Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

Luna Maya dan Cinta Laura Dukung Pemulihan Aceh Bersama WWF-Indonesia

Kolaborasi kemanusiaan untuk pemulihan pascabencana berkelanjutan di Aceh.

Luna Maya dan Cinta Laura Dukung Pemulihan Aceh Bersama WWF-Indonesia
Layout: Adzki Asakiinah

Banjir dan longsor yang melanda kawasan DAS Krueng Peusangan pada November 2025 meninggalkan luka yang tak mudah dipulihkan bagi masyarakat Aceh Tengah dan Bener Meriah. Luapan sungai yang tak terkendali memicu erosi besar-besaran, merusak rumah warga, jembatan penghubung, jalan desa, hingga fasilitas air bersih yang menjadi kebutuhan dasar sehari-hari. Di beberapa titik, aliran sungai bahkan berubah arah, melintasi wilayah yang sebelumnya merupakan permukiman. Lanskap yang dulu akrab kini terasa asing. Hingga hari ini, sejumlah keluarga masih bertahan di tenda darurat, sementara anak-anak belajar dalam keterbatasan tanpa meja, tanpa listrik, dan dengan rasa cemas yang belum sepenuhnya sirna. Fase tanggap darurat memang telah terlewati, tetapi tantangan terbesar justru dimulai ketika sorotan perlahan meredup: fase pemulihan pascabencana Aceh.

Pemulihan bukan sekadar membangun ulang tembok yang roboh atau memperbaiki jembatan yang putus. Ia adalah proses panjang untuk mengembalikan akses dasar, menghidupkan kembali mata pencaharian, serta memastikan keamanan ruang hidup masyarakat. Kerusakan lingkungan yang memperparah dampak bencana turut menjadi perhatian penting. Ketika lereng kehilangan vegetasi dan daerah aliran sungai tak lagi terlindungi, risiko bencana serupa akan terus membayangi. Karena itu, pemulihan harus berjalan berdampingan dengan rehabilitasi ekosistem. Aceh tidak hanya membutuhkan infrastruktur baru, tetapi juga fondasi alam yang kembali kuat agar masa depan warganya lebih terlindungi.

Untuk memastikan setiap langkah tepat sasaran, WWF-Indonesia menerjunkan tim lapangan melakukan penilaian awal di 12 desa di wilayah DAS Peusangan. Hasil asesmen menunjukkan empat kebutuhan mendesak yang harus segera ditangani dengan perbaikan infrastruktur vital, penyediaan air bersih yang aman, pemulihan sumber penghidupan warga, serta rehabilitasi lereng secara vegetatif guna mencegah longsor berulang. Data ini menegaskan bahwa pemulihan harus dilakukan secara terintegrasi menghubungkan kebutuhan sosial, ekonomi, dan lingkungan dalam satu kerangka yang berkelanjutan. Lebih dari itu, proses ini juga tentang mengembalikan rasa aman dan menumbuhkan kembali harapan yang sempat runtuh bersama derasnya arus banjir.

Courtesy of WWF-Indonesia

Sebagai bagian dari upaya memperluas dukungan publik, WWF-Indonesia menggandeng Luna Maya dan Cinta Laura dalam gerakan #PeusanganBangkit. Kolaborasi ini bukan sekadar simbol solidaritas, melainkan ajakan nyata agar Aceh tidak berjalan sendiri dalam proses pemulihan. Kehadiran keduanya di lapangan menjadi jembatan antara suara warga dan perhatian publik yang lebih luas. Melalui kampanye ini, masyarakat diajak berpartisipasi, memastikan proses rehabilitasi lingkungan, pemulihan akses dasar, serta perlindungan kelompok rentan terutama anak-anak dapat berjalan konsisten hingga tuntas.

Courtesy of Instagram/Cinta Laura

Kunjungan Cinta Laura pada 13–16 Februari 2026 menjadi pembuka rangkaian aksi kemanusiaan tersebut. Ia menapaki wilayah yang masih menyisakan bekas longsor, berbincang langsung dengan keluarga terdampak, dan duduk bersama anak-anak di sekolah yang fasilitasnya rusak. Di SMP Negeri 22 Takengon, Desa Toweren, serta sekolah dasar di Desa Salah Sirong Jaya dan Desa Uning Mas, Cinta menyaksikan sendiri bagaimana proses belajar mengajar tetap berlangsung di tengah keterbatasan. Ia juga turut menanam pohon sebagai simbol bahwa harapan dapat tumbuh kembali, bahkan dari tanah yang pernah porak-poranda. Baginya, pemulihan adalah perjalanan panjang yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak, bukan sekadar respons sesaat.

"Days like this remind me: what we call inconvenience is someone else’s luxury. Gratitude shouldn’t be occasional, it should be a way of life" - Cinta Laura

Courtesy of WWF-Indonesia

Pesan yang ia sampaikan sederhana namun menggugah seperti kepedulian tidak boleh berhenti ketika perhatian media memudar. Donasi yang telah terkumpul memang membantu, tetapi kebutuhan di lapangan masih besar. Ia mengajak publik untuk terus berkontribusi agar beban hidup warga terdampak dapat diringankan dan proses rehabilitasi berjalan optimal. Seruan ini menekankan pentingnya solidaritas berkelanjutan, terutama dalam konteks pemulihan pascabencana Aceh yang menyentuh aspek sosial sekaligus ekologis. Ketika lingkungan rusak, kehidupan masyarakat pun ikut terancam dan keduanya harus dipulihkan secara bersamaan.

Courtesy of Instagram/Luna Maya

Rangkaian aksi kemudian dilanjutkan oleh Luna Maya pada 16–19 Februari 2026. Ia mengunjungi Desa Karang Ampar dan Bergang yang sempat terisolasi akibat longsor dan putusnya jembatan, serta Desa Simpang Mulia di Kabupaten Bireuen yang terdampak banjir cukup parah. Di sana, ia mendengarkan kisah warga tentang malam ketika air datang tiba-tiba, tentang kebun yang hilang, dan tentang kecemasan yang muncul setiap kali hujan turun. Luna juga mengikuti patroli di koridor gajah Peusangan bersama Tim Pengaman Flora dan Fauna Karang Ampar–Bergang, menegaskan bahwa pemulihan bukan hanya tentang manusia, tetapi juga tentang menjaga ruang hidup satwa liar agar konflik tidak semakin meningkat.

“Hope rebuilds what the storm tried to take” - Luna Maya

Keduanya turut mengunjungi Conservation Response Unit (CRU) Peusangan, berinteraksi dengan gajah jinak yang dilatih untuk mendukung mitigasi konflik manusia–satwa, sekaligus menanam pohon sebagai bagian dari rehabilitasi vegetatif di kawasan rawan. Langkah ini menjadi simbol bahwa Peusangan adalah ruang hidup bersama tempat manusia dan satwa berbagi lanskap yang sama.

Menurut Rusyda Deli, Direktur People, Operations & Growth WWF-Indonesia,

"Tahap pemulihan membutuhkan waktu, sumber daya, dan biaya yang tidak sedikit. Karena itu, dukungan publik menjadi kunci agar warga dapat kembali hidup layak."

Informasi donasi dan partisipasi dapat diakses melalui kanal media sosial Luna Maya, Cinta Laura, dan WWF-Indonesia sebuah undangan terbuka untuk terus menjaga harapan Aceh, hari ini dan di masa depan.

Foto:

Courtesy of WWF Indonesia 

Courtesy of Instagram Cinta Laura

Courtesy of Instagram Luna Maya