Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

Kenali Tingkat Ketahanan Parfum untuk Pemakaian Optimal

Eau de Perfume dan Eau de Toilette, yang mana yang aromanya tahan lebih lama?

Kenali Tingkat Ketahanan Parfum untuk Pemakaian Optimal
Layout: Alyanda Khalesha

Sering kali, banyak orang menganggap parfum yang cepat memudar menjadi tanda kualitas yang kurang baik. Padahal, ketahanan parfum tak selalu berkaitan dengan harga, melainkan cara aroma pada wewangian dirancang dan digunakan.

BACA JUGA: 12 Parfum Wanita yang Meninggalkan Jejak dengan Aroma Tahan Lama

Setiap parfum memiliki tingkat ketahanan yang berbeda, disesuaikan dengan konsentrasi, komposisi aroma, serta konteks pemakaiannya. Dalam praktiknya, daya tahan parfum kerap dipengaruhi oleh kadar minyak aroma yang digunakan. Semakin tinggi konsentrasi minyak dalam sebuah wewangian, aroma cenderung bertahan lebih lama dan berkembang secara bertahap pada kulit.

Selain konsentrasi, komposisi aroma juga berperan penting dalam menentukan ketahanan parfum. Aroma segar seperti citrus dan green notes umumnya memberikan kesan ringan di awal, namun lebih cepat menghilang. Sebaliknya, base notes seperti musk, amber, dan kayu-kayuan memiliki karakter yang lebih stabil dan mampu bertahan lebih lama saat diaplikasikan di kulit.

Memahami bagaimana sebuah parfum diformulasikan dan jenisnya menjadi langkah penting dalam memilih wewangian yang sesuai. Salah satu indikator utama yang paling mudah dikenali adalah tingkat konsentrasi minyak aromanya. Berikut penjelasan mengenai jenis parfum berdasarkan tingkat ketahanan aromanya.

Mengenali Tingkat Ketahanan Parfum

Eau de Parfum (EDP)

Eau de Parfum dikenal sebagai salah satu jenis parfum dengan tingkat ketahanan yang relatif tinggi. Konsentrasi minyak aroma umumnya berada di kisaran 15–20 persen, sehingga dirancang untuk memberikan aroma yang lebih tahan lama. Karakternya juga cenderung lebih stabil, dengan perkembangan aroma yang terasa bertahap dari awal hingga akhir.

Daya tahan Eau de Parfum biasanya berkisar antara enam hingga delapan jam di kulit, tergantung pada komposisi aroma dan kondisi kulit penggunanya. Oleh karena itu, EDP sering kali terasa lebih intens dan penuh, namun tidak langsung menyengat. Melainkan berkembang secara perlahan seiring waktu.

Dior J’adore Eau de Parfum - Limited Edition

Eau de Toilette (EDT)

Eau de Toilette memiliki konsentrasi minyak aroma yang lebih ringan dibandingkan Eau de Parfum, umumnya berada di kisaran 5–15 persen. Karakter ini membuat EDT terasa lebih segar dan ringan saat diaplikasikan, sehingga cocok untuk pemakaian sehari-hari, terutama di iklim tropis atau saat beraktivitas tinggi.

Daya tahan Eau de Toilette biasanya berkisar antara tiga hingga lima jam, tergantung pada komposisi aroma, kondisi kulit, serta aktivitas penggunanya. Jenis parfum ini ideal bagi Anda yang menginginkan aroma yang nyaman, mudah dipakai, dan tidak mendominasi, khususnya untuk penggunaan di siang hari atau lingkungan kerja.

L’Occitane Thé Vert Eau De Toilette

Apakah EDP lebih unggul dibandingkan EDT?

Meski kerap dianggap lebih unggul karena daya tahannya, EDT bukan berarti menjadi pilihan yang kurang tepat. Pemilihan jenis parfum idealnya disesuaikan dengan kebutuhan, aktivitas, serta kenyamanan personal. Tidak jarang, ini menjadi alasan mengapa intensitas aroma terasa pas di satu situasi tetapi terasa berlebihan di situasi lain, yang menjadi poin mengapa memahami konteks pemakaian menjadi kunci dalam memaksimalkan fungsi parfum sehari-hari.

Cara Menggunakan Jenis Parfum

Eau de Parfum ideal digunakan pada momen dan aktivitas dengan durasi panjang, seperti acara formal, pertemuan penting, atau kegiatan malam hari. Dengan ketahanan yang lebih stabil, EDP mampu mempertahankan kehadiran aroma tanpa perlu diaplikasikan ulang. 

Sedangkan, Eau de Toilette paling sesuai digunakan untuk aktivitas sehari-hari yang menuntut aroma ringan dan tidak terlalu dominan. Karakternya yang segar membuat EDT ideal untuk pemakaian di siang hari, lingkunga kerja, maupun aktivitas dengan intensitas tinggi. Pemakaiannya pun dapat diulang tanpa terasa berlebihan, sehingga cocok bagi Anda yang menginginkan kesegaran aroma yang konsisten sepanjang hari.

Mengoptimalkan Ketahanan EDP dan EDT dalam Pemakaian

Meskipun EDP dan EDT memiliki karakter ketahanan yang berbeda, keduanya dapat bertahan lebih optimal dengan teknik pemakaian yang tepat. Dengan mengenali kondisi kulit, mengaplikasikan parfum di waktu penyemprotan yang sesuai, contohnya setelah mandi dan di keadaan bersih, berperan penting dalam menjaga aroma tetap seimbang dan bertahan lebih lama sepanjang hari.

Untuk hasil yang lebih maksimal, aplikasikan parfum pada kulit yang telah dilembapkan agar aroma dapat “menempel” lebih baik. Anda dapat mengaplikasikan produk seperti primer parfum atau body lotion agar parfum dapat bertahan lebih lama. Penyemprotan pada titik-titik nadi seperti leher, pergelangan tangan, bagian siku, dan dada, membantu aroma berkembang secara alami. Selain itu, hindari menggosok area yang telah disemprot, karena dapat merusak struktur aroma dan mempercepat penguapan. 

Optimal Habitat Fragrance Enhancing Primer

Jo Malone Poppy & Barley Body & Hand Lotion

Menyesuaikan jumlah semprotan dengan jenis parfum dan konteks pemakaian juga menjadi kunci. EDP umumnya cukup diaplikasikan dalam jumlah terbatas, sementara EDT dapat diaplikasikan ulang sesuai kebutuhan tanpa terasa berlebihan.

BACA JUGA: 

13 Kalender Advent Mewah Terbaik untuk Dibeli Sekarang

9 Parfum Pria Terbaik yang Tahan Lama

(Penulis: Syiffa Pettasere; Layout: Alyanda Khalesya; Foto: Pexels, Dior, L’Occitane, Optimal Habitat, Jo Malone; Edited by: SS)