Setiap musim panas, Dior selalu kembali pada gagasan tentang perjalanan. Namun bukan sekadar tentang destinasi, melainkan bagaimana sebuah suasana perlahan dibangun melalui koleksi, ruang, hingga detail-detail kecil yang menghidupinya.
BACA JUGA: Di Dior, Jonathan Anderson Merayakan Couture dengan Sentuhan Seni
Dioriviera selama ini memang selalu bergerak di antara fashion, pelesir, dan art de vivre. Ada dunia musim panas yang terasa konsisten di dalamnya, mulai dari garis-garis seaside, cahaya pesisir, hingga lanskap yang mengingatkan pada liburan di tepi laut Mediterania.
Dioriviera 2026 di Sanya Swire, China
Tahun ini, Dioriviera hadir dengan interpretasi baru dari Jonathan Anderson, yang untuk pertama kalinya merancang koleksi musim panas tersebut sejak mengambil posisi sebagai creative director Dior.
Pendekatan yang dipilih Jonathan terasa lebih tenang. Alih-alih menghadirkan dunia resort yang terlalu eksplisit, ia membangun suasana musim panas melalui elemen-elemen yang terasa lebih subtil. Perahu layar, detail pita, garis-garis musim panas, hingga warna-warna lembut hadir dalam berbagai butik dan instalasi Dioriviera di sejumlah kota dunia.
Dioriviera 2026 di Nammos Mykonos, Yunani
Di butik legendaris 30 Montaigne di Paris, suasana tersebut diterjemahkan melalui berbagai elemen dekoratif yang mengingatkan pada objek-objek musim panas di pesisir. Sementara di lokasi lain, dunia Dioriviera dibangun melalui layar bergaris, furnitur rotan, area outdoor, hingga instalasi perahu yang memperkuat nuansa perjalanan musim panas.
Dioriviera tahun ini hadir mulai dari Paris, Capri, Ibiza, Mykonos, Bodrum, Saint-Tropez, hingga Portofino dan Seoul. Masing-masing lokasi menghadirkan atmosfer yang berbeda, namun tetap berada dalam dunia visual yang sama.
Dioriviera 2026 di Taichung FE21, Taiwan
Beberapa destinasi juga menghadirkan pengalaman yang lebih personal. Dior memperkenalkan Riviera boats di sejumlah lokasi tertentu, sementara di Capri hadir perahu yang terinspirasi dari gozzo, kapal nelayan tradisional Italia. Di Hotel Cipriani, Venesia, suasana tersebut diterjemahkan melalui Dior-branded motorboat dan Fiat 500 cocktail bar.
Nuansa pesisir tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam koleksi perempuan melalui motif floral Dior Arabesque, rok bernuansa pastel, sailor stripes, hingga crochet cardigan yang terasa ringan. Tekstur rafia dan detail charm berbentuk es krim semakin memperkuat kesan musim panas yang playful tanpa terasa berlebihan.
Dioriviera 2026 di Cipriani, Italia
Untuk koleksi pria, Jonathan memilih pendekatan yang lebih santai lewat flowing shirts, shorts, bucket hat, boat shoes, hingga sandal Dior Rivage. Siluetnya terasa ringan, namun tetap mempertahankan dunia musim panas Dior yang polished dan terkontrol.
Pendekatan tersebut juga meluas hingga ke art de vivre. Motif Dior Arabesque hadir pada berbagai homeware seperti piring, cangkir, notebook, cushion, parasol, hingga deckchair yang ditempatkan di berbagai lokasi Dioriviera tahun ini.
Dioriviera 2026 di Shanghai Qiantan, China
Melalui Dioriviera, Dior kembali memperlihatkan bagaimana fashion tidak hanya bergerak melalui koleksi, tetapi juga melalui suasana, ruang, dan detail-detail kecil yang perlahan membangun dunia musim panasnya sendiri.
BACA JUGA:
19 Brand Fashion hingga Beauty Unjuk Inovasi di Milan Design Week 2026
Tas Book Tote Terbaru Dior yang Terinspirasi dari Novel-Novel Klasik
(Penulis: Devon Satrio)
- Tag:
- Dior
- Dioriviera 2026
