Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

9 Trik Sederhana Mengemas Barang untuk Perjalanan yang Jauh Lebih Mudah

Mulai dari memaksimalkan ruang di dalam koper hingga memastikan tak ada barang penting yang tertinggal.

9 Trik Sederhana Mengemas Barang untuk Perjalanan yang Jauh Lebih Mudah
Foto: Courtesy BAZAAR US

Sebagai Fashion Director Harper’s Bazaar, Avril Mair tentu memahami seluk-beluk bepergian dengan gaya. Mulai dari menghadiri pekan mode di berbagai belahan dunia hingga menuju lokasi pemotretan terbaru, sebagian besar aktivitas profesionalnya dihabiskan di bandara, stasiun Eurostar, serta mengemas dan membongkar koper.

BACA JUGA: 5 Aktivitas Yang Membuat Liburan Anda Lebih Bermakna

Memasuki musim liburan, siapa yang lebih tepat membagikan cara mengemas koper secara praktis sekaligus efisien selain dirinya? Baik untuk perjalanan akhir pekan maupun penerbangan jarak jauh, berikut sembilan trik mengemas barang ala Avril Mair yang akan membuat perjalanan Anda terasa lebih mudah—dan tentu saja, tetap penuh gaya.

Ini sembilan trik jitu mengemas barang agar perjalanan liburan Anda jadi lebih mudah:

1. Jangan Andalkan Koper Kabin

Sebagai seseorang yang pernah bepergian ke Kuba maupun Korea Selatan hanya dengan koper kabin, Avril Mair mengakui bahwa hal tersebut memang memungkinkan. Namun, menurutnya, tak semua orang perlu merencanakan isi koper dengan tingkat presisi layaknya sebuah operasi militer. Kecuali jika Anda berkemah atau melakukan perjalanan ke destinasi terpencil yang mengharuskan membawa barang seminimal mungkin, ia menyarankan untuk langsung memasukkan koper ke bagasi pesawat. Waktu antrean keamanan di bandara kini umumnya cukup panjang, sehingga koper biasanya sudah tiba di area pengambilan bagasi saat Anda keluar dari terminal. Meski demikian, ia tetap menyarankan untuk menyimpan AirTag di dalam koper, serta membawa pakaian renang, kacamata hitam, dan perhiasan di tas kabin sebagai langkah antisipasi jika bagasi mengalami keterlambatan.

Jika ada barang yang benar-benar tidak bisa Anda tinggalkan, bawalah terlebih dahulu ke dalam tas kabin.

2. Rencanakan Pakaian Sejak Awal

Memiliki ruang lebih di dalam koper bukan berarti Anda harus membawa semuanya. Avril Mair selalu membuat daftar di aplikasi Notes jauh sebelum berangkat. Menurutnya, yang perlu direncanakan bukan hanya daftar pakaian, tetapi juga look yang akan dikenakan. Pertimbangkan jenis liburan yang akan dijalani—apakah dipenuhi makan malam elegan dan beach club, atau justru cukup dengan celana pendek denim yang dikenakan berulang kali. Jika masih ragu, tambahkan sentuhan gaya melalui aksesori, karena tidak memakan banyak ruang namun mampu mengubah keseluruhan penampilan.

3. Mulailah dari Barang Esensial

Kabel, pengisi daya, deodoran, hingga pakaian dalam sebaiknya menjadi barang pertama yang masuk ke dalam koper. Avril bahkan bercerita tentang seorang temannya yang pernah menghadiri Paris Fashion Week tanpa membawa seluruh kebutuhan dasar tersebut. Menurutnya, prinsip sederhana yang selalu ia pegang adalah: jika Anda tidak bisa hidup tanpanya, kemaslah terlebih dahulu.

4. Pilih Palet Warna

Bagi Anda yang gemar mengenakan warna dan motif berani, tentu tidak ada salahnya tetap bereksperimen. Namun, Avril menyarankan untuk membatasi isi koper pada palet tiga warna agar seluruh pakaian mudah dipadupadankan. Kombinasi favoritnya adalah hitam, putih, khaki, dan sedikit sentuhan denim. Pilihan lain seperti camel, cokelat, putih, atau biru tua, putih, dan merah juga dapat menjadi alternatif. Dengan begitu, setiap potong pakaian akan saling melengkapi sehingga proses berpakaian selama liburan menjadi jauh lebih praktis. Satu aturan yang juga ia pegang: motif leopard dan aksesori metalik selalu dianggap sebagai warna netral.

Bawalah pakaian yang benar-benar membuat Anda merasa percaya diri dan bahagia.

