Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

Rawan Spoiler, Tapi Ini Deretan Busana Chanel yang Dipakai Go Youn-Jung di "Can This Love Be Translated?"

Chanel menjadi bahasa gaya yang menyempurnakan Do Ra-Mi maupun Cha Mu-Hee.

Rawan Spoiler, Tapi Ini Deretan Busana Chanel yang Dipakai Go Youn-Jung di
Courtesy of Netflix/Can This Love Be Translated?

Di tengah lanskap drama Korea yang semakin berani bermain pada emosi dan detail visual serial Can This Love Be Translated? gaya berpakaian Go Youn Jung sebagai Cha Mu Hee menjadi daya tarik yang bekerja secara halus namun mengena. Bukan fashion yang meminta sorotan, melainkan yang perlahan mengundang penonton untuk memperhatikan detailnya. Siluet bersih, palet warna lembut, dan potongan yang terasa intim membangun kesan karakter yang tenang, reflektif, namun memiliki ketegasan emosional. Busana-busana ini tidak hadir sebagai pelengkap semata, melainkan sebagai perpanjangan perasaan yang lembut saat Cha Mu Hee memilih diam, rapi ketika ia menguatkan diri. Menariknya, setiap episode menghadirkan pendekatan gaya yang konsisten namun berkembang, dengan sentuhan Chanel yang menjadi benang merahelegansi modernnya.

Bazaar akan membahas lebih detail bagaimana pilihan koleksi Chanel yang dikenakan Go Youn Jung di tiap episode membentuk identitas visual Cha Mu Hee, serta mengapa kesederhanaan yang terkurasi ini justru menjadi elemen paling memikat dari keseluruhan cerita.

Episode 2 

Courtesy of Netflix/Can This Love Be Translated?

Dalam episode 2 Can This Love Be Translated?, Cha Mu Hee tampil memikat saat hadir sebagai bintang tamu di salah satu reality show Amerika, mengenakan koleksi Chanel Spring–Summer 2024/2025. Jaket bertekstur renda putih ini memancarkan aura elegan yang bersih dan bercahaya, kontras lembut dengan gemerlap latar kota dan atmosfer panggung hiburan. Siluetnya rapi namun tetap ringan, mencerminkan persona Cha Mu Hee yang anggun, percaya diri, dan mudah disukai kamera. Setiap detail busana ini menegaskan kemewahan subtil dari pernyataan gaya yang tak berteriak, namun meninggalkan kesan mendalam di setiap sorotan.

Episode 3

Courtesy of Netflic/ Can This Love Be Translated?

Dalam episode 3, Cha Mu Hee tampil memikat lewat pilihan aksesori ikonik Chanel. Chanel Slingbacks Lambskin White & Black menghadirkan siluet klasik dua warna yang halus, elegan, dan tak lekang waktu. Dipadukan dengan Chanel Seasonal Raffia Flap, penampilannya memancarkan kemewahan yang terasa ringan dan relevan. Tekstur rafia memberi nuansa musim panas yang santai, sementara slingbacks menyeimbangkan keseluruhan gaya dengan ketegasan chic. Kombinasi ini menegaskan identitas Cha Mu Hee yang feminin, modern, dan berkelas sebuah interpretasi kemewahan yang berbicara lewat detail, tanpa perlu berlebihan.

Courtesy of Netflix/Can This Love Be Translated?

Episode 4

Courtesy of Netflix/ Can This Love Be Translated?

Di episode 4 Cha Mu Hee memulai syuting pertamanya dengan gaya yang langsung memikat. Chanel Pre-Fall 2024/2025 Wool Tweed Dress menghadirkan keseimbangan antara struktur klasik dan nuansa modern tegas, rapi, namun tetap feminin. Tekstur tweed menghadirkan kesan profesional yang matang, sementara siluetnya menegaskan otoritas yang effortless. Chanel Classic 11.12 Handbag Lambskin & Gold-Tone Metal warna dark burgundy melengkapi penampilan dengan sentuhan chic yang elegan dan personal. Setiap detail dari penampilan ini tidak hanya menonjolkan estetika, tetapi juga membangun narasi visual tentang ambisi, keanggunan, dan karakter kuat Cha Mu Hee.

