SukkhaCitta Menjadi Salah Satu Awardee di Cartier Women’s Initiative 2023

Selamat untuk Denica Riadini-Flesch! Sang pendiri label slow-fashion SukkhaCitta, berhasil mendapatkan penghargaan pertama di kategorinya.

Courtesy of Instagram @gwirjawan


Kabar baik untuk Indonesia! Cartier Women's Inititative (CWI) telah mengumumkan para 32 pemenang yang dijuluki sebagai “women impact entrepreneur”. Dan, salah satunya adalah Denica Riadini-Flesch, pendiri selaku CEO SukkhaCitta dari Indonesia.

BACA LAGI: Sembilan Sosok Perempuan Penerima Penghargaan Cartier Women's Inititative 2022

Dengan tema “Forces for Good”, upacara penghargaan tahunan Cartier Women’s Initiative, yang dipersembahkan oleh Cartier, dimulai pada 10 Mei 2023 dan diadakan di Salle Pleyel Paris. Tema ini bertujuan untuk mendorong kolaborasi dan membuat perubahan pada tingkat sistem. Hal ini pun selaras dengan Tujuan 17 dari United Nations Sustainable Development Goals, yaitu “Partnership for the Goals”.

Untuk edisi tahun ini, ada sembilan penghargaan regional dan dua penghargaan tematik, di mana akan ada tiga pemenang untuk masing-masing penghargaan.

Courtesy of Instagram @cartierawards

Didirikan pada tahun 2006, Cartier Women’s Initiative adalah sebuah program yang dibuka untuk perusahaan yang didirikan serta dijalankan oleh para wanita dari negara dan sektor mana pun.

Program ini juga ditujukan untuk meningkatkan pemberdayaan wanita karena para pemenang akan mendapat dukungan keuangan, sosial, dan sumber daya manusia untuk mengembangkan bisnis dan membangun keterampilan kepemimpinan mereka. Alhasil, dampaknya sangat positif untuk para wanita dari seluruh dunia!

Courtesy of Instagram @cartier

Dari total 11 penghargaan tersebut, Denica Riadini-Flesch adalah peserta dari Indonesia yang kedua dalam sejarah Cartier Women’s Initiative yang berhasil menjadi pemenang salah satu penghargaan bergengsi tersebut. Sebelumnya, Lianna Gunawan menjadi perwakilan Indonesia pertama yang berhasil menjadi pemenang Carter’s Women Initiative pada tahun 2012, dengan labelnya berjudul La Spina Collection.

Dengan maraknya tren sustainability, lahirlah konsep fashion yang dijuluki dengan slow-fashion, lawannya fast-fashion.

SukkhaCitta, merek slow-fashion yang didirikan oleh Denica, adalah sebuah Usaha Sosial yang mempunyai visi untuk memberdayakan perempuan. Merek ini menciptakan sederet pakaian dengan desain elevated dan ethical craftsmanship.

Courtesy of Instagram @denicaflesch

Tidak hanya turut berkontribusi dalam mengurangi jejak karbon dalam proses produksi pakaian, SukkhaCitta juga membantu memperbaiki ekonomi para perempuan pengrajin dan petani di pedesaan. Sebagai seorang wirausaha yang juga memikirkan kelestariaan bumi, Denica mampu mencegah lebih dari 1 juta limbah air dengan menggunakan 100 persen pewarna alami, seperti tanaman indigo dan kayu mahoni untuk setiap pakaiannya.

Courtesy of Instagram @sukkhacitta

Melihat tingginya kapas impor, SukkhaCitta menggandeng petani kapas di Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menghasilkan kapas asli Indonesia. Tentu, hasilnya pun tidak hanya menguntungkan bagi para petani, tetapi bagi neraca perdagangan Indonesia juga.

Courtesy of Instagram @sukkhacitta

Komitmen Denica yang tinggi dalam melindungi planet bumi sekaligus memberdayakan perajin di pedesaan Indonesia untuk memproduksi pakaian handmade menggunakan kapas organik sustainable membuat kami tidak heran jika ia berhasil memenangkan salah satu penghargaan di Cartier Women’s Initiative.

Selain itu, untuk pertama kalinya, Cartier Women’s Initiative telah mengakui beberapa pengusaha berdampak perempuan dari Armenia, Bulgaria, Republik Dominika, dan Singapura. Selain itu, pertama kali juga dalam sejarah CWI, Asia Tenggara juga sukses mengambil dua dari tiga tempat di acara penghargaan tersebut untuk kategori Asia Selatan dan Asia Tengah. Selain Denica, ada juga Mint Lim dari School of Concepts, Singapura.

Courtesy of Instagram @cartier

Pemenang pertama ajang ini akan membawa pulang dana hibah sebesar USD $100.000 (sekitar Rp1.480.000.000). Pemenang kedua akan menerima USD $60.000 (sekitar Rp888.000.000, dan pemenang ketiga akan menerima USD $30.000 (sekitar Rp444.000.000. Perlu diketahui juga total dana hibah edisi 2023 telah meningkat menjadi USD $2 juta (sekitar Rp29.627.721.484), jumlah terbesar sejauh ini.

Selain mendapatkan dana hibah, para pemenang akan mendapatkan juga edukasi pendidikan dari sekolah bisnis Insead Prancis.

BACA LAGI:
Cartier Memperkenalkan Elle Fanning Sebagai Global Ambassador Koleksi Grain de Café
Tahun Kedua Kemitraan Cartier dengan La Biennale di Venezia Penuh Penghargaan, Edukasi, dan Sejarah

(Penulis: Bella Nazelina; Foto: Courtesy of Instagram @cartier, @cartierawards, @denicaflesch, @gwirjawan, @sukkhacitta)