Hubungan antara desain, budaya, dan alam selalu berjalan beriringan di Desa Potato Head Bali. Tidak hanya terlihat melalui arsitektur dan pengalaman yang dihadirkan, tetapi juga melalui berbagai objek yang dibuat dengan perhatian ekstra pada material dan proses.
BACA JUGA: Dioriviera 2026 Hadir dengan Nuansa Mediterania dalam Interpretasi Baru Jonathan Anderson
Pendekatan tersebut menjadi dasar The Seeds of Life, Collection 004 dari Potato Head. Koleksi ini terinspirasi dari siklus pertumbuhan dan pembaruan, sebuah gagasan yang diterjemahkan melalui serat organik, pewarna alami, dan simbol-simbol visual yang berakar pada tradisi Indonesia.
Warna-warnanya berasal dari kulit mangrove, buah jolawe, dan tunjung, bahan yang telah lama digunakan dalam praktik tekstil Nusantara. Karena prosesnya berlangsung secara alami, setiap potongan memiliki karakter yang sedikit berbeda.
Aksara Bali dan motif Parang kemudian hadir sebagai bagian dari bahasa visual koleksi ini. Simbol “Seeds of Life” muncul sebagai detail bordir yang menjadi penandanya.
Di bawah arahan Lisa Yamai yang sebelumnya memimpin arah kreatif dari brand Snow Peak, koleksi ini berkembang menjadi rangkaian printed tees, kemeja, shorts, beachwear, hingga outerwear musiman yang dibuat bersama para perajin lokal.
Salah satu elemen yang paling menarik dari koleksi ini adalah penggunaan teknik tenun ikat Bali. Dalam proses ini, benang diwarnai terlebih dahulu sebelum ditenun menjadi motif. Hasilnya adalah kain dengan karakter yang tidak pernah benar-benar sama.
Teknik inilah yang kemudian menjadi dasar kolaborasi bersama Journal Standard. Label asal Jepang tersebut menerjemahkannya ke dalam dua potong busana berupa kemeja dan celana. Siluetnya ringan, sederhana, dan sangat dekat dengan pendekatan gaya khas Jepang yang fungsional dan bersih.
Koleksi ini turut menampilkan Mariana Renata bersama Viknes Waren, dua figur yang merepresentasikan identitas yang berakar di Indonesia namun tetap memiliki pandangan yang global.
Melalui kolaborasi ini, tenun ikat Bali hadir dalam konteks yang berbeda tanpa kehilangan karakter asalnya. Sebuah teknik tradisional Indonesia yang terus bergerak, menemukan bentuk baru, dan tetap membawa cerita tentang tempat di mana ia berasal.
BACA JUGA:
Tod's Buka Butik Pertamanya di Indonesia
Loewe Perfumes Perluas Jejak di Indonesia dengan Butik Perdana di Plaza Indonesia
(Penulis: Devon Satrio; Edited by JM)
