Livin’ Fest Heritage Raya 2026 Rayakan Kreativitas dan Gaya Hidup Ramadan

Perayaan kreativitas, budaya, dan gaya hidup Ramadan dalam satu ruang inspiratif.

Fotografer: Gustama Pandu & Lintang Sukmana


Menjelang Hari Raya, semangat kreativitas dan kebersamaan terasa semakin hidup melalui penyelenggaraan Livin’ Fest Heritage Raya 2026 yang berlangsung pada 5–7 Maret 2026 di The Ritz-Carlton Jakarta Pacific Place. Digelar oleh Bank Mandiri bersama Harper’s Bazaar Indonesia, festival ini menghadirkan ruang yang mempertemukan antara fashion, budaya, dan gaya hidup dalam satu pengalaman yang hangat dan penuh inspirasi.

BACA JUGA:Dukungan Bank Mandiri untuk Industri Kreatif dalam Membawa Tenun Tradisional ke Pasar Global

Lebih dari sekadar destinasi belanja untuk Ramadan, Livin’ Fest Heritage Raya menjadi panggung bagi kreativitas lokal untuk tampil dan dirayakan. Lebih dari 100 brand lokal, UMKM, serta pelaku industri kreatif turut ambil bagian dalam festival ini, menghadirkan berbagai kategori mulai dari fashion, aksesori, kecantikan, hingga produk lifestyle yang dikurasi khusus untuk menyambut musim perayaan.

Fotografer: Gustama Pandu & Lintang Sukmana

Hari pertama dibuka dengan sambutan dari Direktur Network & Retail Funding Bank Mandiri, Jan Winston Tambunan serta Editor in Chief Harper’s Bazaar Indonesia, Ria Lirungan. Momentum pembukaan terasa semakin semarak dengan peluncuran kartu kredit dan debit terbaru Bank Mandiri yang turut dihadiri oleh Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Heri Panjaitan, sebuah langkah yang menegaskan komitmen Bank Mandiri dalam mendukung ekosistem gaya hidup modern sekaligus pertumbuhan industri kreatif Indonesia.

Rangkaian fashion show kemudian membuka babak pertama festival ini dengan presentasi dari Oscar Lawalata yang menghadirkan koleksi dengan karakter elegan dan refined. Panggung kemudian beralih kepada The Rizkianto yang mempersembahkan koleksi busana Ramadan dalam nuansa krem yang lembut dan sophisticated, sebuah interpretasi busana Raya yang terasa ringan sekaligus anggun. Kontras yang menarik hadir melalui koleksi dari Privo Oktaviano yang menampilkan palet lebih gelap dengan sentuhan edgy, memberikan dinamika tersendiri dalam rangkaian presentasi mode di hari pertama. Malam pembukaan kemudian ditutup dengan penampilan musikal dari Andien dan Tulus yang membawa suasana hangat dan penuh kebersamaan.

Fotografer: Gustama Pandu & Lintang Sukmana

Memasuki hari kedua, panggung fashion dibuka oleh Ghea Resort karya Amanda Janna yang menghadirkan koleksi terbaru yang terinspirasi dari keindahan alam Sumba. Warna-warna alami, tekstur ringan, dan siluet yang mengalir menghadirkan nuansa resort yang effortless namun tetap elegan. Setelah peragaan busana tersebut, Amanda & Janna bersama Fashion Director Harper’s Bazaar Indonesia, Michael Pondaag, mendemonstrasikan cara styling kain dengan sentuhan modern, memperlihatkan bagaimana wastra tradisional dapat dikenakan dengan pendekatan yang lebih kontemporer.

Agenda hari kedua kemudian berlanjut dengan presentasi spesial dari Ghea Fashion Studio yang menampilkan koleksi bertema “Silk Road”, sebuah eksplorasi visual yang terinspirasi dari perjalanan budaya melalui tekstil dan motif. Rangkaian show dilanjutkan oleh Wilsen Willim dengan koleksi modern yang struktural, diikuti oleh presentasi dari Eri Dani. Hari kedua kemudian ditutup oleh Svarana by Ikat Indonesia yang mempersembahkan koleksi Hari Raya berbasis wastra Nusantara, sebelum panggung kembali diisi oleh Sejauh Mata Memandang yang menghadirkan koleksi terbaru dengan pendekatan yang lebih berkelanjutan.

Fotografer: Gustama Pandu & Lintang Sukmana

Hari ketiga festival dibuka oleh Tanda Mata yang mempersembahkan koleksi Raya dengan perpaduan motif dan detail payet yang menciptakan tampilan modern sekaligus elegan. Setelah itu, Buttonscarves menghadirkan koleksi dengan siluet timeless dan material berkilau dalam berbagai motif, termasuk monogram khas label tersebut yang menjadi identitas visualnya.

Rangkaian fashion show kemudian ditutup oleh IKYK melalui Thoughtful Raya Series dalam kolaborasi bersama Bank Mandiri. Koleksi ini menjadi bagian dari inisiatif keberlanjutan Mandiri Looping for Life, sebuah program yang mengolah kembali pakaian bekas melalui konsep ekonomi sirkular bersama pelaku UMKM lokal.

Selama tiga hari penyelenggaraannya, Livin’ Fest Heritage Raya tidak hanya menjadi perayaan fashion menjelang Hari Raya, tetapi juga sebuah ruang pertemuan bagi kreativitas, budaya, dan inovasi. Di tengah suasana Ramadan yang penuh makna, festival ini menunjukkan bagaimana industri kreatif Indonesia terus berkembang,menghubungkan tradisi, komunitas, dan gaya hidup modern dalam satu pengalaman yang terasa relevan sekaligus inspiratif.

Created by Harper's Bazaar Indonesia for Bank Mandiri

BACA JUGA:

15 Label Fashion Asal Indonesia untuk Melengkapi Penampilan di Hari Raya

15 Rekomendasi Tempat Berbuka Puasa yang Spesial di Jakarta Tahun 2026

(Penulis: Alisa Putri R.; Edited by JM; Fotografer: Gustama Pandu & Lintang Sukmana)