10 Film Animasi Pendek Penuh Pesan Moral yang Wajib Anda Tonton!

Jadikan film animasi pendek sebagai alternatif tontonan Anda untuk saat ini!

Poster film pendek animasi / Foto: Courtesy of IMDb


Tayangan animasi kerap dikaitkan sebagai tontonan bagi anak-anak. Begitu pula dengan film animasi pendek. Namun, bukan berarti tayangan tersebut dapat serta-merta Anda remehkan. Kualitas dari film animasi pendek sama bagusnya dengan film pendek lainnya, bahkan memiliki keunggulannya tersendiri, baik bagi orang dewasa maupun anak-anak.

Tontonan yang umumnya berdurasi belasan menit ini dapat menyuguhkan tampilan dan suasana yang berbeda untuk Anda konsumsi sebagai orang dewasa sehingga menawarkan sebuah pengalaman baru.

Keunggulannya bagi anak-anak pun tidak perlu dipertanyakan lagi. Film animasi pendek mengandung banyak nilai penting dan baik untuk dipelajari dan ditiru oleh anak-anak. Nilai-nilai tersebut disisipkan secara pintar sehingga membuatnya menarik dan mudah untuk dicerna oleh mereka.

Eksistensi dari jenis tontonan yang satu ini pun telah dibuktikan dari adanya kategori penghargaan khusus di Academy Awards atau Oscars, yaitu Best Short Fim (Animated). Oleh karena itu, film animasi pendek dapat menjadi opsi baru bagi Anda atau anak Anda untuk mengisi waktu luang selama di rumah.

Berikut kami hadirkan beberapa pilihan film animasi pendek terbaik untuk Anda.



Hair Love

Film animasi pendekHair Love membuktikan kecemerlangannya dengan meraih penghargaan Best Short Film (Animated) pada Academy Awards 2020 silam. Diproduksi oleh Sony Picutres Animation, tontonan ini seakan menjadi representasi akan keindahan rambut afro. Tontonan yang disutradarai oleh Matthew A. Cherry dan Bruce W. Smith ini mengisahkan seorang gadis kecil yang memiliki rambut afro yang hitam tebal. Dengan kondisi sang ibu yang terbaring di rumah sakit, ayahnya bertanggung jawab untuk mengurus sang anak, termasuk rambutnya. Ketika rambut afro kerap mendapat stigma buruk, film pendek ini dengan berani menunjukkan bahwa rambut afro sama indahnya dengan rambut-rambut lain, terlepas dari bentuk dan teksturnya dan juga menunjukkan bahwa setiap rambut memiliki keindahan dan keunikannya tersendiri jika dirawat dan ditata dengan baik.



The Box

The Box adalah salah satu contoh dari film pendek yang diadaptasi dari kisah nyata. Tontonan tersebut berhasil menampilkan kondisi nyata dari Syria, sebagai negara yang sedang berkonflik. Merve Cirisoglu Cotur menjadi produser, penulis, dan sekaligus sutradara The Box. Ia dengan sengaja menghasilkan karya ini agar meningkatkan kesadaran orang-orang akan nasib pilu yang dialami oleh anak-anak korban peperangan, bagaimana mereka harus bertahan di situasi yang sekalipun tak mereka pahami itu. Menariknya, film ini tidak menyuguhkan sedikitpun dialog, hanya suara desahan sang anak yang menjadi pemeran utama dan suara dari latar yang nampak. Hal tersebut pun berhasil menambah efek haru pada film pendek yang satu ini. Kardus yang ia miliki menjadi saksi dari perjalanan yang ia lalui, dari kehidupan normal hingga kehidupan yang menyulitkan. Kardus yang bermula sebagai tempat main bersama kucing peliharaannya itu berakhir menjadi kardus yang akan menemaninya mengarungi lautan untuk mendapat harapan baru, harapan yang lebih cerah.

Pada akhir film tersebut, tertulis keterangan berikut: “Lebih dari 80% dari populasi anak di Syria telah terdampak dari konflik kejam yang terjadi di negaranya. Sebanyak 6,1 juta anak membutuhkan dukungan dalam hal edukasi. Lebih dari 6 juta anak kehilangan tempat tinggal. Lebih dari 16.600 anak terpisah dari keluarganya dan telah melewati batas negara Syria.”

Film pendek tersebut dapat membantu menyadarkan kita betapa sengsaranya kehidupan orang-orang di negara berkonflik, khususnya bagi anak-anak. Dengan begitu, kita perlu senantiasa merasa bersyukur dan tidak lupa untuk membantu sesama yang membutuhkan bantuan.