Courtesy of Netflix/Can This Love Be Translated?

Episode 5

Courtesy of Netflix/Can This Love Be Translated?
 

Di episode 5, Cha Mu Hee kembali menegaskan kekuatan gaya personalnya lewat pilihan aksesori yang berbicara lembut namun penuh makna. Chanel Clutch with Chain in Lambskin hadir sebagai aksen subtil yang menyempurnakan narasi visual karakternya. Dengan siluet ramping, tekstur kulit yang halus, dan rantai khas Chanel yang ikonik, clutch ini bukan sekadar pelengkap busana, melainkan simbol kontrol diri dan keanggunan modern. Digenggam santai dalam adegan-adegan kunci, tas ini mencerminkan fase emosional Cha Mu Hee yang lebih matang, tenang, terukur, namun tetap menyimpan intensitas. Chanel kembali menjadi bahasa gaya yang mengartikulasikan perasaan tanpa dialog panjang.

Episode 6 

Courtesy of Netflix/Can This Love Be Translated?

Tampilan Cha Mu Hee di episode 6 memancarkan aura sinematik yang kuat lewat balutan Chanel Autumn–Winter 2014/2025 Look 21. Mantel bernuansa burgundy dengan siluet klasik menghadirkan ketegasan yang lembut, dipertegas Circle Logo Embroidery Wool Baret hitam yang memberi sentuhan Parisian nonchalant. Chanel Gabrielle Leather Backpack melengkapi tampilan dengan fungsionalitas modern. Dalam lanskap alam yang tenang, gaya Cha Mu Hee terasa reflektif, seakan setiap potongan Chanel menjadi bahasa visual yang menyuarakan emosi tanpa berisik, menegaskan bahwa mode bukan hanya pakaian, tetapi medium untuk ekspresi diri yang elegan dan mendalam.

Courtesy of Netflix/Can This Love Be Translated?

Masih di episode 6 Cha Mu Hee yang diperankan Go Youn Jung menampilkan sisi paling intim dari gaya personalnya saat berada di dalam mobil bersama Jo Ho Jin. Chanel Logo Cashmere Beanie yang terbuat dari kasmir lembut dengan logo ikonis yang subtil, aksesori ini membingkai wajahnya dengan kesan hangat dan understated, kontras dengan emosi yang perlahan mengendap dalam percakapan mereka. Di ruang sempit mobil, tanpa dramatisasi visual berlebihan, beanie ini justru menegaskan kerentanan Cha Mu Hee sebuah momen ketika Chanel hadir bukan sebagai kemewahan mencolok, melainkan pelindung lembut bagi perasaan yang belum terucap.

Courtesy of Netflix/Can This Love Be Translated?

Episode 8

Courtesy of Netflix/Can This Love Be Translated?

Pada momen pertemuan Cha Mu Hee dengan Hiro, Chanel Mini Rectangular Top Handle Flap Bag Lambskin Black Hardware menjadi aksen elegan yang mempertegas ketenangan emosional karakternya. Siluet kotak yang rapi, kulit lambskin berkilau lembut, serta sentuhan hardware hitam menciptakan dialog antara ketegasan dan kehangatan sejalan dengan dinamika pertemuan mereka. Digenggam dengan sikap effortless, tas ini tak sekadar melengkapi busana, melainkan mengartikulasikan momen intim yang sarat makna, di mana Chanel berfungsi sebagai bahasa perasaan yang terjaga.

Courtesy of Netflix/Can This Love Be Translated?

Cha Mu Hee di episode 8 tampil effortless chic saat berbagi pizza bersama Joo Ho Jin di Piazza IV Novembre, Perugia. Chanel Tweed Blazer Top-nya memadukan struktur dan santai, elegan namun hangat. Di tengah arsitektur klasik dan cahaya sore, blazer ini membuktikan bahwa luxury bisa alami, seolah menjadi bagian dari kisah cinta yang tumbuh perlahan.

Episode 9

Courtesy of Netflix/Can This Love Be Translated?

