Kolaborasi Parfum Unisex Louis Vuitton Pertama & Alex Israel

Namanya sering terdengar belakangan ini, namun apa yang menarik perhatian Alex Israel untuk berkolaborasi dengan rumah mode Louis Vuitton?

Louis Vuitton x Alex Israel


Setelah berkolaborasi dengan label pelopor koper mewah asal Jerman, Alex Israel kembali dilirik oleh salah satu brand high-end luxury terkemuka di dunia, yaitu tak lain dari Louis Vuitton.



Selain Alex Israel, rumah mode mewah asal Prancis ini juga turut melibatkan seorang French perfumer ternama, Jacques Cavalier Belletrud, di balik koleksi unisex fragrance pertamanya.


Lebih dari sekadar mengutarakan rasa cintanya terhadap City of Angels tersebut, sang seniman multimedia yang berbasis di Los Angeles ini juga mengaku merasa terhormat untuk dapat menjadi bagian dari label yang mempunyai hubungan baik dengan seniman favoritnya, seperti Takashi Murakami, Richard Prince, Yayoi Kusama, dan Jeff Koons.




“Los Angeles adalah kota yang kaya akan kreativitias. It’s inspiring!” akunya dalam sebuah sesi tanya jawab. Aroma parfum dapat membawa Anda kembali ke masa lampau ataupun pada memori tentang seseorang yang spesial. Jadi, ketika diminta untuk menggambarkan Los Angeles dalam tiga kemasan botol mewah, tentu saja Alex tidak akan menolaknya.




“Los Angeles adalah rumah saya, tempat di mana saya berkarya dan memperlihatkannya ke seluruh dunia. The thing I know best,” ucap Alex.


Tak hanya memasukkan esensi kota Los Angeles ke dalam tiga botol parfum, Alex juga berterus terang mengenai hal yang ia pelajari dari proses pembuatan minyak wangi.


“Karena ini merupakan kolaborasi pertama saya untuk produk wewangian, I felt quite a bit of pressure to honor the scents as best as I could, dan hal tersebut saya utarakan lewat desain yang dapat Anda lihat pada kemasan dan aksesori lainnya.”


Kali ini, Louis Vuitton memilih pantai California sebagai tujuannya. Koleksi California Dreaming ini terdiri dari tiga aroma yang diberi judul Sun Song, Cactus Garden, dan Afternoon Swim.



1. Sun Song


Seperti judulnya, Sun Song merupakan perpaduan aroma musim panas yang terdiri dari orange blossom, citron, dan musk.




“Untuk Sun Song, saya memilih karya patung yang berjudul Lens. Memiliki ukuran lebih dua meter, terbuat dari plastik pelindung sinar matahari. Just like those in my sunglasses.


2. Cactus Garden



Sedangkan Cactus Green, Alex memilih untuk menggunakan karyanya yang bertajuk Desperado. Sebuah replika perunggu prop film yang sukses memberi gambaran segala jenis narasi dan mitos mengenai Hollywood.


3. Afternoon Swim



Setelah instalasi megah dan prop film, ia memilih lukisannya yang diberi tajuk Wave untuk bersanding dengan aromaAfternoon Swim. Menurutnya, elemen gambar grafik pada karyanya ini menceritakan desiran ombak Samudra Pasifik dengan sempurna, seakan-akan mendikte ritme kota tersebut.




Fun fact: Karya Wave adalah bagian dari film animasi yang juga dibuat oleh Alex Israel, berjudul SPF-18, yang dibintangi oleh Noah Centenio sebagai salah satu pemeran utamanya.




Tak hanya itu, Alex Israel juga menciptakan carrying set yang dapat memuat ketiganya ataupun secara individual.




Resmi dirilis pada awal bulan April kemarin, koleksi yang terinspirasi dari California ini dapat menjadi milik Anda dengan harga 210 Euros atau sekitar IDR 3,320,000 untuk ukuran 100ml.




(Foto: Courtesy of Louis Vuitton, Instagram Alex Israel, Louis Vuitton)