Bao

Bao / Foto: Courtesy of IMDb

Disutradarai oleh Domee Shi, film pendek Bao berhasil meraih penghargaan di Academy Awards untuk kategori Best Short Fim (Animated) pada tahun 2019 silam. Hanya dalam 8 menit, tayangan ini menghadirkan sebuah cerita yang menghadirkan sosok bao atau sebuah pangsit yang biasanya diisi dengan daging atau sayuran. Namun, pada sisi lain, bao juga berarti sesuatu yang berharga. Makna tersebut dicurahkan dalam cerita film pendek ini yang berkisah tentang hubungan rumit yang dimiliki sepasang ibu dan anak. Sang ibu, yang memiliki keturunan Tionghoa-Kanada, memiliki sindrom empty nest. Namun, kehadiran bao atau pangsit miliknya yang berubah menjadi hidup membantu dirinya untuk mengemban peran sebagai seorang ibu dan menata kembali hubungan dengan anaknya. Tidak hanya sebagai sebuah makanan, bao di film pendek ini dijadikan metafora nan berarti bagi hubungan keduanya.



A Folded Wish

Film animasi pendek yang diproduksi oleh Artmoeba Productions ini menawarkan kisah haru bagi para penontonnya. Sekilas, tontonan ini memang terlihat sederhana, di mana menceritakan sepasang saudari yang tinggal bersama sang nenek. Kedua saudari ini menderita penyakit keras. Dalam mengisi hari-harinya, mereka memiliki rencana dan target untuk menghasilkan sejumlah seribu burung origami. Namun, kondisi keduanya terus memburuk tiap harinya. Hingga datang suatu hari di mana salah satu saudari meninggal dunia.

Pada saat napas terakhirnya, sang saudari terus berusaha untuk menyelesaikan seribu origami sebagai bentuk janji terhadap saudarinya. Secara tersirat, film pendek ini mengandung pesan bahwa kita tidak boleh menyerah, walau dalam keadaan yang sulit maupun tidak mengenakkan. A Folded Wish juga menunjukkan bahwa penting untuk memiliki kasih sayang sesama saudara dan bahwa memberi kekuatan satu sama lain adalah yang perlu dilakukan.



Dear Basketball

Dear Basketball / Foto: Courtesy of IMDb

Short film ini sempat tenar pada masanya karena merupakan hasil karya pemain basket ternama, yaitu mendiang Kobe Bryant. Film pendek keluaran tahun 2017 ini diadaptasi langsung dari puisi karya Kobe dengan judul yang sama. Puisi sekaligus tontonan tersebut menceritakan bagaimana cinta yang ia miliki terhadap basket. Tidak hanya itu, ia juga membagikan kisah masa lalunya dalam menggapai impian dan kecintaannya tersebut.

Diisi dengan narasi puisi yang dibacakan langsung oleh sang penulisnya, Kobe Bryant, Dear Basketball memberikan kesan otentik sekaligus haru bagi para penonton. Film pendek tersebut memperlihatkan kita bagaimana kerja keras dan impian adalah hal utama yang perlu kita ingat, tanpa lupa bersyukur setelah meraih pencapaian yang dimiliki. Kecakapan film pendek ini diperkuat dengan diterimanya penghargaan Academy Awards pada tahun 2018 untuk kategori Best Short Film (Animated).



WiNDUP

Film pendek ini kembali mengisahkan cerita keluarga yang mengenyuhkan. Tayangan keluaran tahun 2020 ini diproduksi oleh Unity. Melalui film pendek yang ditulis dan disutradarainya, Yibing Jiang menyuguhkan kisah mengenai kehidupan yang rapuh, cinta, dan arti pantang menyerah. Secara garis besar, tontonan yang berdurasi sepuluh menit ini berkisah tentang ayah yang tidak menyerah dalam berharap akan kesembuhan anaknya yang terbaring tidak sadar.

Ia menggunakan musik agar tetap terhubung dengan putrinya, yaitu dengan memainkan kotak musik windup. Pada lain sisi, selama terbaring tidak sadar di rumah sakit, sang anak mampu mendengar suara musik yang didengarkan sang ayah melalui mimpi alam bawah sadarnya. Melalui musik tersebutlah sang anak berusaha mencari jalan keluar dari mimpinya agar dapat kembali bertemu ayahnya. WiNDUP mampu memberikan dua alur kisah yang berbeda dalam satu tayangan yang tentunya penuh akan nilai-nilai baik dan berharga.




