PENGARUH HORMON PADA BERAT BADAN



Setelah menjalani diet ketat dan giat berolah raga secara rutin, mengapa panah di timbangan Anda tetap saja menunjukkan angka yang sama? Kadar hormon yang tidak seimbang bisa menjadi alasan di baliknya.

Apa itu hormon? Hormon adalah chemical messenger yang dikeluarkan oleh rangkaian kelenjar sebagai alat berkomunikasi di dalam tubuh. Hormon mempengaruhi kegiatan pikiran serta perasaan Anda sehari-hari, seperti rasa senang, kantuk, dan rasa lapar. Begitupun sebaliknya.

Fakta menarik mengenai hormon:

  • Hasil riset Journal of The American Association di tahun 2007 menunjukkan bahwa hormon juga menentukan kesuksesan diet Anda.

  • Dr. David Ludwig, director obesity program di Children's Hospital Boston, mengatakan bahwa pasien yang memproduksi hormon insulin tinggi saat mengonsumsi gula dan karbohidrat dapat menurunkan berat badannya jauh lebih cepat jika membatasi asupan pati-patian dan gula, dibanding jika menjalani diet rendah lemak.

  • Kadar hormon insulin (hormon yang membuat sel tubuh kita menyerap glukosa dari darah) yang tinggi menghasilkan penumpukan lemak di perut sehingga menghasilkan siluet apel pada tubuh.

  • Tidak bisa menahan diri untuk menyantap coklat atau ice cream ketika sedang stres? Cortisol yang dikenal sebagai hormon stres adalah hormon yang mengaktivasi respon di otak Anda untuk mencari kenyamanan melalui makanan seperti kue, coklat, dan camilan.

Tip menjaga keseimbangan hormon:

  • Kurangi konsumsi karbohidrat sederhana atau makanan yang telah diproses secara berulang seperti nasi putih, roti putih, gula, dan tepung terigu. Karbohidrat sederhana akan meningkatkan kadar insulin ditubuh Anda.

  • Perbanyak konsumsi sayur-sayuran, buah-buahan, brown rice, juga protein berupa ikan, ayam, dan kalkun.

  • Memilih produk whole-grain dibanding produk whole-wheat dan rye karena dua produk tersebut dapat memicu inflamasi yang akan menghambat proses penurunan berat badan

  • Minum air hangat dengan perasan jeruk lemon ketika perut kosong di pagi hari. Walau asam, ternyata lemon memiliki kandungan alkaline tinggi untuk membersihkan organ hati yang berperan besar pada metabolisme Anda juga mengurangi resiko terkena inflamasi.

  • Hindari rokok, kopi, alkohol, dan gula buatan karena semuanya menyebabkan ketidak seimbangan hormon.

  • Tidur tujuh hingga sembilan jam sehari tanpa gangguan lampu dan suara tv karena keduanya dapat mengganggu produksi hormon melatonin yang membuat otak Anda benar-benar beristirahat.

  • Melakukan meditasi untuk mengontrol stres dan kadar hormon cortisol.

  • Tertawa. Hasil riset Professor Lee S. Berk dari Loma Linda University of California menunjukkan bahwa dengan tertawa Anda bisa menurunkan kadar hormon stres seketika dan meninggikan sistem kekebalan tubuh selama 12-24 jam. Jika hormon stres terkontrol, maka masalah emotional eating-pun terhindari.

(Teks: Karina Lopulisa, Foto: Gala Indiga)