Timothée Chalamet mungkin baru-baru ini sempat menimbulkan sedikit kontroversi, tetapi tur promosi film Marty Supreme tetap berlanjut.
BACA JUGA: Timothée Chalamet dan Kylie Jenner Tertangkap Kamera Sedang Berada di Lokasi Syuting Podcast Basket
Hari ini, aktor yang dinominasikan Oscar tersebut menghadiri pemutaran perdana film drama bertema olahraga itu di Beijing, di mana ia mengenakan setelan hitam yang sleek, sebuah pilihan yang cukup understated bagi seseorang yang biasanya dikenal dengan gaya berpakaian yang penuh warna.
Penampilan serba hitam Timothée terdiri dari blazer double-breasted yang sedikit oversized dengan detail lapel satin berbentuk peak yang dibiarkan terbuka sehingga memperlihatkan kaus V-neck yang dikenakan di dalamnya. (Dalam setahun terakhir, terlihat jelas bahwa V-neck perlahan kembali menjadi tren dan kini gaya tersebut resmi mendapat persetujuan Timothée.)
Aktor berdarah Prancis Amerika itu melengkapi tampilannya dengan celana tuxedo senada yang dihiasi garis satin di bagian samping. Ia juga menambahkan sentuhan yang sangat khas era 1990-an dengan mengenakan kacamata hitam rectangular tanpa bingkai dari Gucci, menghadirkan kesan seperti Leonardo DiCaprio muda atau Heath Ledger saat berpose di depan kamera.
Pada akhir tahun lalu, Timothée tampaknya masih menjalani promosi film ini dengan gaya khasnya, tampil di karpet merah dengan busana yang mencolok seperti setelan oranye terang dan tas selempang berbentuk dayung, membagikan video-video konyol di media sosial serta secara keseluruhan menjalankan strategi pemasaran film yang cukup tidak biasa.
Namun dalam beberapa minggu terakhir, ia bersama stylist-nya, Taylor McNeill mulai beralih pada pilihan setelan yang lebih halus dan elegan.
Di ajang Actors Awards bulan lalu, Timothée mengenakan setelan khusus dari Prada dengan jaket dan kemeja putih bersih yang kontras dengan celana dan sepatu formal hitam pekat. Ia bahkan membawa ibunya sebagai pasangan ke acara tersebut. Tak lama sebelumnya, ia juga hadir di BAFTA Awards dengan tampilan serba hitam lain yang dibuat khusus oleh Sarah Burton untuk Givenchy.
Mungkin busana paling mencolok yang baru-baru ini ia kenakan adalah setelan berkilau berwarna mocha yang juga dibuat oleh Sarah untuk Givenchy yang ia debutkan di pemutaran perdana Marty Supreme di Paris pada 4 Februari.
Namun dengan kemungkinan meraih Oscar yang semakin dekat, mungkin Timothée sedang mencoba mengubah estetika gayanya menjadi sesuatu yang lebih lembut, setidaknya untuk sementara waktu. Sayangnya, jika aktor tersebut benar-benar menang, momen itu mungkin akan sedikit tertutupi oleh komentar terbarunya yang viral dari sebuah wawancara yang ia lakukan bersama Matthew McConaughey.
Saat keduanya berdiskusi mengenai film dan apa yang membuat penonton datang ke bioskop, Timothée melontarkan komentar yang terdengar seperti bercanda mengenai bentuk seni klasik, khususnya balet dan opera yang menghasilkan lebih sedikit uang dan menarik penonton lebih kecil dibandingkan film.
Komentar tersebut muncul ketika ia membahas bagaimana film seperti Frankenstein membuktikan bahwa penonton masih akan datang untuk menikmati narasi yang lebih bernuansa. Namun ia juga menambahkan bahwa penonton sering kali ingin terhibur dengan lebih cepat.
“Saya mengagumi banyak orang dan saya sendiri pernah melakukannya, yang datang ke talk show dan berkata, ‘Hei, kita harus menjaga bioskop tetap hidup. Kita harus menjaga genre ini tetap ada,’” kata Timothée. “Dan ada bagian dari diri saya yang merasa bahwa jika orang ingin menontonnya, seperti Barbie atau Oppenheimer, mereka akan pergi menontonnya dan berusaha mencarinya serta membicarakannya dengan bangga. Dan saya tidak ingin bekerja di dunia balet atau opera atau hal-hal seperti itu yang seolah berkata, ‘Hei, tolong pertahankan ini tetap hidup.’ Padahal sebenarnya seperti, ‘Tidak ada yang peduli lagi dengan ini.’”
Tak lama kemudian, Timothée tampak menyesali pilihan kata-katanya dan segera menambahkan, “Segala hormat untuk para pelaku balet dan opera di luar sana. Saya mungkin baru saja kehilangan 14 sen dalam jumlah penonton. Saya menyerang tanpa alasan.”
Komentar tersebut dengan cepat menjadi viral dan sejak itu Timothée menerima kritik dari berbagai anggota komunitas seni yang disebutkannya, mulai dari para penampil hingga para patron yang berpendapat bahwa komentarnya kurang dipikirkan dengan matang. Terlebih lagi, ia sendiri berasal dari keluarga dengan latar belakang panjang sebagai penari profesional.
Karena itu, terasa cukup ironis untuk membayangkan bahwa setelan black-tie yang baru saja ia kenakan ini justru akan terlihat sangat cocok dipakai saat menghadiri pertunjukan opera. Namun sepertinya ia tidak akan pernah benar-benar mengetahuinya.
BACA JUGA:
Panduan Lengkap Pemeran dan Karakter dalam Film Marty Supreme
(Penulis: Joel Calfee; Artikel ini disadur dari: BAZAAR US; Alih bahasa: Alisa Putri Ramadhina; Foto: Courtesy of BAZAAR US)