Bear story

Bear Story / Foto: Courtesy of IMDb

Sebagai film pendek lain yang berhasil meraih penghargaan Best Short Film (Animated) dari Academy Awards (2016), alur kisah Bear Story tidak kalah bermakna. Dengan pengemasan yang alur kisah yang unik, Bear Story menghadirkan sebuah kisah yang nampaknya sangat relate dengan kehidupan nyata ini. Tayangan pendek animasi ini memiliki dua kisah serta nilai utama. Pertama adalah kisah mengenai keluarga beruang. Sang ayah diambil dan ditarik paksa untuk bekerja dalam sebuah sirkus binatang, membuatnya terpisah dari sang keluarga.

Kemudian, disuguhkan juga kisah mengenai kejamnya perlakuan terhadap binatang-binatang yang digunakan untuk kepentingan hiburan sirkus, di mana mereka tidak dirawat dengan baik dan dipaksa untuk melakukan hal-hal sulit dan berbahaya. Bear Story menunjukkan bahwa kasih sayang keluarga akan bertahan sepanjang masa, walau terpisahkan oleh jarak dan waktu. Selain itu, film pendek animasi ini juga menunjukkan bagaimana sirkus binatang sangatlah merugikan dan membahayakan para binatang sehingga perlu untuk ditangani lebih lanjut.



Umbrella

Berkisah mengenai anak yatim piatu yang tumbuh besar dalam panti asuhan, Umbrella menawarkan sebuah kisah nyata yang berarti dan berharga. Film pendek yang diproduksi oleh Stratostorm ini mengisahkan seorang anak yatim yang ingin sekali memiliki sebuah payung berwarna kuning. Setelah ditelusuri, keinginannya tersebut dilatarbelakangi oleh pengalamannya, di mana ia sempat menjadi pengungsi.

Pada saat itu, ia selalu ditemani oleh sebuah payung kuning. Pada saat dirinya telah menginjak usia tua, ia memutuskan untuk membuka toko payung, sebagai bentuk memori masa kecilnya. Tayangan ini mengajarkan kita untuk tetap mengingat dan menghargai hal-hal kecil yang mengisi hidup kita. Tersirat juga nilai untuk membantu sesama dan tidak serakah dengan kepemilikan pribadi kita.



Farewell

Film pendek animasi ini diproduksi pada tahun 2016 di Prancis. Tontonan singkat ini berkisah tentang seorang pelukis wanita yang baru saja mengalami keguguran dan sangat terpukul akan kondisi tersebut. Secara tiba-tiba ia didatangi oleh gambar burung pada sebuah kertas. Namun, uniknya, burung tersebut dapat bergerak. Tanpa sadar, burung tersebut mengajarinya dan menuntunnya untuk melupakan kesedihan mendalamnya dan mengajaknya untuk keluar dari awan kelabu yang mengitarinya.

Pada akhirnya, burung tersebut menjadi hidup, namun ia langsung kehilangan nyawanya. Sang wanita pun dengan berat harti membiarkan burung tersebut pergi, setelah unggas tersebut membantunya dan membimbingnya untuk menata kehidupan seperti semula. Sosok burung tersebut menyimbolkan anak sang wanita yang telah tiada. Tindakan saat ia melepaskan burung yang sudah mati seakan merepresentasikan dirinya yang sedang melepaskan dan meingikhlaskan anaknya yang tidak berada bersamanya. Film pendek ini mengajarkan kita untuk ikhlas dan tabah dalam melepaskan sesuatu yang sudah tidak kita miliki.

Pip

Pip dapat dikatakan sebagai salah satu film pendek animasi dengan jumlah tayangan terbanyak di YouTube, yaitu sekitar 254 juta viewers. Secara garis besar, Pip mengisahkan seorang anjing yang belajar di Canine University. Tujuannya hanyalah satu, yaitu untuk menjadi seekor anjing pemandu. Namun, hal tersebut tidak semudah yang ia pikir. Walaupun memiliki alur cerita sederhana, film animasi pendek yang satu ini mampu menyalurkan segala rintangan yang dialami oleh si anjing.

Tayangan tersebut pun berhasil menyampaikan pesan untuk pantang menyerah dalam meraih dan menggapai mimpi. Dengan memiliki sikap tersebut, kita pasti akan meraih segala mimpi dan harapan kita. Pip juga menunjukkan kasih sayang yang dimiliki anjing kepada manusia. Dengan begitu, penting bagi kita untuk tetap menyayangi mereka dan merawatnya.

(Penulis: Fatimah Mardiyah / Foto: Courtesy of IMDb)