Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

Perkenalkan Sneakerina: Tren Sepatu Baru Perpaduan Ballet Flats dan Sneakers

Sneakerina merupakan perpaduan menarik antara ballet flat yang feminin dan sneakers yang sporty.

Perkenalkan Sneakerina: Tren Sepatu Baru Perpaduan Ballet Flats dan Sneakers
Foto: Simone Rocha Autumn/Winter 2025, Courtesy of Victor Virgile//Getty Images

Ballet flat, sepatu khas era Y2K yang pernah mendominasi gaya tahun 2000-an, kini kembali mencuri perhatian dunia fashion. Jika tahun lalu sepatu ballet bermaterial jaring dari Alaïa sempat menjadi tren besar, hingga banyak versi tiruannya bermunculan di berbagai brand high-street, musim ini muncul versi baru yang tak kalah menarik, perkenalkan Sneakerina.

Courtesy of Michael Stewart

Sneakerina adalah perpaduan menarik antara ballet flat yang feminin dan sneakers yang sporty. Kedengarannya seperti perpaduan yang aneh bukan? Namun, sepatu ini terlihat sangat make sense. Dengan tetap mempertahankan kesan manis dari ballet flat, sepatu ini memiliki bentuk membulat yang lembut dan detail pita kecil di bagian depan. Tapi yang membuatnya tampil beda adalah tambahan tali menyilang ala sneakers yang memberi kesan lebih kasual dan playful. Kombinasi ini bikin sneakerina terasa menjadi interpretasi segar dan tidak membosankan, cocok dipakai untuk gaya santai yang tetap kelihatan chic tanpa usaha berlebihan.

Courtesy of Alessandra Viero//Gorunway.com

Sebagaimana namanya, sneakerina adalah gabungan dari kata "sneaker" dan "ballerina". Sepatu ini merupakan bentuk baru dari frankenshoe, yakni istilah untuk sepatu hybrid yang kini menjadi favorit di kalangan pencinta mode. Pertama kali terlihat di panggung peragaan musim Fall/Winter 2025, sneakerina langsung menarik perhatian para pecinta mode di dunia. Simone Rocha, desainer yang dikenal sebagai pencetus tren ballet flats dua tahun belakangan ini, menampilkan desain low-top berbahan satin dengan tali pita mengilap, dilengkapi ujung membulat dan aksen lipit seperti sepatu balet klasik.

Selanjutnya, salah satu kolaborasi paling ikonis dalam tren ini juga datang dari Cecilie Bahnsen dan merek olahraga Asics. Cecilie Bahnsen, desainer asal Denmark dengan ciri khas gaun yang dreamy dan romantis, merancang sepatu lari yang tetap terlihat feminin dan manis. Koleksi hasil kolaborasi ini bahkan ludes dalam 10 menit saat dirilis, dan kini beberapa pasangnya dijual kembali dengan harga tiga kali lipat dari harga aslinya yang sebesar £200.

Tren sneakerina juga diadopsi Puma lewat interpretasi barunya yang sekarang ini sedang digandrungi Gen Z, yaitu sepatu Speedcat mereka. Awalnya diluncurkan pada tahun 1999, Speedcat mendapatkan nafas baru lewat desain bergaya ballet untuk tahun 2025. Sepatu ini menjadi alternatif baru setelah pamor Adidas Samba menurun drastis, yang dianggap para fashion enthusiast bahwa kini sepatu yang dibilang "mainstream" tersebut sudah kehilangan pesonanya. Versi terbaru Speedcat tampil dengan inspirasi dari arsip sepatu balet, yaitu tali elastis yang sudah dijahit rapi dan lapisan akhir berbahan suede.

Foto: Wales Bonner spring 2025 Menswear, Courtesy of Umberto Fratini//Gorunway.com

Wales Bonner pun tak mau ketinggalan dengan menghadirkan sneakerina versi pria. Versinya tetap menampilkan siluet membulat khas sepatu balet, namun dipadukan dengan detail tali ala Mary Jane, memberikan kesan halus namun tetap berani, menghasilkan tampilan yang distingtif.

Courtesy of Louis Vuitton

Menutup tren ini, rumah mode asal Prancis, Louis Vuitton juga merilis sneakerina versi rumah modenya sendiri. Desain ini menggabungkan siluet balet klasik dengan nuansa sporty yang penuh luks, lengkap dengan motif monogram ikonis khas rumah mode tersebut.

Kembalinya ballet flat dalam wujud baru yang lebih modern dapat menjadi bukti bahwa dunia fashion terus bergerak maju, namun tetap menghargai dan menghormati gaya klasik yang sudah kita kenal lama. Sneakerina pun jadi contoh nyata, perpaduan manis antara gaya feminin dan sporty yang terasa pas untuk berbagai tampilan. Desainnya yang simpel, kontemporer, tanpa kehilangan karakternya, menjadikan sepatu ini rasanya akan menjadi favorit banyak orang musim ini.