Dalam ajang Watches and Wonders 2026, Chanel menghadirkan rangkaian koleksi jam tangan yang tidak hanya menonjolkan inovasi teknis, tetapi juga narasi kreatif yang kuat. Tahun ini, presentasi Chanel terasa seperti sebuah perjalanan, dimulai dari konsep yang playful hingga mencapai puncak haute horlogerie.
BACA JUGA: Chanel Soroti Revolusi Dalam Dunia Horologi Melalui J12
The Chessboard
Sorotan utama datang dari lini Coco Game, yang dikembangkan di bawah arahan Arnaud Chastaingt. Melalui koleksi ini, Chanel mengeksplorasi dunia permainan sebagai inspirasi desain, menghadirkan pendekatan yang lebih konseptual dan artisik. Pusat dari koleksi ini adalah sebuah chessboard atau papan catur yang menjadi masterpiece. Dalam interpretasi ini, Gabrielle Chanel hadir sebagai figur Queen, dengan waktu yang tersembunyi di dalam bidak tersebut. Papan catur ini dibuat sebagai objek seni horologi, lengkap dengan bidak-bidak yang merepresentasikan Chanel seperti lion, couture bust, dan Vendôme column, serta penggunaan material seperti keramik, emas, dan berlian.
Dari kiri: Gabrielle Watch, Première Coco Game Ring, Coco Game Long Necklace
Selain chessboard tersebut, Coco Game juga menghadirkan berbagai high jewellery watches. Di antaranya adalah Gabrielle Watch dengan figur Mademoiselle dalam balutan tweed berlian, Coco Game Long Necklace dengan interpretasi pixelated yang terinspirasi dari dunia video game, serta Première Coco Game Ring yang menghadirkan konsep secret watch dalam bentuk cincin.
Koleksi Nœud de Camélia
Masih dalam semangat eksplorasi, Chanel juga memperkenalkan koleksi Nœud de Camélia, yang mengangkat bunga camélia sebagai simbol ikonis Chanel. Koleksi ini terdiri dari beberapa cuff watch dan ring, termasuk pièce unique dengan berlian besar yang menyembunyikan dial di balik desainnya, mempertegas pendekatan Chanel dalam mengaburkan batas antara perhiasan dan jam tangan.
Dari kiri: J12 X-Ray Coco Game, Coco Game Charms, J12 Coco Game
Di sisi yang lebih teknis, lini J12 kembali diperluas dengan berbagai model baru. Salah satu yang paling menonjol adalah J12 X-Ray Coco Game, jam transparan dengan sapphire crystal dan Caliber 3.1 yang memperlihatkan kompleksitas movement secara terbuka. Selain itu, hadir pula J12 Coco Game dengan elemen pixelated pada dial, serta versi Charms yang menghadirkan figur Mademoiselle dalam bentuk mini.
Dari kiri: J12 Diamond Tourbillon Caliber 5, J12 28mm Diamonds, J12 Matte Blue Ceramic, J12 Golden Black
Chanel juga memperkenalkan J12 Diamond Tourbillon Caliber 5, sebuah jam haute horlogerie dengan flying tourbillon yang dihiasi berlian, serta J12 28 mm Diamonds yang tampil sebagai interpretasi penuh kilau dalam ukuran lebih kecil. Tidak ketinggalan, lini J12 diperbarui dengan warna baru matte blue ceramic dalam ukuran 38 mm dan 33 mm, serta eksplorasi ukuran baru 28 mm dan 42 mm, termasuk varian Golden Black dan Superleggera yang lebih sporty.
Koleksi Première
Sementara itu, lini Première hadir dengan beberapa interpretasi baru, seperti Ribbon Diamonds dengan balutan berlian, Iconic Chain Golden Brown dengan nuansa hangat, serta Ribbon Red yang tampil berani dalam warna merah khas Gabrielle Chanel. Koleksi ini tetap mempertahankan siluet oktagonal yang terinspirasi dari botol Chanel No. 5, sekaligus memperluas ekspresinya melalui material dan warna.
Dari kiri: Mademoiselle Privé Bouton Lion Ring, Mademoiselle Privé Bouton Lion Necklace
Eksplorasi artistik juga terlihat dalam lini Mademoiselle Privé Bouton Lion, yang menghadirkan jam tersembunyi dalam bentuk lion button. Hadir dalam format necklace dan ring, koleksi ini menonjolkan craftsmanship tinggi melalui ukiran dan pemasangan batu yang detail.
Monsieur Lion Tourbillon Black Edition
Sebagai penutup, Chanel menghadirkan Monsieur Lion Tourbillon Black Edition, sebuah jam dengan Caliber 5.1 yang dilengkapi flying tourbillon dan ukiran kepala singa pada mekanismenya. Diproduksi terbatas, model ini menjadi representasi tertinggi dari kemampuan teknis Chanel Watchmaking Creation Studio.
Melalui kehadirannya di Watches and Wonders 2026, Chanel menunjukkan spektrum penuh dari dunia horologinya. Dari chessboard konseptual hingga jam dengan komplikasi tinggi, koleksi tahun ini menegaskan bahwa waktu bagi Chanel bukan hanya soal fungsi, tetapi juga medium ekspresi yang terus berkembang.
BACA JUGA:
Chanel 25 Hadir Mencuri Perhatian Melalui Kampanye Terbaru
Konsep Modernitas yang Subtil di Show Chanel
(Penulis: Devon Satrio)
