Ekshibisi Tunggal Auguste Soesastro

Bagaimana jika dua disiplin ilmu, arsitektur dan fashion, membaur dalam sederet rancangan masterpiece?

Karya Auguste Soesastro


Bertempat di Dia.Lo.Gue Artspace, Kemang, inilah yang dihadirkan oleh desainer Auguste Soesastro dalam ekshibisi tunggalnya bertajuk Architecture of Cloth.

Tak sekadar menampilkan rancangan busana yang jelas terlihat indah dari tampilan luarnya, ia pun menyertakan sebuah filosofi rangka yang adalah salah satu keunggulan koleksi dari label Kraton miliknya.

Hal tersebut didasari dari ilmu studi arsitektur juga digital arts yang pernah ia tekuni semasa kuliah di University of Sydney dan Australian National University.

Seperti sebuah mantel berstruktur kokoh berkat inner lining dari silk organza yang ditempatkan pada sisi formation ekshibisi ini.

Tak hanya itu, material serat nanas pun ia aplikasikan sebagai penampang luar dari mantel warna krem tersebut guna menghasilkan satu kreasi yang mengetengahkan garis rancang couture yang menjadi landasan para perancang busana berpuluh-puluh tahun lalu.

Formation sendiri mengandung arti fondasi, yang dikaitkan pada momen awal saat ia mengambil studi ilmu arsitektur.

Menurut Auguste, terdapat hubungan erat antara manusia dengan ruang, termasuk pada sebuah busana walau jaraknya sangat minim sekali.

Sehingga, pada ekshibisinya kali ini, ia menjelaskan secara detail bagaimana sebuah busana dirancang dari mulai proses piping, inner lining hingga tahap akhirnya.

Pada sisi selanjutnya yang ia namai sebagai fragmentation dan reduction, desainer yang sempat mengambil studi fashion di Ecole de la Chambre Syndicale de la Couture, Paris ini menampilkan ragam busana yang lekat dengan permainan pola.

Seperti mantel aksen kotak-kotak yang menghabiskan waktu selama 160 jam dalam proses pembuatannya. Ini dikarenakan sebanyak 146 buah pola yang satu demi satu dijahit tangan dengan sedikit bantuan mesin jahit oleh hanya seorang staff pribadinya.

Maka tak heran jika mantel bermaterial double faced linen tersebut tampak elegan dan klasik layaknya kreasi terbaik era couture di tahun '50-an silam.

Kemudian, tak sedikit yang bertanya, mengapa Auguste menampilkan deretan koleksinya dalam sebuah ekshibisi, bukan pada panggung runway?

Hal ini dikarenakan minimnya detail yang terlihat dari keseluruhan koleksi yang ia tampilkan dalam sebuah peragaan busana.

Tak sedikit yang sulit melihat jelas seperti apa material hingga cutting terutama saat jarak pandang yang terbilang jauh antara tamu dan model yang melenggang.

Oleh karena itu, desainer yang awal tahun ini menampilkan koleksi bridalnya pada Bazaar Wedding Exhibition tersebut lebih memilih menampilkan koleksinya dalam sebuah ekshibisi agar para tamu dapat melihat lebih jelas karyanya serta berimajinasi seakan terbalut keindahan yang Auguste suguhkan.

(Foto: dok. Bazaar)