Awal pekan ini, perwakilan Ariana Grande mengumumkan bahwa sang bintang pop akan "mengambil jeda yang memang layak ia dapatkan dari berbagai pekerjaan dan penampilan di hadapan publik." Meski pernyataan tersebut tidak mengungkapkan banyak detail, disebutkan bahwa Ariana telah menghadapi "sorotan publik yang terus-menerus dan tanpa henti."
BACA JUGA: Ariana Grande dan Kembalinya Era Video Musik Naratif
Pernyataan itu dipahami sebagai respons atas perbincangan mengenai perubahan bentuk tubuh Ariana yang semakin kurus, isu yang telah menjadi sorotan sejak tahun 2023 ketika ia merasa perlu menanggapinya melalui sebuah video di TikTok. Dalam beberapa bulan terakhir, terutama seiring dimulainya tur Eternal Sunshine, kekhawatiran para penggemar kembali mencuat. Perbincangan itu semakin menguat setelah Ariana merilis video musik untuk singel terbarunya, "Petal." Dalam video tersebut, ia memerankan seorang aktris yang terus menghadapi penolakan saat mengikuti audisi, termasuk komentar paling menyakitkan: "Tidak ada salahnya kalau berat badan Anda turun beberapa pon."
Penting untuk diingat bahwa Ariana tidak pernah secara terbuka mengatakan bahwa dirinya mengalami gangguan makan ataupun merasa tidak bahagia dengan tubuhnya. Di tengah minimnya informasi, para penggemar berusaha memahami kesenjangan antara apa yang disampaikan Ariana kepada publik dan apa yang mereka lihat. Situasi ini membuat siapa pun sulit bereaksi tanpa berisiko memperburuk keadaan.
Namun, satu hal tampaknya jelas: keputusan Ariana untuk mengambil jeda dari sorotan publik merupakan langkah yang penting. Di balik perdebatan mengenai apa yang dianggap "menjadi kewajibannya" kepada penggemar, ada persoalan yang lebih besar mengenai kerasnya industri hiburan yang kerap menguras para bintang. Ketika karya Ariana tidak pernah bisa dipisahkan dari sorotan terhadap penampilannya, mengambil waktu untuk menjauh dari perhatian publik terasa sebagai pilihan yang paling bijaksana. Dan sebagai penikmat karyanya, mungkin yang paling bisa kita lakukan adalah menghormati keputusannya serta memberinya ruang untuk beristirahat selama yang ia butuhkan.
Sejak berusia 15 tahun, Ariana nyaris tidak pernah berhenti bekerja di industri hiburan. Meski telah membangun karier yang impresif (mulai dari tampil di Broadway, membintangi serial Nickelodeon, menggelar tur dunia yang selalu dipadati penonton, hingga merilis delapan album studio) kehidupan pribadinya kerap mendapat sorotan yang sama besarnya dengan pencapaian profesionalnya.
Di sepanjang perjalanannya, Ariana menghadapi berbagai tragedi yang terjadi di hadapan publik, disertai kisah asmara yang tak luput dari perhatian media. Awal tahun ini, ia mengakhiri hubungannya dengan lawan mainnya di Wicked, Ethan Slater yang masih berstatus menikah saat hubungan mereka dimulai. Belakangan, ia juga dikabarkan kembali menjalin hubungan dengan mantan kekasihnya, Ricky Alvarez.
Tanda-tanda bahwa tekanan tersebut mulai terasa berlebihan sebenarnya sudah terlihat sejak 2024. Saat itu, Ariana memutuskan untuk menunda hampir seluruh proyek di luar Wicked yang menjadi alasan mengapa ia baru menjalani tur untuk album Eternal Sunshine yang dirilis pada tahun yang sama. Alih-alih mengambil proyek baru, ia memusatkan perhatiannya pada rangkaian promosi Wicked yang berlangsung tanpa henti, hingga musim penghargaan yang mengantarkannya meraih nominasi Oscar atas penampilannya dalam film tersebut.
Mudah dipahami mengapa seseorang yang berada di posisi Ariana Grande akhirnya merasa perlu mengambil jeda. Di masa lalu, ada jarak yang lebih jelas antara figur publik dan para penggemarnya. Selebritas juga dianggap wajar jika memilih menghilang dari sorotan di sela-sela proyek yang mereka kerjakan.
Namun kini, ekspektasi tersebut telah berubah. Bahkan seorang bintang sekelas Ariana yang dikenal sebagai triple threat karena mampu bernyanyi, menari, dan berakting dituntut untuk memberikan akses kepada publik layaknya kreator konten atau influencer yang terus membagikan kehidupan mereka. Bagi sosok seperti Ariana, memiliki bakat luar biasa saja tidak lagi dianggap cukup. Penggemar kini menginginkan hubungan yang terasa personal (parasocial relationship), sehingga terus menantikan konten baru yang membuat mereka merasa semakin dekat dengan idolanya.
