Motif bunga kaleidoskopik, kotak windowpane, garis pelangi, hingga polka dot klasik, tentu bukan untuk wallpaper kamar tamu Anda (siapa yang bisa tidur di tengah suasana se-ekstrovert itu?), melainkan deretan pola yang mendominasi runway spring/summer 2026. Alih-alih netral yang “aman”, atau bahkan tampilan serba hitam, konsep “printmaxxing” kini mulai jadi sorotan.
BACA JUGA: 10 Tren Sandal yang Siap Mengambil Alih Musim Ini
Bukan sekadar mengenakan print, tetapi bagaimana Anda memadukannya yang jadi kunci musim ini (itulah makna “maxxing”). Entah dengan mencampur dua motif kontras, atau memilih satu busana yang begitu mencuri perhatian hingga menciptakan “keramaian visual” dengan sendirinya.
Carrey Mulligan Mengenakan Dries Van Noten
Carey Mulligan tampil dengan gaya printmaxxing di red carpet terbarunya, mengenakan Dries Van Noten, label yang hampir pasti identik dengan konsep ini. Gaun strapless tersebut memadukan tiga motif floral: besar, kecil, dan satu lagi dalam bentuk piksel blur yang memberi kesan kelopak, batang, dan daun yang lembut.
Alexa Demie mengenakan Bob Mackie
Di premiere musim ketiga Euphoria, Alexa Demie tampil seperti showgirl modern dalam gaun vintage Bob Mackie dengan garis-garis dramatis ke berbagai arah. Satu garis mungkin terasa biasa, tapi dua menciptakan sesuatu yang baru. Sementara itu, Elle Fanning menghidupkan kembali pinstripe di premiere Margot’s Got Money Troubles, mengenakan setelan dua potong dari Givenchy. Sentuhan “maxxing” hadir lewat styling dengan leather neckerchief yang menyerupai dasi pria dalam warna merah darah, senada dengan lipstiknya.
Elle Fanning mengenakan Givenchy oleh Sarah Burton
Sejumlah brand bisa disebut sebagai “hall of fame” dalam printmaxxing. Dries Van Noten, misalnya, begitu fasih memainkan print hingga memperlakukannya layaknya warna netral. Baik itu polka dot besar, maupun spiral yang terdistorsi. Menambahkan rok scarf-tie bermotif dari brand ini ke wardrobe musim semi Anda? Tanpa sadar, Anda sudah printmaxxing.
Laura Vidrequin Roso, mantan buyer dan brand consultant, mengenakan item tersebut di Paris. “Saya memakainya diikat di pinggang seperti pareo. Saya sangat menyukai piece ini di musim panas dan merasa seharusnya lebih sering terlihat di jalanan,” ujarnya. Untuk atasan, ia memilih knit bergaris vertikal warna tangerine dan burgundy, “yang menyeimbangkan warna serta memecah bentuk geometris di bagian bawah,” jelasnya. “Orang-orang menyukainya. Menurut saya, outfit berwarna itu seperti sapaan hangat untuk teman lama. Terasa seperti mengundang dan penuh kehangatan.”
Issey Miyake Pleats Please juga jadi brand yang patut diperhatikan untuk permainan print yang standout. Celana City College, dengan waistband elastis khas dan tekstur pleats, menggambarkan “landskap urban yang terus berubah, tersusun dari kolase berlapis foto-foto yang diperbesar.”
Bagi banyak label, print adalah inti dari identitas mereka. Di Lovebirds yang berbasis di New Delhi, satu motif bisa memakan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan untuk dikembangkan. “Biasanya dimulai dari ide atau referensi dari sekitar, mulai dari arsitektur, lanskap, hingga tekstur dari tempat yang kami kunjungi. Prosesnya bisa dimulai dari sketsa, fotografi, atau eksperimen craft seperti tie-dye, batik, atau shibori,” ujar pendirinya, Gursi Singh dan Amrita Khanna. Salah satu favorit musim ini adalah garden print, “terinspirasi dari taman tropis Sri Lanka, dengan daun pisang dan bunga lotus tropis, diinterpretasikan dalam hitam putih agar terasa lebih restrained ala Geoffrey Bawa. Dalam banyak hal, ini juga menjadi penghormatan untuk butterfly pond di Lunuganga.”
Jika Anda masih ragu bagaimana menerapkan printmaxxing di keseharian (bukan hanya saat liburan), Vidrequin Roso punya tips praktis. “Mulai dari satu piece, jauh dari area wajah atau leher, lalu bangun dari situ; biasanya lebih mudah memakai print di bagian bawah. Jika Anda mengenakan atasan bermotif, Anda bisa menyeimbangkannya dengan layering kemeja di atasnya,” ujarnya. Jangan juga terlalu dipikirkan. Seperti kata Khanna, “Print itu sebenarnya membebaskan. Memberi energi dan karakter pada outfit tanpa perlu banyak tambahan. Anggap saja print seperti warna dan cara lain untuk mengekspresikan diri.”
Dari kiri ke kanan: Dries Van Noten, Wrap Scarf Shirt; Arket, Cotton Polo Shirt; Pleats Please Issey Miyake, City Collage trousers; Massimo Dutti ,Flowing Shirt with Striped Detailing; Jigsaw, Pinstripe Trousers; & Other Stories, Braided Leather Tote Bag; Sir, Printed Silk Satin Dress; Faithfull, Valeria Polka-dot Linen Straight-leg Brown Capri Pants; Miu Miu, Printed Silk Scarf; Ganni, Shorts in Printed Silk.
BACA JUGA:
Celana Jeans Bewarna Kembali Menjadi Tren
Era Baru Pengganti Logomania yang Sudah Mulai Ditinggalkan
(Penulis: Natalie Hammond; Artikel ini disadur dari: BAZAAR UK; Alih bahasa: Devon Satrio; Foto: Courtesy of BAZAAR UK)
- Tag:
- Tren
- Silk
- Printmaxxing
- Fashion
