Gelora Seniman Muda di Kota Tua

Mungkin bisa jadi pilihan aktivitas di akhir pekan ini.



Siapa yang mengira di antara bangunan-bangunan kolonial yang berdiri di sekitaran kawasan Museum Fatahillah, akan hadir sebuah pameran seni berkonsep modern yang memanfatkan dinding-dinding bangunan kolonial sebagai ruang pamernya?

Ide kreatif ini kemudian diwujudkan dengan nama Artotel Week yakni, sebuah festival musik, seni, dan gaya hidup yang digelar dalam rangka memperingati tahun kelima ulang tahun Artotel Group.


Karya Bernie Barto.


Artotel Group sendiri awalnya dikenal sebagai grup hospitality yang memiliki beberapa properti hotel dan fokus pada seni dan lifestyle. Akan tetapi kini, Artotel Group sendiri sudah berekspansi dengan mendirikan beberapa unit bisnis baru, seperti Artotel Project Series (ASP) yakni event management yang menggelar festival ini.

Artotel Week mengusung tema Stance of Youth, di mana 12 seniman muda berbakat dengan bebas merespon ruang Gedung Cipta Niaga, yang menjadi lokasi pameran, layaknya studio mereka sendiri. Hasil karya yang ditampilkan pun beragam, dari mulai instalasi, grafiti, hingga papercutting art.


Bandung Lautan Jedi, Hari Prast.




Nama seperti Atreyu Moniaga, Bernie Barto, Dhado Whacky, Mahendra Nazar, dan Muklay hadir memamerkan karya-karya mereka yang penuh dengan semangat dan identitas anak muda. Tentunya warna-warna vibran dan figur yang karikatur hasil kreativitas anak muda ini tampak kontras dengan interior gedung yang tua.




Karya Hari Prast.


Sementara itu area outdoor di belakang gedung, sengaja diubah menjadi area berbelanja, makan dan menikmati pertunjukan musik dari Tokyolite, Wangi Gitaswara, The Hydrant, Peonies, dan masih banyak musisi muda lainnya.

Artotel Week digelar dari 8 hingga 11 November di Gedung Cipta Niaga, kawasan Kota Tua.


(Foto: Dok. Bazaar)