Pada Kamis, 10 Februari lalu, dua kolaborasi Lunar New Year dipresentasikan di T’ang Court, The Langham, Jakarta. Wilsen Willim berkolaborasi dengan Subeng Klasik sementara EPA Jewel menghadirkan koleksinya bersama Stella Lunardy. Dua arah yang berbeda, masing-masing membingkai Imlek dalam bahasa yang lebih relevan.
BACA JUGA:15 Aksesori Pilihan untuk Sambut Imlek 2026
Berikut dua kolaborasi yang memperlihatkan bagaimana tradisi dapat diterjemahkan kembali dalam estetika hari ini.
Wilsen Willim x Subeng Klasik
Dalam koleksi Lunar 2026, Wilsen Willim menggeser ekspektasi warna Imlek yang biasanya identik dengan spektrum cerah ke arah palet yang lebih matang: merah gelap, biru tua, biru langit, abu-abu, hitam, dan putih.
Hitam tampil tegas, sementara putih hadir bersih dan mudah dipadukan. Dua warna yang sebelumnya jarang diasosiasikan dengan perayaan tersebut kini dihadirkan dalam siluet yang lebih kontemporer. “Kita justru menjawab permintaan generasi muda yang ingin tampil dinamis dalam warna-warni yang tidak terlalu mencolok dan sulit untuk dikenakan kembali dalam keseharian,” ujarnya mengenai rancangannya.
Siluet dirancang modular dan mudah dipadu padan, dari jaket dan rompi hingga bustier, celana, rok, dan kemeja tanpa lengan. Detail batik pesisir berpadu dengan kerah serta kancing khas Shanghai, menghadirkan referensi budaya dalam struktur yang lebih terkini.
Penggunaan katun, renda, jacquard, rajutan, hingga suiting fabric memastikan koleksi ini tidak berhenti pada busana festive semata, melainkan dirancang untuk dikenakan kembali melampaui musim perayaan.
Empat sosok muda, Jessy Kusno, Ian Hugen, Ayu Gani, dan Aquinaldo Adrian, dipilih sebagai wajah koleksi ini. Wilsen Willim pun berharap koleksi Lunar 2026 tersebut dapat mendampingi para pemakainya dalam meraih pencapaian yang diharapkan sepanjang tahun.
EPA Jewel x Stella Lunardy
Berbeda arah namun tetap selaras dalam semangat musim perayaan, EPA Jewel memperkenalkan Celestial Bloom bersama Stella Lunardy. Rancangan ini menafsirkan metafora “mekar” sebagai simbol awal baru melalui bentuk floral yang terstruktur dan komposisi yang terasa organik. Sebuah interpretasi ulang atas warisan dalam pendekatan yang lebih modern.
Busana Stella Lunardy hadir dalam merah tua, merah muda, krem, serta hitam, dengan referensi kuat pada siluet cheongsam. Sebagian tampil sebagai gaun, sebagian lain diterjemahkan ke dalam bentuk set atasan dan rok. Slit menjadi elemen yang konsisten, membentuk garis yang lebih panjang sekaligus memberi aksen pada keseluruhan tampilan.
Pada tampilan tersebut, perhiasan EPA Jewel tampil sebagai elemen utama. Anting zamrud, gelang berornamen floral, hingga tusuk rambut memberi kontras terhadap struktur busana. Giok dan jadeite, material khasnya, hadir dalam rona terpilih dengan ukiran presisi, dipadukan dengan sentuhan emas atau white rhodium serta aksen kristal yang terukur. Alih-alih berfokus pada kemewahan yang berlebihan, keseluruhan rangkaian ini menekankan detail dan makna.
Di Tahun Kuda yang identik dengan kepercayaan diri dan laju yang progresif, Celestial Bloom menerjemahkan energi tersebut melalui perhiasan statement dan detail yang dinamis. Koleksi ini membingkai ulang tradisi dalam pendekatan yang modern, dirancang untuk menandai Tahun Baru Imlek dengan presisi dan elegansi yang terkendali.
BACA JUGA:
ANW Menyambut Tahun Baru dengan Perjalanan Penuh Gaya di Pillar
Adidas Tang Jacket Chinese New Year yang Viral Kini Hadir di Indonesia
(Teks: Karen Silitonga; Foto: Lintang Sukmana)