Pada 2026, 17 Februari menandai dimulainya Tahun Baru Imlek, sebuah perayaan yang dirayakan di seluruh Asia dan di antara diaspora global. Berkat melimpahnya video di media sosial, perayaan ini juga menjadi sorotan bagi orang-orang yang mungkin tidak memiliki keterkaitan budaya secara langsung. Anda mungkin melihat begitu banyak orang membicarakan fase “melepaskan” yang akan terjadi saat kita mencapai akhir tahun ular dan melesat menuju tahun kuda. Namun, ini bukan sekadar tahun kuda biasa.
BACA JUGA: 15 Aksesori Pilihan untuk Sambut Imlek 2026
Seperti dijelaskan Emma Howarth, penulis dan astrolog, tahun baru imlek didasarkan pada zodiak tiongkok, “yang berputar melalui 12 hewan berbeda (Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Kambing, Monyet, Ayam, Anjing dan Babi), masing-masing merepresentasikan tipe kepribadian dan karakter berbeda, serta lima elemen berbeda (Kayu, Api, Tanah, Logam dan Air). Kita akan segera mencapai akhir tahun ular kayu, yang dimulai pada 29 Januari 2025, yang berarti kuda api menjadi siklus berikutnya.”
Kuda api hanya terjadi setiap 60 tahun sekali dan diasosiasikan dengan gairah yang intens, rasa urgensi serta determinasi diri; kombinasi ini dianggap sebagai salah satu yang paling kuat dalam sistem zodiak dan menjanjikan perubahan besar. Mengingat terakhir kali tahun kuda api terjadi adalah pada 1966, awal periode gejolak sosial besar, cukup masuk akal bila begitu banyak orang di masa penuh turbulensi saat ini mengantisipasi pergeseran besar.
Seperti yang disampaikan Aliza Kelly, astrolog selebritas, penulis dan pembawa acara podcast: “Pada level yang lebih luas, energi tahun mendatang adalah tentang terbangun. Tahun 2026 membawa api inisiasi yang masif: Saturnus memasuki aries untuk pertama kalinya sejak pertengahan 90-an, Neptunus memasuki aries untuk pertama kalinya sejak pertengahan 1800-an (bertepatan persis dengan perang saudara), dan terjadi kalibrasi ulang total terkait identitas, kepemimpinan dan agensi personal. Era penjinakan telah berakhir, dan kini kita siap menyalurkan amarah yang benar menjadi produktivitas.”
Menariknya, kuda api yang dikaitkan dengan kebebasan berekspresi dan individualitas ini bertepatan dengan pergeseran lanskap mode; ketika siklus tren sebelumnya didominasi oleh “quiet luxury”, yang pada dasarnya membuat banyak orang berpakaian dengan cara yang sama, tahun 2026 memberi sinyal perayaan terhadap gaya yang lebih personal. Dari warna secerah cat tembok hingga ruffle berlimpah sampai setelan longgar, para desainer tampak mendorong cara berpakaian yang lebih seru dan eksperimental untuk musim semi/panas tahun ini—sesuatu yang selaras sempurna dengan tahun baru imlek ini.
Apa artinya bagi lemari pakaian Anda? Kami bertanya kepada empat astrolog terkemuka mengenai pandangan dan saran mereka untuk tahun kuda api. Berikut lima arahan gaya yang mereka sarankan…
1/ Kenakan warna-warna bold
“Kita akan memilih warna-warna berani, seperti royal blue, merah scarlet, kuning cerah—warna yang penuh energi dan keberanian,” ujar Lisa Stardust, astrolog yang berbasis di New York. Secara tradisional, merah dikenakan untuk keberuntungan (dan untuk mengusir roh jahat) saat tahun baru imlek, meskipun beberapa astrolog menyarankan bahwa karena kita memasuki tahun berelemen api, mengenakan terlalu banyak merah bisa membuat energi menjadi tidak seimbang.
Jadi, Anda mungkin ingin menyeimbangkan merah dengan rona cerah lainnya, seperti yang terlihat di panggung peragaan Akris, Erdem dan Versace. Tak perlu khawatir jika terlihat bertabrakan warna—Christina Rodenbeck dari The Oxford Astrologer menyatakan: “Warna-warna akan menjadi psikedelik. Pikirkan juga kebebasan bergerak, kebebasan bereksperimen… Siapa peduli jika itu bertabrakan?”
2/ Jadilah eksperimental
Satu hal yang disepakati oleh keempat astrolog yang kami ajak bicara adalah bahwa ini adalah tahun untuk mengeksplorasi gaya personal Anda. “Kita condong pada otonomi dan kebebasan, yang bisa diterjemahkan ke dalam cara kita berpakaian,” kata Lisa. “Gaya personal penting untuk individualitas, jadi itu akan menjadi sesuatu yang kita tekankan.” Aliza setuju: “Tahun kuda cenderung memberi penghargaan pada komitmen terhadap sudut pandang, bukan keseragaman yang terdilusi,” sementara Emma menegaskan bahwa kuda api “mungkin berarti kita akan melihat lebih sedikit konformitas dan lebih banyak eksperimen dalam mode sepanjang Tahun Imlek mendatang.”
