Ada kenyamanan tersendiri saat menghadiri peragaan busana Marc Jacobs. Sejak pandemi, ia rutin menggelar presentasi antarmusim pada akhir Juni dan awal Februari, selalu di New York Public Library atau Park Avenue Armory. Pertunjukan selalu dimulai tepat waktu, para model melangkah cepat menyusuri runway panjang, dan tidak pernah ditutup dengan finale.
BACA JUGA: Olivia Rodrigo Kenakan Mantel Pink Marc Jacobs saat di Lokasi Pemotretan
Malam kemarin, saat Marc Jacobs mempersembahkan koleksi Spring/Summer 2027, hampir semua tradisi itu tetap dipertahankan. Satu-satunya perbedaan hanyalah goodie bag kuning Marc Jacobs Beauty yang telah tersedia di setiap kursi, menyusul peluncuran kembali lini kecantikan tersebut pada musim semi tahun ini. Meski format presentasinya terasa akrab, setiap koleksi Marc Jacobs selalu lahir dari percikan kreativitas yang mengingatkan publik mengapa ia menjadi salah satu sosok paling berpengaruh dalam mendefinisikan gaya yang berbeda di Amerika. Koleksi kali ini, melalui permainan color blocking yang dinamis dan siluet yang mengikuti lekuk tubuh, tetap menghadirkan energi tersebut. Namun, di saat yang sama, koleksi ini juga terasa sebagai perjalanan kembali menuju akar desain Marc Jacobs, sebuah penghormatan terhadap elemen-elemen dasar sportswear yang terus ia eksplorasi selama empat dekade terakhir.
Tampilan pertama menghadirkan celana panjang ramping berpinggang tinggi yang dipadukan dengan kemeja berkancing klasik. Namun, kedua item tersebut dibuat menggunakan material transparan berkilau yang terinspirasi dari pakaian olahraga, dikenakan bersama stocking dan tank top berlapis. Syal foulard melingkar di leher, sementara sabuk bergaya rantai berbahan lucite menjadi aksen pada bagian pinggang.
Alunan instrumental “Arise” karya Isobel Waller-Bridge mengiringi suara hak stiletto tinggi yang bergema di lantai marmer New York Public Library. Dua model berikutnya tampil dengan siluet serupa dalam kombinasi warna berbeda, lengkap dengan riasan natural serta rambut belah tengah yang disisir rapi. Eksplorasi material transparan berlanjut melalui hot pants berpotongan pendek, jaket empat saku, hingga rok plisket bermotif polkadot. Semuanya menggunakan material bertekstur plastik yang sama, termasuk slip dress feminin yang dipadukan dengan sabuk rantai dari perpaduan berbagai material.
Ketika meninggalkan eksplorasi transparansi, Marc Jacobs menghadirkan sederet jaket formal yang mengingatkan pada karya Yves Saint Laurent era 1970-an. Detail bordir bergelombang menyerupai ular berpadu dengan kancing kaca berbentuk bulat, kemudian dipadukan hanya dengan bodystocking. Hasilnya menghadirkan nuansa glamor yang mengingatkan pada Grace Jones di masa lalu, atau Zendaya pada era sekarang.
Marc Jacobs juga kembali mengeksplorasi gagasan dari koleksi sebelumnya melalui rok mini berstruktur dengan detail lipit pinggul yang dramatis serta garis leher strapless khas awal tahun 2000-an. Peragaan berdurasi lima menit yang menampilkan 31 tampilan tersebut ditutup dengan tiga interpretasi berbeda dari gaun mini berhias rumbai tebal.
Dalam catatan koleksi, Marc Jacobs menyebut Yves Saint Laurent sebagai salah satu sumber inspirasi utama musim ini, bersama permainan warna berani dari koleksi Spring 1996 karya Junya Watanabe. Ia juga kembali mengangkat referensi yang telah lama menjadi bagian dari perjalanan kreatif, yaitu estetika dan koreografi film All That Jazz karya Bob Fosse, terutama melalui penggunaan bodystocking dan stocking. Namun, referensi paling emosional musim ini justru berasal dari koleksi Marc Jacobs sendiri, yakni Spring 1998. Tahun tersebut menandai awal perannya sebagai Creative Director Louis Vuitton. Pada saat yang sama di New York, ia mempersembahkan salah satu koleksi terbaik sepanjang karier, sebuah interpretasi sportswear Amerika yang sederhana, elegan, dan terasa sangat modern.
Melalui koleksi tersebut, Marc Jacobs mengubah rok feminin dan seragam sekolah menjadi busana yang dapat dikenakan siapa saja sekaligus diinginkan banyak orang. Tank top transparan berwarna blueberry dipadukan dengan celana longgar, gaun koktail berlipit accordion, hingga blazer berkancing tunggal dengan lengan sedikit lebih pendek menjadi beberapa tampilan ikonis. Selama ini dunia mengenal Marc Jacobs melalui pertunjukan spektakuler dan pendekatan desain yang penuh imajinasi. Namun, di balik itu semua, ia selalu memahami pentingnya nuansa halus serta intuisi dalam proses kreatif. Kedua sisi tersebut, antara ekspresif dan subtil, masa lalu dan masa kini, berpadu sempurna dalam koleksi Spring/Summer 2027 ini.
Industri mode saat ini gemar membicarakan konsep new classics. Banyak desainer berlomba memperbarui sportswear klasik atau menginterpretasikan kembali estetika preppy maupun gaya feminin untuk generasi baru yang memiliki rentang perhatian lebih singkat. Sebagian berhasil, sebagian masih mencari bentuk terbaik. Namun, Marc Jacobs kembali menunjukkan bahwa ia tetap menjadi salah satu sosok paling piawai dalam mengembangkan warisan tersebut tanpa kehilangan identitas.
Di balik koleksi yang mengajak publik melihat kembali keindahan dalam hal-hal sederhana, Marc Jacobs juga tengah memasuki babak baru dalam perjalanan bisnis. Selain meluncurkan kembali Marc Jacobs Beauty, ia baru saja menjual perusahaan kepada WHP Group dan G-III setelah mengakhiri kemitraan panjang bersama LVMH. Karena itu, meski pertunjukan terasa familier, koleksi ini sejatinya menjadi simbol langkah baru menuju masa depan.
Dalam catatan koleksi, Marc Jacobs turut menyampaikan pesan menyentuh bagi setiap orang, pengalaman, dan momen yang membentuk perjalanan hidup serta karier.
“Berkarya sebagai bentuk rasa syukur merupakan wujud ekspresi diri yang paling jujur bagi saya. Dalam setiap kesempatan, saya berharap dapat membalas semua orang, pengalaman, dan momen yang telah membentuk diri saya dengan menghadirkan sedikit cahaya, kilau, warna, keindahan, serta sukacita. Merekalah benang-benang tak kasatmata yang memberi struktur dalam kehidupan saya.”
Sebuah pesan yang tulus untuk mengiringi koleksi yang sama tulusnya.
BACA JUGA:
10 Merek Tas Branded Menengah yang Wajib Anda Koleksi di 2025
Sofia Coppola Akan Menyutradarai Film Dokumenter tentang Marc Jacobs Berjudul Marc by Sofia
(Penulis: Brooke Bobb; Artikel ini disadur dari: BAZAAR US; Alih bahasa: Devon Satrio; Foto: Courtesy of BAZAAR US)
