Pieter Mulier mengundurkan diri sebagai direktur kreatif Alaïa setelah lima tahun memimpin. Koleksi terakhirnya akan dipamerkan selama musim gugur 2026 mendatang di Paris, akhir dari era yang sangat singkat namun sangat dicintai. Ia belum mengumumkan peran selanjutnya, dan belum ada pengganti yang ditunjuk.
BACA JUGA: Kendall Jenner Memukau dengan Blazer Vintage Alaia di Paris Fashion Week
Dalam sebuah pernyataan, CEO Alaïa, Myriam Serrano, mengatakan, "Kami dengan tulus berterima kasih kepada Pieter atas visi dan komitmennya, yang telah menulis bab penting dalam evolusi berkelanjutan dari merek ini." Ia melanjutkan, "Selama lima tahun terakhir, Pieter dan tim luar biasa yang dipimpinnya telah membentuk pembaharuan kreatif Alaïa, menghormati warisannya dan memperkuat relevansi, kepercayaan, dan pengakuan global merek ini."
Masa kepemimpinan Mulier di Alaïa sungguh spektakuler. Dalam lima tahun yang singkat itu, ia telah sepenuhnya menghidupkan kembali rumah mode yang sempat meredup setelah pendirinya, Azzedine Alaïa, meninggal dunia pada tahun 2017. Ia telah menarik generasi baru pengikut Alaïa yang mengagumi caranya memutar, meliuk, dan mengembangkan kain di sekitar tubuh untuk menciptakan bentuk-bentuk abstrak yang luar biasa. Di rumah mode Alaïa milik Mulier, sepatu balet dan tas east-west dibuat dengan sangat presisi dan tajam, sama seperti bodysuit jersey berkerudung dan celana panjang yang dihiasi dengan strip mille feuille dari kain twill. Tidak ada logo dan tidak ada penerbitan ulang langsung dari arsip. Mulier telah mempertahankan esensi dari apa yang dibangun oleh Azzedine Alaïa sambil mengembangkan fondasi dan arah masa depannya sendiri untuk merek tersebut.
Mulier duduk bersama Bazaar musim gugur lalu untuk membahas masa jabatannya di Alaïa, dan secara ironis, ia mencatat bahwa hal yang paling berharga baginya dan pekerjaannya di merek tersebut adalah waktu, masa untuk bereksperimen, mendesain, merenungkan ide dan membiarkannya matang. Ini adalah hal yang langka di dunia mode yang bergerak sangat cepat. Niatnya bukanlah untuk memproduksi produk, melainkan untuk menciptakan keinginan. "Tentu saja cara pembuatannya tetap penting," katanya, "tetapi itu bukan hal yang terpenting. Kreativitas adalah kemewahan baru, dan saya yakin akan hal itu."
Perjalanan karier Mulier sebelum Alaïa memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang sang desainer dan kepekaannya yang tajam dalam menyentuh hati konsumen di luar lingkup mode kelas atas yang tertutup. Ia pernah bekerja dengan Raf Simons di Dior, dan bersamanya di Calvin Klein, dua pekerjaan yang memungkinkannya untuk memperhatikan keinginan dan kebutuhan konsumen tanpa terpengaruh oleh algoritma atau tren yang menyesatkan.
Meskipun disayangkan kita tidak akan melihat Mulier menciptakan lebih banyak karya untuk Alaïa, bakatnya akan tetap relevan di mana pun ia berada selanjutnya. Jika ia pindah ke rumah mode mewah lain, dapat dipastikan ia akan mengajak kita berdiskusi tentang apa merek tersebut dulu, sekarang, dan di masa depan. Bagi Mulier, hal itu selalu tentang kemungkinan.
BACA JUGA:
8 Tampilan Valentine’s Day untuk Setiap Jenis Kencan
Low-Rise Jeans Benar-Benar Kembali. Begini Cara Memakainya
(Penulis: Brooke Bobb; Artikel ini disadur dari: BAZAAR US; Alih bahasa: Kaylifa Kezia Annazha; Foto: Courtesy of BAZAAR US)