Karena itu, cara tim Ariana mengumumkan keputusannya untuk beristirahat pun terasa menarik. Alih-alih memilih format yang kini lazim digunakan, seperti video selfie atau Instagram Story bernuansa emosional, pengumuman tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi dari perwakilannya. Baik isi maupun cara penyampaiannya seolah menjadi pesan tersendiri: bahwa untuk sementara waktu, Ariana memilih mengambil jarak dari sorotan publik dan membiarkan karya, bukan kehidupannya, berbicara.
Saat membaca memoar terbaru Famesick karya Lena Dunham awal tahun ini, Bazaar dibuat menyadari betapa akrabnya kisah yang ia ceritakan. Buku tersebut mengulas perjalanan Lena saat meraih popularitas lewat serial Girls pada awal 2010-an di tengah perjuangannya menghadapi ketenaran yang datang begitu cepat sekaligus rasa sakit akibat endometriosis. Berulang kali, ia menggambarkan bagaimana tuntutan industri hiburan (mulai dari syuting, pemotretan, hingga wawancara tanpa henti) memaksanya mengorbankan kesehatan fisiknya. Bahkan, pada salah satu adegan terakhir Girls, Lena tetap menjalani syuting meski mengalami patah tulang siku agar jadwal produksi HBO tidak tertunda. Kisah tersebut mengingatkan pada banyak figur perempuan lain, mulai dari Judy Garland, Amy Winehouse, hingga Britney Spears bahwa perempuan-perempuan berbakat tak jarang perlahan kehilangan kendali atas hidup mereka ketika menjadi aset yang terus menghasilkan keuntungan bagi banyak pihak.
Industri hiburan memang dikenal keras terhadap perempuan muda. Ditambah lagi, budaya stan culture membuat bahkan artis paling berbakat sekalipun merasa takut kehilangan relevansi jika berhenti bekerja, meski hanya untuk sesaat. Mengambil jeda sering kali berarti melewatkan berbagai peluang besar, termasuk proyek musikal Sunday in the Park With George yang sebelumnya direncanakan Ariana Grande bersama lawan mainnya di Wicked, Jonathan Bailey. Karena itu, keputusan Ariana untuk beristirahat justru terasa melegakan. Bahkan, sebagian penggemar berpendapat bahwa akan lebih baik jika keseluruhan tur konsernya ditunda hingga kondisinya benar-benar siap.
Keputusan tersebut juga mengingatkan pada salah satu momen paling emosional dalam karier Ariana. Pada 2017, setelah konsernya di Manchester menjadi sasaran serangan teroris yang menewaskan 22 orang, ia kembali ke kota tersebut hanya dua minggu kemudian untuk menggelar konser amal One Love Manchester. Bersama sederet musisi seperti Miley Cyrus, Stevie Wonder, Justin Bieber, dan Katy Perry, Ariana menghadirkan sebuah pertunjukan yang menjadi simbol solidaritas dan harapan di tengah tragedi yang begitu memilukan. Saat itu, dunia memberikan dukungan dan kasih sayang yang begitu besar kepadanya.
Hampir satu dekade kemudian, hubungan Ariana dengan ketenaran (dan dengan para penggemarnya) terasa jauh lebih kompleks. Dua album terakhirnya dipenuhi lirik yang menyinggung tekanan dan sorotan publik yang terus mengikutinya. Saat mengumumkan rencana untuk beristirahat di atas panggung, Ariana mengatakan bahwa keputusan tersebut telah ia rencanakan diam-diam sejak lama dan diambil dengan penuh pertimbangan serta kesadaran. Meski demikian, sulit untuk tidak melihat bahwa situasi yang ia hadapi saat ini memang terasa tidak lagi berkelanjutan, baik bagi dirinya maupun para penggemar yang masih berbeda pendapat tentang cara terbaik untuk mendukungnya.
Publik mungkin tidak pernah benar-benar mengetahui apa yang sedang Ariana hadapi di balik layar atau bagaimana ia akan memanfaatkan masa jedanya. Namun, sulit untuk tidak mengingat kisah figur publik seperti Demi Lovato dan Lindsay Lohan yang memilih mundur sejenak dari sorotan, sebelum akhirnya kembali dengan kondisi yang lebih sehat dan bahagia. Setelah begitu banyak kebahagiaan yang telah Ariana berikan melalui karyanya, mungkin itulah hal terbaik yang patut kita harapkan untuknya.
BACA JUGA:
Lagi, Ariana Grande Angkat Suara Tentang Bagaimana Publik Mengomentari Penampilannya
Semua yang Perlu Diketahui tentang Kembalinya Asmara Ariana Grande dan Ricky Alvarez
(Penulis: Louis Staples; Artikel ini disadur dari: BAZAAR US; Alih bahasa: Kirana Anindya;Foto: Courtesy of BAZAAR US)
