Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

Menjelajah Berbagai Sisi yang Ditawarkan House of Dior Terbaru di Milan

Dari taman yang dirangkai dari sisa kain atelier hingga meja makan Enrico Bartolini, Dior membuka pengalaman yang melampaui sebuah butik.

Menjelajah Berbagai Sisi yang Ditawarkan House of Dior Terbaru di Milan
Courtesy of Dior

Di Milan, kota yang kaya akan sejarah dan kreativitas mode di tiap hembusan nafasnya, berdiri megah sebuah bangunan neoklasik dari akhir abad ke-17 yang kini menjadi rumah baru bagi Dior. Terletak di Via Monte Napoleone, House of Dior Milan mempertemukan mode, seni, dan arsitektur dalam bangunan bersejarah yang dihidupkan kembali oleh rumah mode ini. Dari luar, jendela-jendelanya langsung menghadirkan pemandangan yang tak biasa. Alih-alih sekadar memamerkan koleksi, Dior menyulapnya menjadi taman kecil yang diselimuti oleh sisa kain atelier.

BACA JUGA: Dior Membawa Romantisme Taman Paris ke Plaza Senayan

Instalasi tersebut seolah menghadirkan pemandangan taman dengan pepohonan lemon dan hamparan bunga, di antara manekin yang mengenakan rancangan Jonathan Anderson. Kupu-kupu, burung, hingga seekor flamingo turut hadir meramaikan etalase tersebut. Kreasi high jewellery karya Victoire de Castellane juga diposisikan prima di antara Wisteria, tumbuhan cantik yang merambat disekelilingnya. 

Courtesy of Dior

Sebuah Rumah dengan Banyak Cerita

Suasana taman turut terasa ketika melangkahkan kaki memasuki bangunan tersebut melalui detail-detail yang tersebar di berbagai bangunan. Nuansa alam yang merupakan sumber inspirasi bagi Christian Dior tampak tergambarkan lewat teras, halaman dalam, dan living wall rancangan arsitek Peter Wirtz. 

Courtesy of Dior

Karakter klasik bangunan dipertahankan melalui detail arsitekturnya, sementara penataan gaya tiap ruangan dan nuansa warna cerahnya memberi kesan yang lebih segar dan bersahaja. Perpaduan ini seolah berhasil menyatukan identitas Dior Paris dengan Milan menjadi sebuah rumah yang terasa begitu istimewa.

Perjalanan menyusuri House of Dior membawa pengunjung melewati berbagai ruangan dengan karakter yang berbeda. Misalnya, pada ruangan yang memajang koleksi busana wanita, nuansanya terlihat mewah dengan kemegahan batu dan lengkung besi yang halus, diselingi karya seni kontemporer dari Lee Bul dan Claudia Wieser.

Courtesy of Dior

Lain halnya dengan ruangan pada koleksi busana pria, bernuansa dinding kayu yang dihiasi kain prototipe busana, seolah sebagai penghormatan bagi keunggulan atelier haute couture. House of Dior tak hanya menjadikan seni sebagai dekorasi semata, melainkan bagian dari pengalaman berkunjung.

Courtesy of Dior

Pada lantai berikutnya ditampilkan koleksi ready-to-wear wanita rancangan Jonathan Anderson, sepatu, tas ikonik termasuk edisi khusus Lady Dior, hingga perhiasan karya Victoire de Castellane. Koleksi pria hadir melalui busana bespoke tailoring hingga formalwear. Di antara koleksi tersebut, pengunjung juga dapat menemukan wewangian La Collection Privée dan pilihan objek dekoratif. 

Courtesy of Dior

Sementara itu, lantai teratas menawarkan suasana yang lebih privat melalui ruang duduk dan area kecantikan yang terinspirasi dari apartemen di Paris.

Ketika Couture Bertemu Meja Makan

Di House of Dior Milan, pengalaman tidak hanya berpusat pada mode dan seni. Restoran Monsieur Dior by Enrico Bartolini memperluasnya ke dunia gastronomi. Dirancang oleh Peter Marino, ruang bersantap ini memadukan lantai parket bergaya Versailles dengan lukisan floral karya Francesco Clemente. Di bagian tengah, halaman dalam dengan deretan tanaman boxwood dinaungi atap kaca yang menghadirkan cahaya alami ke dalam ruangan.

Courtesy of Dior

Lahir di Tuscany dan jatuh hati pada Milan, Enrico Bartolini menafsirkan simbol-simbol Dior dengan cara yang sangat personal. Menu yang dirancangnya mengolah gagasan layering melalui perpaduan rasa, tekstur, dan penyajian. Daging sapi Piedmont yang diiris menggunakan pisau ditata menyerupai bunga sementara risotto kerang simping hadir dengan karakter yang lembut. Untuk hidangan penutup, Grand Soir Chocolat, salah satu kreasi dessert buatan sang chef dengan komposisi ringan cita rasa cokelat pekat dan ilustrasi 30 Montaigne di bawah langit berbintang, menghadirkan salah satu simbol Dior ke dalam sajian.

Courtesy of Dior

Pembukaan House of Dior Milan pada 18 September 2026 turut ditandai dengan sejumlah kreasi eksklusif. Motif leopard yang mengingatkan pada Mizza Bricard, muse sekaligus kolaborator Christian Dior muncul pada sepatu pumps Dior Bow, sneakers Dior Ribbon, serta aksesori penghias Lady Dior. Tas ikonik tersebut juga tersedia dalam ukuran kecil dan mini dengan pilihan warna hitam, chalk, dan honey. Untuk koleksi pria, sebuah jaket utility berwarna khaki dari koleksi Winter 2026–2027 hadir dengan lapisan dalam bermotif cannage berstruktur quilted, membentuk siluet yang fungsional dan presisi.

Courtesy of Dior

Di alamat barunya ini, Dior memperluas pengalaman sebuah butik menjadi pertemuan antara mode, seni, arsitektur, dan gastronomi. Di tengah Milan yang terus bergerak, House of Dior memberi bangunan bersejarah ini kehidupan baru melalui beragam ekspresi kreativitas yang tetap memiliki ruangnya masing-masing.

BACA JUGA: 

Dior dan A24 Resmi Berkolaborasi, Satukan Dunia Fashion, Film & Seni Teater

Dialog Sinematik dan Fashion di Koleksi Dior Cruise 2026/2027

(Penulis: Bunga A Hara; Edited by JM; Foto: Courtesy of Dior)