Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

Pharrell Williams Menjadi Direktur Kreatif Louis Vuitton yang Baru

Posisi yang ditinggalkan Virgil Abloh akhirnya terisi.

Pharrell Williams Menjadi Direktur Kreatif Louis Vuitton yang Baru
COURTESY OF BAZAAR US

Posisi Direktur Kreatif koleksi pria di Louis Vuitton masih tak terisi sejak meninggalnya Virgil Abloh di tahun 2021. Hari ini, rumah mode tersebut mengumumkan bahwa penggantinya adalah produser selebriti, Pharrell Williams. Koleksi pertamanya akan ditampilkan di bulan Juni selama Men's Fashion week di Paris.

BACA JUGA: Sehari bersama Pharrell Williams di Chanel selama Paris Fashion Week

Penunjukan yang sangat ditunggu-tunggu ini cukup mengejutkan banyak orang, mengingat berbagai desainer seperti Grace Wales Bonner, Martine Rose, dan Telfar Clemens telah beredar selama berbulan-bulan. Ini adalah salah satu langkah besar Pietro Beccari sebagai Chairman dan CEO Louis Vuitton, posisi yang baru saja ia duduki dua minggu yang lalu.

Pietro menggambarkan keberadaan Pharrell sebagai kemunculan kembali, bukan sebuah awal yang baru: "Saya senang menyambut Pharrell kembali setelah kolaborasi kami di tahun 2004 dan 2008 untuk Louis Vuitton, sebagai Direktur Kreatif koleksi pria yang baru. Visi kreatifnya di luar mode tidak diragukan lagi akan membawa Louis Vuitton menuju babak baru yang sangat menarik. "

Nama Pharrell telah menjadi identik dengan kolaborasi mewah, namun koleksi kacamata hitamnya dengan Marc Jacobs, pada tahun 2004 adalah yang pertama. Sahabat lamanya, Virgil, mengeluarkan kembali koleksi penuh warna dengan detail emas pada tahun 2018, dengan harga $300 hingga $500 (sekitar 4.558.575 hingga 7.597.625 Rupiah), dan kemudian mencapai $1.700 (sekitar 25.831.925 Rupiah) untuk dijual kembali. Ketika harganya turun, Pharrell mengatakan kepada Women's Wear Daily, "Anda harus mengerti, saya hanyalah pria biasa. Pada akhirnya, ini semua adalah sebuah mimpi yang menjadi kenyataan." Ia kemudian menambahkan, "Ia adalah Marc Jacobs dan ini adalah Louis Vuitton, dan siapakah saya dalam hal ini?"

PHARELL CLOSE UP
COURTESY OF BAZAAR US

Pharrell kemudian berkolaborasi dengan Chanel dan Moncler. Kolaborasi jangka panjangnya dengan Adidas Originals dimulai pada 2014. Dengan koleksi orisinalnya yang menampilkan gaya klasik seperti Adidas Superstar, Stan Smith, dan jaket olahraga. Di bulan November lalu, setelah bertahun-tahun internet membuat lelucon tentang kulitnya yang awet muda (pada satu titik, ia harus mengatakan secara terbuka kepada Time Out London, "Saya bukan [vampir]"), ia meluncurkan produk skincare, Humanrace.

Ia juga merupakan penggemar mode, hal tersebut dapat dilihat melalui penghargaan sebagai fashion icon CFDA di tahun 2015, dan pengaruhnya terhadap gaya yang tidak dapat diremehkan. Sebagai frontman saat hip-hop dan grup band rock, N.E.R.D, ia mengubah persepsi orang tentang apa itu gaya hip-hop dengan menggabungkan pakaian skatewear, motif yang berani, dan bahkan pakaian klasik ala kutu buku dalam penampilannya.

Di tahun 2020, Virgil mengatakan kepada The New York Times, bahwa kedatangan Pharrell ke panggung musik dengan album 'In Search Of...' pada tahun 2001 memberikan pengaruh yang abadi baginya. "Sebagai seorang anak yang tumbuh di pinggiran kota Chicago, bermain skateboard dan menemukan identitas saya, hal tersebut beresonansi dengan saya lebih dari sekadar musik hip-hop itu sendiri. [Dikatakan] bahwa tidak apa-apa berada di antara keduanya. Dan saya pikir hal tersebut telah menggambarkan seluruh generasi anak muda kulit hitam dan seniman yang telah bertekad untuk menjadi diri sendiri."

Banyak juga yang menganggap Pharrell sebagai pelopor pakaian gender-neutral. Ia muncul di sampul GQ pada tahun 2019 dengan mengenakan ballgown puffer. Ia merupakan pria pertama yang membintangi iklan Chanel di tahun 2017, dan memiliki sejumlah koleksi dari masa Phoebe Philo di Céline.

Pharrell tidak asing dengan LVMH, konglomerat mewah asal Prancis yang memiliki Louis Vuitton. Produser dan desainer Jepang, Nigo, yang bersama Pharrell meluncurkan Billionaire Boys Club, ditunjuk sebagai direktur kreatif merek LVMH dan Kenzo, di tahun 2021. Dan Pharrell menjadi bagian dari re-brand Tiffany, membintangi kampanye setelah Beyonce dan Jay-Z. Baru-baru ini, ia mengenakan kacamata hitam Tiffany bertatahkan zamrud dan berlian berbentuk almond, yang dibuat khusus untuk acara Grammy. Dan mengisyaratkan kepada WWD bahwa ada lebih banyak proyek yang sedang dikerjakan.

Prioritas LVMH tampaknya mulai bergeser, dengan penekanan pada penciptaan momen budaya pop yang besar. Pengaruh Pharrell sebenarnya telah membuat Louis Vuitton menjadi viral secara tidak langsung. Pertunjukan pria terbaru menampilkan sensasi pop flamenco Spanyol, Rosalía, yang membawakan lagu-lagu dari albumnya yang memecahkan rekor, Motomami, yang sebagian diproduseri oleh Pharrell. Penampilannya meledak, menghasilkan jutaan views, likes, dan komentar di TikTok. Beberapa kritikus mengeluhkan bahwa ada lebih banyak video dari momen tersebut daripada pertunjukan pakaiannya. Tapi mungkin memang itulah intinya: Semua orang membicarakan acara tersebut selama berhari-hari, setelah para model berjalan di atas catwalk.

Pada pagi ini, Pharrell telah menghapus Instagram-nya. Pengumuman penunjukan dari Louis Vuitton adalah satu-satunya unggahan di lamannya. Yaitu, "Kita memasuki era baru, baik untuk sang artis maupun merek."

BACA JUGA:

Sang Kurator, Pharrell Williams

Melihat Koleksi Busana Pria Musim Panas Terakhir Virgil Abloh di Jakarta, Di Antaranya Sudah Dikenakan Oleh BTS

(Penulis: Tara Gonzalez; Artikel ini disadur dari Bazaar US; Alih bahasa: Celine Setiawan; Foto: Courtesy of BAZAAR US)