Menu Artistik Pop-up Resto di Art Jakarta 2017

Pop Up Resto Art Jakarta 2017 tahun ini didesain oleh Domisilium Studio



Fine dining telah lama dianggap sebagai salah satu bentuk karya seni dan chef Yann Bernard Lejard dari The Ritz-Carlton, Bahrain, menunjukkannya di ajang Art Jakarta 2017.

Tahun ini adalah yang ketiga kalinya sang award-winning chef ini ikut serta dalam perhelatan seni yang dipersembahkan oleh Harper's Bazaar Indonesia.

Menu karyanya yang tampil artistik serta menggugah lidah dihidangkan secara khusus di pop-up resto Taste, yang berada di dalam area pameran Art Jakarta 2017, bertempat di The Ritz-Carlton, Jakarta, Pacific Place, mulai tanggal 27 Juli – 30 Juli 2017.


Bazaar sendiri diberi kesempatan pertama untuk mencoba beberapa masakannya. Di dalam jajaran menu bertema Unity in Diversity ini, chef Yann memasukkan beberapa bahan masakan dari dan buatan Indonesia, di antaranya buratta cheese yang diproduksi di Lombok, kedondong, jamur, hingga kecombrang.

Ini dilakukannya untuk mencapai misi membangkitkan curiosity bagi mereka yang akan memakannya. Karena, Anda pasti akan penasaran seperti apa rasanya jika buratta cheese dipadukan dengan rempeyek, bukan?

Secara mengejutkan, ternyata perpaduan kedua elemen di atas tidaklah 'menakutkan', walaupun juga tidak seperti yang Anda dapatkan selama ini. Inilah pengalaman yang chef Yann ingin Anda rasakan saat memakan masakannya. “Taste dan visual emotion adalah dua hal paling penting saat kita menikmati hidangan. Kita harus melihat beberapa hal dengan cara yang berbeda,” ujar sang koki di tengah presentasinya.

Menu berjudul Mini Tomato Buratta ini 'dihias' percikan saus beetroot yang menghasilkan warna pink segar yang terlihat seperti cat.


Hidangan pembuka tersebut dilanjutkan dengan Risotto Creamy dengan truffle juice, telur yang dimasak dengan temperatur 53 derajat Celsius, dan jamur dari Bangka Belitung. Dihidangkan dalam porsi yang pas, rasa dan aroma truffle yang kuat menjadi peralihan yang tepat menuju dua hidangan berikutnya.

Pertama adalah Signature Octopus yang di atasnya diberi sorbet kedondong berasa asam manis dan segar. Di atas piringnya sang chef membuat 'lukisan' abstrak dengan saus hitam sari black lemon dan saus merah dari stroberi dan tomat.

Kedua adalah Chicken Rubbed Cajun Spice dengan potongan kecil setup buah nanas dan saus madu dari Indonesia. Potongan setup nanas yang manis memberi keseimbangan bagi gurihnya bumbu cajun yang tajam.


Untuk pop-up resto Taste ini chef Yann berkolaborasi dengan Domisilium yang mendesain interior restonya. Konsep keduanya dipersatukan oleh penerjemahan akan karya seniman Bali yang berbasis di Inggris, Sinta Tantra.

Warna-warna pop yang kuat dan seolah bertabrakan membuat pop-up resto ini semakin menonjol, apalagi dengan hidangan di atas meja yang juga tidak kalah artistik. Jadi, tidak ada lagi alasan untuk tidak mencobanya!


(Foto: Saeffi Adjie Badas, Febe R. Siahaan)