadikan aksesori serasi sebagai dasar, lalu kembangkan tampilan dari sana. Padukan material patent yang polished dengan denim bertekstur kasar dan item basic yang sederhana, mulai dari kaus, kardigan, hingga (idealnya) quarter-zip. Kenakan sepatu model court yang chic beserta tas tangan senada, lalu imbangi dengan rok dan sweater berpotongan longgar, bahkan sedikit grungy. Jika ragu, ingat satu hal: ketika aksesori Anda tampil begitu polished dan konservatif, busana yang dikenakan sebaiknya lebih kasual, playful, dan sederhana.
Kini, Anda hanya perlu menemukan set aksesori serasi yang tepat. Berikut pilihan terbaik yang tersedia saat ini.
Dari Kiri ke Kanan: Chanel Suede Burgundy Bag, Chanel Burgundy Ballet Flats, Miu Miu Spirit Suede Bag
Dari Kiri ke Kanan: Mango Small split leather bag, Mango Suede leather ballerinas
Dari Kiri ke Kanan: Dune Embellished cross body bag, Dune Floral Mary Janes
BACA JUGA:
7 Cara Segar Memadukan Loafers untuk Musim Gugur
Sandal Mini yang Tengah Digemari Para It Girls
(Penulis: Marie-Claire Chappet ; Artikel ini disadur dari: BAZAAR UK; Alih bahasa: Kirana Anindya; Foto: Courtesy of BAZAAR UK)
