Malam tadi di karpet merah Oscar, Demi Moore tampil layaknya seekor burung yang paling memukau yang pernah Anda lihat. Gaun Gucci yang membentuk tubuhnya dipenuhi bulu berwarna hitam dan hijau berkilau yang tersusun rapat di bagian tengah dan mengembang di area leher serta train. Ia tidak sendiri dalam pendekatan bernuansa aviary ini. Nicole Kidman mengenakan gaun merah muda pucat dari Chanel dengan peplum berlapis bulu serta bulu burung unta yang tersebar di bagian bawah rok. Kemudian hadir Teyana Taylor, juga dalam Chanel, dengan gaun yang sepenuhnya dilapisi bulu burung unta hitam dan putih hingga ke bagian train panjangnya. Terakhir, Amy Madigan menerima penghargaan Aktris Pendukung Terbaik dalam jaket Dior dengan payet bulu hitam dan emas.
BACA JUGA: Selebriti Berbusana Terbaik di Oscar 2026
Dari kiri ke kanan: Demi Moore mengenakan Gucci, Nicole Kidman dan Teyana Taylor mengenakan Chanel.
Malamnya di Vanity Fair Oscar Party, tren tersebut berlanjut. Setelah memenangkan kategori Lagu Orisinal Terbaik, Ejae dari KPop Demon Hunters mengenakan tampilan yang langsung diambil dari runway Dior Fall 2026 yang dipresentasikan di Paris awal bulan ini. Gaun sutra drapery-nya tidak hanya dihiasi bulu burung unta, tetapi juga dicetak dengan motif tersebut. Demi Moore mengganti bulu Gucci miliknya dengan versi Balenciaga, kali ini dengan boa dramatis. Olivia Rodrigo mengenakan mini dress Saint Laurent dengan rok bulu burung unta, sementara Jessica Alba memilih gaun hitam berpayet dari Tamara Ralph yang juga dihiasi bulu tebal secara sporadis. Bulu juga tampak muncul dari garis leher jaket Jeremy Pope, menghiasi seluruh gaun PinkPantheress, serta melingkari bagian pinggang gaun Philippine Leroy-Beaulieu.
Dari kiri ke kanan: Ejae dalam Dior, Olivia Rodrigo dalam Saint Laurent, Demi Moore dalam Balenciaga.
Ajang Oscar secara tradisional menutup musim penghargaan dan karenanya menuntut penampilan paling memukau dari para nominasi dan pemenang. Dalam kasus malam tadi, hal itu tampaknya berarti busana malam dengan detail bulu. Namun tren ini sebenarnya tidak mengejutkan (setidaknya bagi mereka yang mengikuti koleksi runway dalam beberapa bulan terakhir).
Untuk Fall 2026, yang dipresentasikan di berbagai negara sepanjang Februari dan Maret, bulu hadir di mana-mana. Michael Kors merayakan ulang tahun ke-45 brand-nya dengan koleksi penuh bulu burung unta yang menghiasi rok, atasan, gaun, hingga outerwear. Di London, Erdem menampilkan outerwear berbulu lembut serta sepatu senada. Di Milan, Prada melapisi sepatu bergaya witchy dengan lapisan bulu tebal. Dan di Paris, bulu muncul dari outerwear Balenciaga serta menghiasi tepi rok, mantel, dan blazer di Dior. Tren ini juga terlihat dalam koleksi Alaïa, Diotima, Etro, Junya Watanabe, Matières Fécales, Valentino, dan Zimmermann.
Fall 2026 (Dari kiri ke kanan): Erdem, Balenciaga, Michael Kors
Beberapa minggu sebelumnya di pekan couture, bulu juga tampil di runway Schiaparelli dan Valentino. Namun burung dalam segala kemegahannya menjadi inspirasi utama koleksi Chanel, termasuk narasi di baliknya. Busana yang ditampilkan memadukan bulu asli dan ilusi visualnya. Manik-manik kecil disusun secara strategis di atas kain sutra kuning untuk menyerupai lapisan bulu. Detail tersebut menghiasi garis leher, manset, dan ujung rok setelan, menjuntai dari train gaun, serta melapisi berbagai material. Matthieu Blazy bahkan mengolah berbagai jenis burung, dari merpati dan gagak hingga spoonbill dan kakatua. “Di sini, burung dipandang sebagai simbol utama kebebasan,” demikian tertulis dalam catatan pertunjukan. Burung menjadi metafora bagi perempuan yang ia rancang, yang bebas terbang kapan pun mereka mau.
Chanel Fall 2026
Bulu merupakan salah satu bentuk dekorasi tertua. Keberadaannya hampir setua pakaian itu sendiri, terutama pakaian sebagai mode yang seperti terlihat pada hiasan kepala tentara Romawi atau kipas dekoratif di Mesir kuno. Pada abad ke-18 dan ke-19, bulu menjadi penanda kekayaan di Eropa Barat. Saat ini, bulu masih melambangkan kemewahan, tetapi dengan penekanan lebih pada keahlian daripada sekadar status. Proses penerapannya pada busana sering kali membutuhkan kerja yang rumit. Di dunia di mana pakaian diproduksi begitu cepat, sering kali mengorbankan kualitas demi kuantitas, sesuatu yang memerlukan waktu dan usaha justru terasa sebagai definisi kemewahan sejati.
Secara ironis, kita juga melihat gelombang minimalisme mendominasi karpet merah malam tadi. Kesederhanaan dalam mode memang memiliki keunggulannya, tetapi bukan estetika yang mencerminkan keceriaan. Bulu terasa ringan. Mengembang. Bergerak mengikuti angin saat pemakainya berjalan. Di tengah siluet yang sederhana dan tegas malam itu, gaun-gaun berbulu tampak seolah melayang. Mungkin itulah yang diinginkan mode saat ini: kemampuan untuk menumbuhkan sayap dan terbang menjauh dari kepraktisan.
BACA JUGA:
Segala Hal yang Perlu Diketahui tentang Academy Awards 2026
10 Penampilan Kecantikan Terbaik di Oscar 2026
(Penulis: Camille Freestone; Artikel ini disadur dari: BAZAAR US; Alih bahasa: Alisa Putri Ramadhina; Foto: Courtesy of BAZAAR US)
