Manicure dan pedicure adalah dua jenis perawatan kuku yang kerap ditemui di salon maupun bisa dilakukan di rumah. Meskipun keduanya terdengar mirip, fokus dan tujuan masing-masing perawatan cukup berbeda. Manicure lebih menitikberarkan pada perawatan kuk agar tetap sehat dan rapi. Sementara itu, pedicure fokus pada kuku kaki dan perawatan kulit di sekitar kaki. Memahami perbedaan ini penting bagi pemula agar bisa memilih perawatan yang sesuai, sekaligus menjaga kebersihan dan kesehatan kuku secara optimal.
BACA JUGA: 10 Tren Nail Art Musim Dingin Terbaik yang Dapat Langsung Anda Coba
Perbedaan pada Manicure dan Pedicure
Apa itu Manicure?
Manicure adalah perawatan yang difokuskan pada kuku dan tangan, tujuannya untuk menjaga kebersihan, kesehatan, dan penampilan kuku. Proses perawatan ini umumnya dimulai dengan membersihkan kuku dari kotoran dan sisa cat sebelumnya, lalu kutikula dan kuku dirapikan dengan dipotong dan disesuaikan panjangnya. Setelah itu, kulit tangan dapat dipeeling untuk mengangkat sel kulit mati dan diberi pijatan ringan dengan menggunakan krim atau minyak khusus agar tangan terasa lembut dan rileks.
Ada berbagai jenis manicure yang dapat dipilih sesuai kebutuhan, seperti classic manicure, gel manicure, french manicure, atau nail art. Masing-masing jenis memiliki fokus tambahan, misalnya ketahanan cat yang lebih lama, tampilan estetika tertentu, atau teknik kreatif pada permukaan kuku.
Apa Itu Pedicure?
Meskipun tujuannya persis seperti manicure, pedicure umumnya difokuskan pada kuku dan kaki. Proses pedicure biasanya dimulai dengan merendam kaki dalam air hangat untuk melembutkan kulit kaki dan kuku. Setelah kuku kaki dan kutikula dirapikan dan dipotong, kulit mati pada tumit atau area kasar dihilangkan menggunakan alat khusus. Selanjutnya, pijatan ringan dengan krim atau minyak dilakukan untuk melembapkan dan meningkatkan sirkulasi darah di kaki.
Selain perawatan dasar, terdapat berbagai jenis pedicure yang bisa dipilih, seperti classic pedicure, spa pedicure, gel pedicure, dan seperti manicure, nail art pedicure pun tersedia. Tiap jenis memiliki fokus tambahan, misalnya aroma relaksasi, ketahanan cat yang lebih lama, atau tampilan estetika tertentu pada kuku kaki.
Perbedaan Manicure vs Pedicure
Meskipun keduanya termasuk perawatan kuku, manicure dan pedicure memiliki fokus, proses, dan manfaat yang berbeda. Berikut perbandingannya:
Area Perawatan
- Manicure: Fokus pada tangan dan kuku tangan.
- Pedicure: Fokus pada kaki dan kuku kaki.
Proses Perawatan
- Manicure: Membersihkan kuku, merapikan kutikula, memotong kuku, peeling tangan, pijat (opsional), dan aplikasi cat kuku.
- Pedicure: Merendam kaki, membersihkan kuku dan kutikula, menghilangkan kulit mati, pijat kaki, pelembap, dan aplikasi cat kuku.
Ketahanan dan Frekuensi
- Manicure: Umumnya perlu diperbarui setiap 1–2 minggu, tergantung jenis cat dan aktivitas tangan.
- Pedicure: Bisa diperbarui setiap 2–4 minggu, tergantung pertumbuhan kuku kaki dan aktivitas sehari-hari.
Jenis Tambahan
- Manicure: Classic, gel, French, nail art.
- Pedicure: Classic, spa, gel, nail art pedicure.
Manfaat Manicure dan Pedicure
Manicure dan pedicure bukan sekadar mempercantik kuku, tetapi juga memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan dan kenyamanan tangan maupun kaki. Beberapa manfaat utama meliputi:
- Kebersihan dan Kesehatan Kuku: Membersihkan sisa kotoran, memotong kuku, dan merapikan kutikula membantu mencegah infeksi serta kuku tumbuh tidak rapi.
- Kulit Lebih Lembap dan Lembut: Proses peeling dan pijat menggunakan krim atau minyak menjaga kelembapan kulit tangan dan kaki, sekaligus mengurangi kulit kasar atau kapalan.
- Relaksasi dan Mengurangi Stres: Pijatan ringan selama perawatan memberikan efek relaksasi dan membantu meningkatkan sirkulasi darah.
- Tampilan Kuku Lebih Estetis: Manicure dan pedicure memungkinkan penggunaan cat kuku atau nail art, sehingga kuku terlihat rapi, bersih, dan menarik.
Dengan rutin melakukan perawatan ini, tangan dan kaki tidak hanya tampil menarik, tetapi juga tetap sehat dan terawat.
Tips Melakukan Manicure dan Pedicure
Agar hasil perawatan lebih optimal dan aman, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan, baik di salon maupun di rumah:
- Persiapkan Alat dengan Bersih: Pastikan gunting, pengikir, dan alat lainnya bersih sebelum digunakan untuk mencegah infeksi.
- Rendam dan Lembapkan Kulit: Merendam tangan atau kaki dalam air hangat sebelum perawatan membantu melembutkan kulit dan kuku.
- Jangan Menggosok Kutikula Secara Berlebihan: Membersihkan kutikula sebaiknya lembut agar tidak melukai kulit.
- Pilih Jenis Perawatan Sesuai Kebutuhan: Sesuaikan antara manicure klasik, gel, atau nail art, serta pedicure klasik atau spa dengan kondisi kuku dan kulit Anda.
- Perbarui Perawatan Secara Berkala: Lakukan manicure setiap 1–2 minggu dan pedicure setiap 2–4 minggu agar kuku dan kulit tetap sehat.
- Gunakan Pelembap Setelah Perawatan: Oleskan krim atau minyak untuk menjaga kelembapan kulit dan memperpanjang ketahanan aroma cat kuku (jika ada).
BACA JUGA:
Apakah Builder Gel Benar-Benar Sebanding dengan Hasilnya?
Cara Efektif Menghilangkan Noda kuteks di Baju
(Penulis: Syiffa Pettasere; Layout: Alyanda Khalesya; Foto: Sephora, Chanel; Edited by: SS )