5. Susun Strategi Berkemas dengan Cermat

Sebagian besar isi koper liburan sebenarnya dapat dibagi ke dalam empat kategori: pakaian untuk siang hari, malam hari, waktu di pantai, dan saat bersantai. Jika satu item dapat dikenakan untuk setidaknya dua situasi berbeda, Anda tidak perlu membawa terlalu banyak pakaian. Salah satu andalan Avril Mair adalah gaun mini linen hitam berleher V dari With Nothing Underneath bernama Sloane. Dipadukan dengan sandal jepit, gaun ini cocok dikenakan saat makan siang, sementara tambahan anting berkilau dan rambut yang disisir rapi ke belakang dapat mengubahnya menjadi pilihan sempurna untuk malam hari. Busana yang mudah beradaptasi dari pagi hingga malam selalu menjadi investasi terbaik. Nightgown ringan dari If Only If pun menjadi salah satu pilihan yang tengah digemari musim ini.

Saya bahkan terkadang membawa hanger beludru tipis karena hotel hampir tidak pernah menyediakan gantungan yang cukup, terutama untuk rok.

Lalu, Pilih Item Favorit yang Menjadi Andalan
Bawalah pakaian yang benar-benar membuat Anda merasa percaya diri. Bagi Avril, item tersebut adalah rok pesta berhiaskan payet atau ruffle yang dipadukan dengan kaus putih dari COS. Sementara bagi Anda, mungkin berupa atasan bergaya bohemian atau gaun babydoll. Apa pun pilihannya, bawalah pakaian yang paling sering Anda kenakan dan sukai. Menurutnya, tidak perlu membeli lemari pakaian khusus liburan yang hanya digunakan setahun sekali. Cukup kemas koleksi favorit Anda.

6. Cara Mengemas Koper dengan Lebih Efisien

Avril lebih memilih melipat pakaian secara datar daripada menggulungnya. Hanya kaus, pakaian renang, dan sportswear yang diselipkan ke ruang kosong karena tidak mudah kusut. Sepatu disimpan di dalam dust bag, sementara pakaian dalam dimasukkan ke packing cube agar mudah langsung dipindahkan ke laci hotel. Salah satu perlengkapan favoritnya adalah enam kantong jaring transparan dari Arket yang memudahkan penyimpanan perlengkapan mandi dan kosmetik. Ia juga kerap membawa hanger beludru tipis agar pakaian tetap rapi selama menginap. Terakhir, handheld steamer Tefal Pop Steamer selalu ikut masuk ke dalam koper. Menurutnya, pakaian akan selalu terlihat lebih baik ketika bebas kusut.

Sandal bertumit memang cantik, tetapi bukan pilihan terbaik di cuaca 36 derajat.

7. Jangan Lupakan Topi

Banyak orang menganggap topi musim panas sulit dibawa bepergian. Memang ada klip magnet yang memungkinkan topi digantung di tas, tetapi penyimpanannya di kabin pesawat sering kali merepotkan. Solusinya adalah memilih topi yang dapat dilipat atau mudah dibentuk kembali. Topi canvas fisherman dari Loewe menjadi salah satu favorit untuk tampilan pantai yang elegan, sementara H&M juga menawarkan topi bucket jerami yang praktis dan terjangkau.

8. Kurangi Sepatu Bertumit

Kecuali fishnet flats, Avril menyarankan untuk meninggalkan sandal bertumit tinggi di rumah. Dalam cuaca panas, pilihan terbaik adalah sepasang Birkenstock, sandal jepit untuk pantai, dan sandal kulit minimalis yang bisa dikenakan ke berbagai kesempatan. Jika liburan berlangsung hingga dua minggu, Anda dapat menambahkan satu pasang lagi. Selebihnya, tidak perlu.

9. Selalu Siapkan Satu Pilihan untuk Acara Tak Terduga

Pengalaman menghadiri fashion week mengajarkan Avril bahwa undangan makan malam formal sering kali datang tanpa diduga. Hal serupa mungkin jarang terjadi saat liburan, tetapi ia tetap selalu membawa satu gaun terbaik untuk berjaga-jaga. Jika tidak terpakai, gaun tersebut setidaknya bisa dikenakan saat makan malam di malam terakhir liburan.

Berikut delapan perlengkapan perjalanan andalan Avril Mair yang selalu ada di dalam kopernya:

Foto: Courtesy BAZAAR US
Dari Kiri ke Kanan: WNU Sloane dress, Tefal handheld clothes steamer, If Only If cotton dress

Foto: Courtesy BAZAAR US
Dari Kiri ke Kanan: Loewe fisherman hat, H&M straw bucket hat, Arket travel organisers


Foto: Courtesy BAZAAR US
Simone Rocha midi skirt


Foto: Courtesy BAZAAR US
Xero sandals

BACA JUGA: 

Mengikuti Keseruan Perjalanan Pemotretan Harper’s Bazaar Indonesia ke Nepal

Mengungkap Fenomena Wisata Ekstrem

(Penulis: Avril Mair; Artikel ini disadur dari: BAZAAR US; Alih bahasa: Kirana Anindya; Foto: Courtesy of BAZAAR US)