Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

Prediksi Fashion dari Bazaar untuk Tahun 2026

Apa yang dapat diharapkan di runway, karpet merah, dan gaya jalanan.

Prediksi Fashion dari Bazaar untuk Tahun 2026
Foto: Courtesy of BAZAAR US

Tahun 2025 resmi berakhir dan kita melaju kencang memasuki tahun baru. Meski berada di awal sesuatu yang baru, beberapa minggu terakhir juga memberi ruang untuk refleksi, khususnya soal fashion: apa yang telah terjadi dan apa yang akan datang. Lantas tren apa saja yang dapat kita nantikan di 2026 terutama bagi seluruh aspek industri?

BACA JUGA: The New Uniform: Cerminan Gaya Hidup Modern Masa Kini

Guncangan kolektif tahun lalu yang di mulai dari debut runway, aksi karpet merah, hingga berbagai kejutan lainnya menjadi penentu arah dengan segala kompleksitasnya. Kini, setelah semuanya berlalu, kita bisa menarik napas sejenak. Mungkin 2026 akan menjadi tahun kejernihan dalam dunia mode saat para desainer memantapkan visi mereka, tren karpet merah, serta street style mengikuti arah tersebut. Meski begitu, tentu selalu ada ruang untuk sedikit kekacauan.

Di tahun baru ini, berikut prediksi mode Bazaar untuk 2026:

Para Bintang Akan Bekerja Lebih Keras Merebut Perhatian di Karpet Merah

Foto: Courtesy of BAZAAR US

Busana pria mengalami salah satu tahun paling menarik di karpet merah berkat selebriti seperti Pedro Pascal, Alexander Skarsgård, dan Jeremy Strong yang menantang pakem formalwear pria yang kaku dengan menikmati sorotan yang mengikutinya. Tren ini kami perkirakan akan berlanjut.

Berbicara soal sorotan, busana press tour kini menjadi bagian yang semakin penting dari strategi pemasaran film dan serial. Kesadaran akan kekuatan karpet merah dalam memicu traffic media sosial sudah meluas. Di 2026, sekadar menggali referensi runway tahun 2002 tidak lagi cukup untuk menembus kebisingan. Lihat saja gaya berpakaian tidak konvensional Timothée Chalamet seiring promo film Marty Supreme atau Apple Martin, putri Gwyneth Paltrow yang kembali mengenakan gaun Calvin Klein sang ibu dari tahun 1996. Kami memprediksi para selebriti (dan penata gaya mereka) akan bekerja jauh lebih keras dalam membangun narasi karpet merah demi mencuri perhatian.

Foto: Courtesy of BAZAAR US

Dengan tema pameran Costume Institute Met Gala yang ditetapkan sebagai Costume Art yang mengeksplorasi relasi mode dengan tubuh manusia, Anda dapat mengantisipasi secara harfiah busana yang sangat minim di karpet merah. Tahun ini akan menjadi puncak gaun “naked dress” memuncak di salah satu karpet merah terbesar. Dari sisi wajah baru mode, Bazaar memprediksi Chase Infiniti setelah debutnya di One Battle After Another dan pengumuman sebagai duta Louis Vuitton akan terus menyelaraskan prestasinya sebagai aktris dengan kesuksesan kreatif di karpet merah dan merek-merek pun akan memberi perhatian.

Drop Waist dan Warna Primer Akan Ada di Mana-Mana

Foto: Courtesy of BAZAAR US

Berkaca pada koleksi debut Matthieu Blazy, kami memprediksi garis pinggang akan turun di 2026, khususnya dalam siluet yang longgar dan jatuh. Kemeja klasik melalui kolaborasinya dengan Charvet akan terus mencengkeram industri sementara setelan rok juga akan mengukuhkan posisinya di lemari pakaian.

Fenomena ini bukan hanya berkat Chanel. Setelan rok juga terlihat di Versace dan Dior yang masing-masing dikenakan oleh Jessie Buckley dan Jennifer Lawrence.

Foto: Courtesy of BAZAAR US

Di luar siluet, kami memperkirakan kembalinya warna-warna primer seperti yang terlihat di Celine karya Michael Rider serta Loewe di bawah arahan Jack McCollough dan Lazaro Hernandez. Bahkan, suasana mungkin akan terasa lebih riuh seiring pendulum bergerak menjauh dari quiet luxury. Referensi tahun 1980-an yang berani, ekstra, dan penuh warna terus muncul di runway Chloé, Saint Laurent, dan terutama Stella McCartney melalui bahu tegas, rok pensil, dan gaun pesta.

Runway Akan Berfokus pada Penyempurnaan Visi Para Direktur Kreatif Baru

Tahun 2025 adalah tahun debut: setidaknya 15 debut terjadi hanya dalam dua musim kalender membuatnya sulit untuk mengikutinya satu per satu. Untuk 2026, kami menantikan “tahun kedua” kolektif ini. Kami memperkirakan para desainer akan menggali lebih dalam ide-ide yang mereka perkenalkan di musim pertama. Akan ada lebih sedikit guncangan dan lebih banyak progres, semoga menjadi penawar bagi industri yang masih merasakan efek whiplash.

Foto: Courtesy of BAZAAR US

Meski begitu, ada beberapa nama yang patut dinanti. Industri menunggu debut Marni yang penuh warna dan keceriaan dari Merryl Rogge yang sebelumnya bernaung di bawah Dries Van Noten sebelum meluncurkan labelnya sendiri. Kami juga mengantisipasi adanya penunjukan direktur kreatif baru di Versace dalam waktu dekat.

Nama-Nama Baru Akan Masuk ke Jajaran Model Besar

Foto: Courtesy of BAZAAR US

Kita kembali ke Chanel: dua peragaan terbarunya telah melahirkan beberapa nama terbesar di dunia modeling tahun ini. Presentasi debut Spring 2026 Matthieu Blazy membuat dunia jatuh cinta pada Awar Odhiang lewat penutup peragaan yang penuh pesona. Beberapa bulan kemudian, peragaan Métiers d’Art di New York mengangkat Bhavitha Mandava ke panggung global setelah ia menjadi model asal India pertama yang membuka peragaan Chanel.

Kami menduga para perempuan ini akan bergabung dengan jajaran Alex Consani, Anok Yai, dan Paloma Elsesser sebagai nama-nama terbesar di generasi ini.

Foto: Courtesy of BAZAAR US

Meski gaungnya lebih senyap, model Kai Schreiber terus mendapatkan banyak momen panggung peragaan termasuk berjalan di depan sang ibu, Naomi Watts pada peragaan Cos Spring 2026 di New York. Lux Pascal juga melakukan debut modeling-nya di Chanel, memunculkan pertanyaan apakah ia akan mengembangkan kariernya menjadi multidisipliner. (Ia juga telah didapuk membintangi film terbaru Tom Ford, Cry to Heaven.)

BACA JUGA:

Manifestasi, Energi & Beauty Ritual Sesuai Zodiak untuk 2026

Membedah Cita Rasa yang Menyatukan Indonesia

(Penulis: Camille Freestone; Artikel disadur dari BAZAAR US; Alih bahasa: Syiffa Pettasere; Foto: Courtesy of BAZAAR US)