Dua tahun setelah kemitraan keduanya dimulai, Calvin Klein dan Veronica Leoni kini mengambil jalan masing-masing. Veronica didatangkan untuk menghidupkan kembali Collection lini runway kelas atas yang vakum sejak 2019. Penunjukannya menjadi sinyal langkah kembali ke ranah fashion bagi label fashion dan gaya hidup asal Amerika tersebut, yang berharap bisa menegaskan kembali estetika minimalis khasnya.
BACA JUGA: Dakota Johnson Tampilkan Gaya California Cool dalam Kampanye Terbaru Calvin Klein
Veronica lahir di luar Roma pada 1985. Sejak muda, ia mempelajari fashion dan mengasah keterampilannya di sebuah rumah mode Italia yang dikelola keluarga. Pekerjaan besar pertamanya di industri ini adalah sebagai head of knitwear Jil Sander di bawah kepemimpinan Raf Simons. Pada 2014, ia bergabung dengan Céline pada masa kejayaan #oldceline yang dipimpin Phoebe Philo. Ia bertahan di sana selama tiga tahun, lalu pergi untuk merancang capsule collection Moncler. Pada 2021, ia mendirikan labelnya sendiri, Quira, yang diambil dari nama neneknya, Quirina, dan membawanya masuk jajaran finalis LVMH Prize 2023. Di sekitar waktu yang sama, ia juga mulai berkontribusi untuk The Row dan membantu label tersebut memperluas kehadirannya di Eropa. Namun, semuanya ia tangguhkan pada 2024 demi bergabung dengan Calvin Klein.
Calvin Klein Fall 2025
Veronica, yang membagi waktunya antara New York dan Roma, merupakan perempuan pertama yang memimpin rumah mode ini, sekaligus salah satu dari segelintir sosok yang kini memimpin label mode besar. Penunjukan itu terasa sangat pas, sebab estetikanya sejak dulu bercirikan kesahajaan yang nyentrik. Ia menyukai perpaduan menarik antara unsur maskulin dan feminin, seperti terlihat dari permainan proporsi yang kerap kali oversized dan tailoring yang agak tegas.
Rancangan awalnya untuk Calvin Klein Collection merangkul tailoring minimalis dan busana malam bergaya draped dalam palet warna yang cenderung netral, dengan sedikit sentuhan kuning mentega, ungu bernuansa merah muda, dan merah terang. Koleksi itu menghormati warisan sang pendiri tanpa terlalu bergantung pada arsip. Pada presentasi terakhirnya, hanya empat musim kemudian, Calvin Klein melangkah lebih jauh dalam menyederhanakan koleksinya, merangkul apa yang ia sebut sebagai ketiadaan dekorasi secara total demi menyisakan hanya yang esensial, sebagai penghormatan pada kesederhanaan luar biasa yang diperjuangkan sang pendiri beberapa dekade sebelumnya.
Calvin Klein Spring 2027
Didirikan di New York pada 1968, label yang memakai nama Calvin Klein ini turut membentuk warisan besar minimalisme Amerika. Pada era 1990-an, sebagaimana dikisahkan dalam Love Story tahun lalu, kisah epik Carolyn Bessette Kennedy dan John F. Kennedy Jr., estetika Calvin menjadi seragam perempuan pekerja yang modis. (Carolyn pun terkenal memulai kariernya di sana, tepatnya di departemen PR.) Calvin menjual perusahaannya kepada PVH Corp. pada 2003, lalu meninggalkan bisnis tersebut pada 2006. Posisinya kemudian digantikan oleh Francisco Costa dan, dan kini oleh Raf.
Pada akhir 2010-an, label ini berjuang menegaskan identitasnya di runway. Namun, di ranah branding, label ini tak menemui kesulitan. Calvin Klein terkenal lewat kampanye pakaian dalam dan denimnya, mulai dari iklan denim CK yang kontroversial bersama Brooke Shields pada 1980 dengan slogan “nothing gets between me and my Calvins”, hingga iklan pakaian dalam yang ramai dibicarakan dengan bintang-bintang seperti Kate Moss, Jeremy Allen White, Michael B. Jordan, dan masih banyak lagi. Peluncuran kembali Collection merupakan upaya untuk menjembatani jarak antara fashion dan mitosnya.
Kate berjalan di peragaan Calvin Klein Fall 1994
Berdasarkan siaran pers, Veronica akan meninggalkan Calvin Klein di akhir masa kontraknya. Namun, Calvin Klein akan tetap melanjutkan lini Collection dan mengumumkan kepemimpinan kreatif baru pada waktunya. Tugas ini tidaklah mudah, sebab label-label lintas spektrum fashion telah berjuang menangkap pesona minimalisme era 1990-an lewat kacamata khas era 2020-an. Namun, mungkin saja minimalisme memang harus tampil berbeda saat ini. Lagi pula, publik bisa saja menyambangi pasar vintage jika ingin memiliki sepotong tampilan orisinalnya. Akan menarik melihat bagaimana penafsir berikutnya dari label yang sarat sejarah ini menyeimbangkan usaha komersialnya yang raksasa dengan je ne sais quoi warisan fashionnya.
BACA JUGA:
Jung Kook Merayakan Kolaborasinya dengan Calvin Klein di Tokyo
(Penulis: Camille Freestone; Artikel ini disadur dari: BAZAAR US; Alih bahasa: Bunga A Hara; Foto: Courtesy of BAZAAR US)
