Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

Reinvensi Modern Matthieu Blazy di Chanel

Matthieu Blazy membuka dialog bersama Gabrielle Chanel lewat kreasi fluid modern dan inovasi bahan tweed untuk koleksi Spring/Summer 2027.

Reinvensi Modern Matthieu Blazy di Chanel
Foto: Courtesy of Chanel

Genap satu tahun Matthieu Blazy memimpin rumah mode Chanel dalam visi kreasinya sebagai direktur artistik, dan di Grand Palais ia kembali hadir untuk koleksi Spring/Summer 2027 dalam rangkaian Paris Fashion Week.

BACA JUGA: Pedro Pascal, Chanel Man yang Sempurna

Foto: Courtesy of Chanel


Gedung berkubah kaca yang megah dengan kerangka baja nya disulap menjadi sangkar raksasa yang dihiasi instalasi burung swift dan swallow yang menggantung, bersanding dengan pendar bulan besar yang putih bersinar. Suasana seperti dunia mimpi di dunia dongeng anak-anak ini menyambut para undangan untuk menikmati deretan koleksi terbarunya. Puluhan bintang papan atas turut hadir memeriahkan acara, mulai dari Nicole Kidman, Pedro Pascal, Dua Lipa, Sandra Huller, Olivia Wilde, hingga artis asal Thailand, Lena dan Miu.

Foto: Courtesy of Chanel


Matthieu Blazy memberi impresi yang kuat sejak langkah model yang muncul pertama mengisyaratkan sebuah babak baru, dialog imajiner kreatif  dengan Gabrielle Chanel  yang baru saja dimulai. Model Dyanira Hurbuscher berjalan sendirian menembus keheningan di bawah megahnya kubah Grand Palais, Ia mengenakan underwear dress transparan berbahan rajut sutra putih, dihiasi suntingan bunga kamelia serta membawa tas ikonik 2.55 milik Gabrielle Chanel yang dipinjam khusus dari arsip rumah mode tersebut, ini sebuah penghormatan subtil pada busana berbahan jersey yang dahulu merevolusi dunia mode.

Foto: Courtesy of Chanel

Lewat koleksi ini, Matthieu seolah membentangkan jejak Gabrielle Chanel muda yang bertransformasi menjadi berbagai artikulasi wanita Chanel modern. Perjalanan hidup yang berlapis diurai lewat perpaduan gaya yang intuitif sekaligus tajam. Jejak korset era Edwardian hadir secara visual melalui struktur garis tulang korset, kerah berkerut, dengan siluet yang memeluk lekuk tubuh. Pengolahan elemen maskulin yang menjadi salah satu gaya Gabrielle Chanel kembali dihadirkan secara lugas lewat setelan tailcoat hitam bersiluet anggun dan terstruktur. Sentuhan dekonstruksi jas pria turut dieksplorasi melalui rompi berpotongan raw-edge, yang dipadukan secara kontras bersama celana panjang bersiluet tajam maupun pencil skirt yang feminin.

Foto: Courtesy of Chanel

Tweed ikonik Chanel hadir dalam materi baru, smocked tweed, sebuah terobosan savoir-faire unik dari  rumah mode ini. Membutuhkan waktu pengembangan selama satu tahun, teknik inovatif ini mengerutkan material sutra hingga menghasilkan karakter yang lentur, ringan dan fleksibel tanpa menghilangkan karakter unik dari Tweed itu sendiri. Tweed bernuansa modern ini tampil dengan potongan low-waist serta aksen sabuk yang memeluk siluet tubuh. Kemudian disusul dengan deretan gaun terinspirasi gaya 1930 an hadir dalam siluet yang serba fluid dan elegan. Permainan warnanya begitu bernuansa dan diperkaya sentuhan payet, rajutan, manik-manik, dengan bias-cut structure yang feminin dan romantis.

Foto: Courtesy of Chanel

Sebagai dialog penutup, model pembuka kembali memperagakan setelan tweed hitam sembari membawa tas flap ikonik ber-motif quilted yang pertama kali lahir pada tahun 1955. Seiring berjalannya waktu, tas ini kian mengukuhkan posisinya sebagai salah satu ikon Chanel.

"Ini bukanlah sekadar koleksi bersejarah, melainkan narasi berlapis tentang sosok Gabrielle Chanel. Pada akhirnya, Chanel melangkah dan  setiap langkah membawanya menuju kebebasan, layaknya seekor burung", ungkap Matthieu Blazy dalam press note-nya untuk memperjelas benang merah koleksi ini.

Pada akhirnya, mode bukan sekadar tentang apa yang kita kenakan, melainkan bagaimana kita merayakan setiap episode kehidupan. Bertajuk “La Conversation – Part Three: Different Faces of the Same Coin”,  koleksi ini mencerminkan mode yang senantiasa bergerak dinamis sekaligus mengajak wanita  untuk berani mengekspresikan kebebasan diri. 

BACA JUGA: 

Visi Modern Matthieu Blazy untuk Warisan Gabrielle Chanel di Koleksi Chanel Cruise 2026/2027

Di Panggung Chanel Couture, Mimpi Benar-Benar Menjadi Nyata

(Teks: Rizal Halim, Foto: Courtesy of Chanel)