Emma menambahkan: “Orang-orang sudah sangat jenuh dengan status quo dan menyesuaikan diri dengan gagasan orang lain tentang apa yang stylish dan tidak. Mungkin hal paling ‘Tahun Kuda’ adalah mengabaikan semua yang baru saja saya katakan dan membuat aturan Anda sendiri?”
Secara praktis, ini bisa berarti bereksperimen dengan warna-warna cerah yang telah disebutkan, atau layering—gaun di atas celana, mungkin—atau sekadar mengenakan busana yang sebelumnya Anda anggap terlalu nyentrik. Seperti saran Christina: “Tunjukkan sisi Anda yang lebih liar, bebas dan eksentrik. Belanja di toko amal dan jangan biarkan siapa pun memberi tahu Anda bagaimana harus berpakaian atau mengekspresikan diri.”
3/ Coba tailoring
Jika Anda benar-benar sudah lelah dengan obsesi mode terhadap loungewear, Tahun Kuda Api akan menjadi kabar baik bagi Anda dan lemari pakaian Anda. Aliza mengatakan kita bisa “mengharapkan dorongan kolektif menuju potongan yang terasa dinamis dan penuh niat, dengan tailoring yang mengomunikasikan kepercayaan diri dan gerak maju. Ada sesuatu yang atletis tentang energi Kuda, tetapi bukan dalam arti athleisure. Ini tentang kekuatan, postur dan tujuan.”
Carilah jaket dengan bahu tegas dan padankan dengan celana atau rok senada; setelan rok saat ini tengah menikmati kebangkitan kembali, jadi Anda bisa memadupadankan set untuk variasi dalam tampilan sehari-hari. Yang terpenting, Tahun kuda api adalah tentang kepercayaan diri dan ketegasan, dan busana tailored adalah cara mudah untuk memproyeksikan energi tersebut, bahkan di hari-hari ketika Anda tidak sepenuhnya merasakannya.
4/ Ambil inspirasi secara literal
Tentu saja, mode telah lama melihat kuda sebagai sumber inspirasi, jadi sekaranglah saatnya merangkul pengaruh equestrian. Kami tidak menyarankan Anda mengenakan jodhpurs dan stirrup sepenuhnya, melainkan memasukkan motif kuda sebagai sentuhan playful. “Menyertakan elemen kecil yang berkaitan dengan kuda dalam gaya Anda tahun ini terasa seperti kompromi yang baik,” kata Emma.
Banyak brand juga telah menciptakan koleksi khusus untuk merayakan Tahun Baru Imlek, termasuk Burberry, Longchamp dan Gucci. Namun, ada pula banyak item bermotif kuda yang dapat dengan mudah menyatu dalam lemari pakaian Anda, mulai dari T-shirt hingga perhiasan.
5/ Abaikan algoritma
Pada akhirnya, jika Anda memasuki Tahun Kuda Api dengan resolusi gaya apa pun, biarlah itu berupa keputusan untuk memilih pakaian yang Anda cintai, bukan potongan yang Anda pikir seharusnya Anda kenakan. “Kuda meningkatkan kesadaran diri seputar otonomi,” kata Aliza. “Pertanyaan seperti, ‘Apakah saya benar-benar memilih ini, atau hanya mengikuti apa yang saya kira diharapkan dari saya?’ akan mengemuka selama 12 bulan ke depan. Anda mungkin merasakan dorongan yang lebih kuat untuk merasa mandiri.”
Kita semua terjebak dalam algoritma masing-masing, terpapar ribuan gambar setiap hari. Meski sebagian tetap memberi inspirasi, konstruksi ini bisa dibilang telah mengarah pada homogenisasi gaya dalam banyak hal. Kita membeli sweater, jeans dan sneakers yang sama; bukan berarti itu hal yang buruk, tetapi kuda api dapat memungkinkan kita untuk keluar dari algoritma dan benar-benar mengeksplorasi apa yang kita sukai dan ingin kita kenakan. Menurut Lisa, “kita akan menjadi lebih percaya diri dan yakin karena kita menjadi versi diri yang paling autentik,” sementara Aliza menegaskan bahwa “keseragaman itu mengekang. Jiwa pada dasarnya kreatif, bebas dan ekspansif: berpakaian sesuai keunikan Anda adalah cara terbaik untuk memaksimalkan energi kuda.”
BACA JUGA:
Wilsen Willim dan EPA Jewel Membingkai Ulang Tradisi Imlek dalam Estetika Kontemporer
Rayakan Imlek dengan Kemewahan di The Dharmawangsa Jakarta
(Penulis: Hannah Banks-Walker; Artikel ini disadur dari: BAZAAR UK; Alih bahasa: Alisa Putri Ramadhina; Edited by GT; Foto: Courtesy of BAZAAR UK)