Chanel Métiers d’Art Pre-Fall 2024 menampilkan perpaduan seni dan kerajinan tangan dalam setiap detailnya dari tekstur mewah hingga siluet elegan yang memikat. Koleksi ini merayakan kecanggihan klasik dengan sentuhan modern, menghadirkan bordiran rumit, pola ikonis Chanel, dan nuansa yang tak lekang waktu. Bayangkan Cha Mu Hee di episode 9, duduk di kursi opera bersama Hiro, matanya terpaku pada panggung, sambil gaun Chanel-nya memantulkan cahaya lampu chandelier, menghadirkan kesan dramatis dan anggun. Setiap potongan koleksi ini seakan bercerita, menegaskan bahwa mode adalah ekspresi seni, emosi, dan gaya hidup yang abadi.

Episode 10

Courtesy of Netflix/Can This Love Be Translated?

Gaya Cha Mu Hee di episode 10 kali ini mengambil arah yang lebih eksperimental dengan pilihan Chanel Small Bag with Flap koleksi Spring-Summer 2025 berbahan gloss calf leather hitam dan aksen gold-tone metal. Teksturnya yang berkilau memberi kontras kuat pada busana yang cenderung minimal, menciptakan kesan edgy tanpa kehilangan DNA elegan Chanel. Tas ini hadir sebagai penanda fase emosional karakter lebih berani, lebih sadar diri, dan tak lagi bersembunyi di balik kelembutan. Dalam setiap adegan, aksesori ini bekerja sebagai detail naratif yang kecil, tegas, dan penuh sikap. Sebuah pengingat bahwa gaya Cha Mu Hee selalu berbicara lewat pilihan yang presisi, membiarkan fashion menjadi bahasa sunyi yang menyampaikan perubahan batin secara perlahan namun terasa.

Episode 11

Courtesy of Netflix/Can This Love Be Translated?

Di episode 11 momen touch-up Cha Mu Hee terasa intim dan fungsional lewat Chanel Les Beiges Healthy Glow Gel Touch Foundation. Formula segar dan ringan ini membantu melindungi serta melembapkan kulit, memastikan tampilan tetap bercahaya alami di bawah pencahayaan apa pun. Dengan coverage fleksibel dari tipis hingga penuh agar kulit tampak halus sepanjang hari, mudah diaplikasikan bahkan tanpa cermin berkat aplikator presisi terbaru. Case persegi-bundar ikonis kini hadir lebih besar dan dapat diisi ulang, tersedia dalam delapan warna. Sebuah ritual kecil yang menegaskan kecantikan alami, praktis, dan tenang ala Chanel.

Courtesy of Netflix/Can This Love Be Translated?

Selain itu Cha Mu Hee terlihat tampil dengan sentuhan elegansi yang tenang melalui Chanel Mini Bag with Flap and Carry Handle Spring-Summer 2025 berbahan gloss grain calf leather hitam dengan aksen gold metallic. Siluetnya yang ringkas namun tegas memberi keseimbangan antara kepraktisan dan pernyataan gaya, mencerminkan karakter Cha Mu Hee yang matang, mandiri, dan penuh kendali. Kilau halus kulit berpadu dengan detail klasik Chanel, menghadirkan kesan polished tanpa terasa berlebihan. Tas mini ini bukan sekadar pelengkap visual, melainkan penanda momen mengiringi langkah Cha Mu Hee dengan keanggunan modern yang terasa relevan, intim, dan effortlessly chic, seolah menyatu dengan ritme emosinya di layar.

Episode 12

Courtesy of Netflix/Can This Love Be Translated?

Di episode 12, saat Cha Mu Hee berbicara melalui telepon dengan Joo Ho Jin, mata tertuju pada Chanel Flap Bag with Chunky Chain Strap Large Shoulder Bag hitam. Tas ini bukan sekadar aksesori, tetapi pernyataan karakternya yang tegas, elegan, dan percaya diri. Rantai chunky yang modern berpadu dengan siluet klasik, menegaskan kekuatan dan keanggunan Mu Hee dalam setiap gestur. Sebagai bagian dari koleksi Fall/Winter 2024, tas ini menghadirkan aura urban yang sophisticated, seolah ikut berbicara dalam percakapan itu, menjadi simbol gaya wanita modern yang effortlessly chic, berani, dan selalu hadir dalam setiap momen dramatisnya.