Cara Menghilangkan Efek Alkohol

Baca ini jika Anda ingin mengurangi efek negatif alkohol pada tubuh.



Jika Anda menghabiskan sebagian besar waktu libur untuk memanjakan diri, tubuh juga harus diperhatikan. Saat waktu liburan atau akhir pekan telah usai, Anda mungkin akan kembali ke kantor dan berurusan dengan hangover yang tidak berkesudahan. Bisa jadi Anda duduk di meja, berharap mengatakan tidak pada gelas wine terakhir, sementara putus asa mencari cara menghilangkan efek alkohol.

Cara termudah menghilangkan efek alkohol? Jangan minum. Tetapi mari kita hadapi hal yang sudah terjadi dengan penjelasan berikut.


Efek negatif dari terlalu banyak alkohol

Hangover dapat membuat Anda merasa seperti sedang dihukum lebih dari 24 jam setelah gelas terakhir. Tetapi kerusakan sebenarnya memang berbahaya. "Semakin banyak Anda minum, semakin tinggi tekanan darah Anda," kata dr. Paul Wallace, mantan kepala penasihat medis untuk Drinkaware. "Memang tak akan terasa di usia muda, tapi bisa meningkatkan risiko serangan jantung atau strok di kemudian hari."

Organ hati juga bisa perlahan-lahan terkikis oleh kebiasaan minum alkohol di luar kontrol, yang menyebabkan penumpukan lemak di sekitar organ tersebut. Otak Anda juga bisa menjadi sasaran. "Peminum berat usia dini bisa mengalami penuaan otak mulai lima hingga sepuluh tahun saat mereka berusia 50," ujar psikiater dr. Jonathan Chick.

Tapi jangan khawatir, segala kerusakan bisa diatasi jika Anda menyadarinya di usia 30-an.


Cara mengatasi efek negatif alkohol

Alih-alih setiap hari, coba untuk mengurangi konsumsi alkohol menjadi dua hingga tiga kali dalam seminggu, sesuai saran dari Royal College of Physicians. Pada siang hari, memberi energi pada tubuh dengan secangkir kopi dapat membantu. Hal ini ditujukan untuk mengimbangi kerusakan organ hati akibat alkohol hingga 20 persen dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Archives of Internal Medicine.

Kemudian Anda bisa mencoba naik sepeda. Bersepeda sekitar 30 kilometer dalam seminggu bisa mengurangi risiko penyakir jantung, menurut Universitas Purdue di Amerika Serikat.

Sajian dari dapur Anda juga bisa membantu. Coba konsumsi sayuran kaya vitamin B seperti kembang kol, brokoli dan pak choi. "Mereka yang memiliki asupan buah dan sayuran tinggi juga memiliki kadar homosistein (asam amino rendah yang berfungsi sebagai indikator risiko kardiovaskular) yang baik," kata Dale Rees, ahli diet terdaftar dan juru bicara British Dietetic Association.

Konsumsi suplemen milk thistle juga bisa membantu. "Buktinya memang saling bertentangan, tetapi faktor kunci di sini adalah silymarin dan flavonoid yang menunjukkan kemampuan melindungi hati," ujar Rees.



Hasil yang bisa diharapkan

1. Mencegah penyakit

Dengan menurunkan tekanan darah dan mengurangi jumlah lemak pada organ internal, Anda mengurangi risiko jangka panjang penyakit jantung, strok dan kanker.


2. Meningkatkan kesuburan

Minum alkohol secara berlebihan mengurangi kesempatan hamil. Jadi segeralah kurangi konsumsi alkohol Anda jika sedang menanti kehamilan.


3. Mempercepat pembaruan sel otak

Jangan panik, ketika Anda mengurangi asupan alkohol setelah bertahun-tahun minum banyak, jaringan otak akan mulai sembuh dengan sendirinya.


4. Tidur yang lebih berkualitas

Mengurangi konsumsi alkohol mingguan mampu melancarkan pernapasan saat tidur, membuat istirahat Anda lebih berkualitas dan terasa segar di pagi hari.


5. Mengurangi lemak

Dengan mengurangi kebiasaan minum alkohol dari setiap hari menjadi dua atau tiga kali dalam seminggu, Anda dapat secara dramatis mengurangi lemak tubuh.



(Penulis: Bazaar UK; Artikel ini disadur dari Bazaar UK; Alih bahasa: Putri Arifa Malik; Foto: Courtesy of Bazaar UK)