Louis Vuitton Menyuguhkan Koleksi High Jewelry yang Mengusung Tema Evolusi Bumi

Deep Time Chapter II dipresentasikan berbarengan dengan Paris Fashion Week, di Paris.

Courtesy of Louis Vuitton. Layout by Tevia Andriani


Koleksi anyar High jewelry Louis Vuitton dipresentasikan di Paris berbarengan dengan Paris Fashion Week untuk haute couture.

Sebuah kesambungan untuk koleksi Deep Time (Chapter I) yang hadir di tahun lalu, koleksi baru bertajuk Deep Time Chapter II diselenggarakan untuk beberapa undangan terbatas di Place Vendome di tengah Kota Paris, dilantai atas butik mewah Louis Vuitton.

Courtesy of Louis Vuitton

Koleksi Deep Time adalah sebuah ode untuk keindahan batu mulia yang menjadi titik sentral perjalanan kreasi ini yang didukung oleh savoir faire rumah mode dalam sebuah storyline tentang geologi dan kehidupan.

Persembahan koleksi kelima yang didesain oleh direktur artistik untuk jam tangan dan permata yaitu Fransesca Amfitheatrof, Ia menghadirkan sekitar 50 pieces dengan kualitas batu permata yang mengagumkan. Sekitar 10 tema diusung yang membawa kita ke perjalanan panjang ribuan tahun lalu, menembus waktu dan tanah untuk mengungkap metamorfosa warisan alam.

Kreasi yang spektakuler ini merupakan sebuah ode kepada alam, memperlihatkan sisi alam yang menakjubkan dengan sejarah evolusi bumi yang tidak terurai dengan mudah.

Courtesy of Louis Vuitton

Fransesca Amfitheatrof mengungkap babak kedua dari koleksi Deep Time, Ia membuat sebuah koleksi puitis yang menelusuri lebih jauh, mengungkap secara simbolik asal usul bumi. Dari sudut geologi, asal mula bumi dilihat berasal dari dua benua besar bernama Gondwanan dan Laurasia yang kemudian dengan munculnya fenomena gempa besar menyebabkan adanya pergerakan lempeng benua yang dikenal dengan nama teori Continental Drift.

Inspirasi dengan tajuk Laurasia disublimasikan dengan piece baru yaitu kalung bertumpuk tujuh yang melingkar dengan anggun, bersusun dari platinum, yellow gold dan rose gold dengan motif V, ciri khas dari rumah mode ini dengan taburan 270 berlian dan 34 berlian dengan emerald cut diamond yang memberikan kejernihan, serta berlian kuning berkarat 5,02 yang mempersona.

Courtesy of Louis Vuitton

Hadirnya kehidupan ekosistem pertama dengan tumbuhnya jamur dan mycélium menjadi salah satu tema lain dari koleksi ini, yaitu Symbiosis. Selebrasi kehidupan awal di dunia ini dirangkai dalam kalung susun yang feminin yang fluid dengan rangkaian batu mulia spinel yang cerah dan beragam. Bentuk yang hadir dalam sebuah harmoni warna lembut, sepeti violet, dadu dan biru pastel.

Courtesy of Louis Vuitton

Dengan gaya yang sophisticated dan kontemporer, temaSkin dihadirkan dengan kalung bermotif Damier dari rose gold dengan taburan 300 saphir Umba, yaitu batu mulia yang berasal dari Tanzania yang sedikit oranye atau jingga.

Courtesy of Louis Vuitton

Monogram, dari rumah mode ini bisa kita lihat di koleksi Bones misalnya, sebuah choker dari emas putih bermotif bunga, lengkap dengan suntingan berlian LV monogram star di sentral kalung.

Koleksi selanjutnya dengan tema lainnya seperti Seeds, Plants dan Flowers yang spektakuler satu dengan lainnya, semua dipamerkan dengan scenography yang menarik, yakni disandingkan dengan bermacam-macam kekayaan alam yang antik seperti batu kuning dari Libia yang berumur 29 juta tahun, telur raksasa yang sudah punah di abad 17 dari Madagascar ataupun black coral dari Yunani.

(Foto; Courtesy of Louis Vuitton)