Puri Indah, sebuah kawasan di Jakarta Barat yang terus tumbuh menjadi pusat bisnis, kuliner, dan gaya hidup, kini kedatangan hotel baru bernama Marqen. Menyebut dirinya sebagai lifestyle luxury hotel pertama di Jakarta, properti ini mulai menyambut tamu-tamunya dalam masa soft opening dengan 166 kamar dan suite di atas lahan taman seluas lima hektare.
BACA JUGA: 11 Resor Terbaik di Dunia untuk Pemulihan Pasca Hyrox
Marqen lahir dari kecintaan sang pendiri, Bill Susanto, pada keramahtamahan yang mempertemukan beragam orang. Hotel ini menyerap arsitektur, budaya, dan tradisi kuliner dari tempat-tempat yang berkesan baginya berdasarkan pengalamannya bepergian, belajar perhotelan di Le Cordon Bleu London, serta masa tinggal di London dan Los Angeles yang merupakan melting pot. Alih-alih menyalin satu tempat, Marqen meramunya menjadi destinasi yang berdiri sendiri, dengan tetap berakar pada hangatnya keramahtamahan di Indonesia.
“Keramahtamahan terbaik diukur bukan dari seberapa mengesankan sebuah tempat terlihat, melainkan dari bagaimana tempat itu membuat orang merasa,” ujar Bill.
A Home for Icons
Keyakinan itu juga menjadi asal muasal nama Marqen, yang artinya keramahtamahan yang baik meninggalkan jejak lewat kenangan dan perasaan yang diciptakannya. Dari sanalah lahir pemikiran “A Home for Icons”. Di Marqen, seorang icon tidak diukur dari ketenaran atau status, melainkan dari cerita unik yang dibawa tiap tamu, dan para hosts berperan sebagai Iconmakers yang menciptakan momen-momen berkesan.
Marqen juga percaya masa depan lifestyle luxury bukan soal mengejar yang baru, melainkan menafsirkan kembali hal-hal yang selalu bermakna, seperti desain yang tak lekang waktu, keramahtamahan yang tulus, dan keahlian yang terus terjaga. Terinspirasi sprezzatura, pemikiran asal Italia, setiap detail dipikirkan agar pengalaman terasa mudah, intuitif, dan terasa tulus.
Dari Meja Makan hingga Senja di Teras
Pemikiran serupa hadir dalam berbagai ruang di hotel. Salah satunya seperti di restoran andalannya, yakni Cardo, yang menyajikan hidangan bernuansa Mediterania dan Spanyol dengan semangat makan bersama. Selama masa soft opening, Cardo baru melayani sarapan bagi para tamu. Selanjutnya, restoran ini akan menjadi tempat makan malam andalan, dilengkapi pengalaman memanggang asado di ruang terbuka.
Alih-alih berbentuk seperti lobi hotel pada umumnya, Marqen menghadirkan The Living Room, ruang sosial terbuka tempat tamu dan warga sekitar berkumpul sepanjang hari. Kemudian menjelang malam, The Terrace disulap menjadi tempat untuk menikmati matahari terbenam khas Marqen, dengan musik pilihan, koktail, dan cahaya senja yang mewarnai langit. Lalu, disediakan pula ruangan untuk menjaga kebugaran melalui infinity pool, pusat kebugaran, sauna, cold plunge, serta jalur lari dan sepeda di ruang terbuka.
Ruang Perayaan Bernuansa Château
Untuk momen-momen besar, Marqen menghadirkan Le Château Marqen, sebuah ballroom yang terinspirasi dari château (kediaman megah khas Prancis) dan diklaim sebagai yang pertama di Jakarta. Dikelilingi taman dengan pemandangan kolam-kolam yang tenang, ruang ini dirancang sebagai destinasi tersendiri untuk pernikahan hingga perayaan spesial lainnya.
Melengkapinya, tersedia pula ruang rapat dan acara dengan nuansa yang senada turut melengkapi pilihan untuk pertemuan pribadi, eksekutif, dan perayaan dalam berbagai skala.
BACA JUGA:
18 Rekomendasi Hotel di Bali untuk Liburan Mewah & Berkesan
15 Hotel Bintang 5 di Bali untuk Liburan Bersama Keluarga
(Penulis: Bunga A Hara; Edited by: EF, Foto: Courtesy of Marqen)
