Seperti kolaborasi kapsul Pillar sebelumnya bersama komunitas brand yang mereka kurasi, koleksi Chinese New Year kali ini kembali dirancang dengan satu prinsip utama yaitu relevan jauh melampaui musim perayaan. Bukan sekadar busana seremonial yang hanya hidup sesaat, setiap potongannya dipikirkan agar tetap dapat dikenakan dan dirayakan dalam keseharian. Menyambut Tahun Kuda, Pillar kembali menggandeng label asal Jakarta, ANW, untuk menghadirkan interpretasi modern dari busana tradisional yang kerap lekat dengan perayaan Imlek dari sebuah dialog halus antara tradisi, identitas, dan gaya kontemporer yang terasa personal sekaligus progresif.
Palet warna dalam koleksi ini dipersempit secara sadar menjadi dua warna utama yaitu merah dan biru. Dua warna ini bukan sekadar pilihan estetika, melainkan simbol keseimbangan elemen api yang diwakili oleh merah dan air serta kayu yang terwakili oleh biru. Perpaduan tersebut melambangkan vitalitas dan umur panjang, sekaligus kemakmuran dan sukacita yang menjadi harapan di tahun baru. Nuansa merah dan biru yang digunakan terasa kaya dan matang, berani namun tetap refined, memberi kesan segar tanpa kehilangan karakter. Hal yang membuatnya istimewa, warna-warna ini tetap membumi dan mudah dipadukan dengan item lain dalam lemari pakaian, menjadikannya investasi gaya yang tak lekang oleh waktu.
Dari segi siluet, ANW kembali memainkan kekuatannya dalam meramu unsur lama dan baru. Sebuah kebaya versi modern hadir dengan lining transparan berbordir yang mengalir lembut di bagian tengah, menciptakan kesan ringan sekaligus anggun. Cheongsam merah klasik pun dihadirkan kembali dalam bentuk yang lebih eksperimental diinterpretasi menjadi gaun asimetris dengan detail cut-out dan aksen scarf. Siluet ini mengingatkan pada bahasa desain ANW yang sebelumnya tampil di panggung Jakarta Fashion Week terbaru, menjembatani tradisi dengan energi runway yang dinamis dan kontemporer.
Meski siluetnya kaya akan referensi budaya, keseluruhan koleksi ini tetap terasa kasual dan effortless. Penggunaan material seperti katun, sutra, dan sutra tenun tangan dipadukan dengan teknik shirring khas ANW, menghasilkan busana yang cair dan mengikuti gerak tubuh dengan anggun. Detail bordir pada panel yang membingkai bagian hem setiap potongan menjadi salah satu sorotan utama. Motif tersebut terinspirasi dari saputangan peranakan vintage dari perpaduan budaya Tionghoa, Melayu, dan Eropa yang ditemukan langsung oleh salah satu pendiri ANW, Astrid Nadia Wiranata. Sentuhan ini menghadirkan nostalgia yang lembut, sekaligus memperkaya cerita di balik setiap desain.
Selaras dengan peluncuran koleksi, Pillar berkolaborasi dengan dekorator Khayal kini untuk menciptakan instalasi visual yang kuat dan berkesan di ruang ritel mereka. Inspirasi utamanya berasal dari lukisan kuda berlari karya Nyoman Nuarta dalam Arjuna Wijaya simbol keadilan yang berdiri tegak, tak gentar oleh rasa takut maupun kepentingan tertentu. Instalasi ini menampilkan sosok kuda merah menjulang setinggi langit-langit, dihiasi bunga khas ANW yang mereferensikan batik pho pho. Elemen tersebut menyelimuti figur kuda dengan kekuatan dan harapan baru untuk tahun yang akan datang. Dari luar, pengunjung juga dapat menikmati window display ilustratif yang dirancang berdasarkan sketsa tangan Wiranata sendiri.
Untuk merayakan perilisannya, ANW dan Pillar menggelar acara viewing yang mengundang komunitas serta pelanggan dari kedua pihak untuk menikmati koleksi dan instalasi secara langsung. Dalam momen ini, mereka turut berkolaborasi dengan Sonn untuk menghadirkan menu spesial yang terinspirasi dari keberanian warna merah dan modernitas biru sebagai sebuah pendekatan kuliner yang mereinterpretasi tradisi dengan sentuhan segar dan edgy. Koleksi Year of the Horse ini tersedia secara eksklusif di Pillar, Plaza Indonesia Lantai 3, dan akan menyusul hadir secara online di by-pillar.com pada tanggal yang akan diumumkan kemudian.
