Rahasia Kesuksesan Fashion Influencer, Aimee Song

Menjadi fashion influencer merupakan mimpi banyak generasi millennial. Fashion blogger, Aimee Song, bercerita tentang perjalanannya.



Di era modern ini, terkenal di dunia digital telah menjadi suatu hal yang lumrah. Terlebih pasca kemunculan aplikasi media sosial Instagram yang memberikan platform bagi setiap orang untuk dapat mengunggah foto mereka dan khalayak dapat dengan mudah mengakses foto-foto tersebut.

Hasilnya, persona-persona yang dianggap berpengaruh di dunia digital, atau yang lebih dikenal dengan istilah influencer, bermunculan bagaikan jamur di musim hujan. Berbekal dengan jumlah follower yang mencapai puluhan ribu hingga jutaan, ‘profesi’ sebagai digital influencer ini pun diminati oleh begitu banyak orang, terutama generasi millennial.


Aimee Song, merupakan salah satu fashion blogger generasi pertama yang mampu mempertahankan eksistensinya di dunia digital sejak tahun 2008. Rentang waktu yang cukup panjang untuk tetap eksis dan relevan di tengah luapan fashion blogger dan influencer yang timbul tenggelam.

Pemilik blog bertajuk Song of Style ini membuktikan bahwa kehadirannya di jagad fashion senantiasa diakui. Prestasi seperti ini tentu tidak datang dari langit. Konsistensi Aimee Song menyuguhkan konten fashion dan gaya hidup yang menarik dan inspiratif, baik di media blog, Instagram, Twitter, maupun YouTube, menjadi salah satu faktor yang membawanya hingga ke posisi sekarang ini.

Follower yang berjumlah 4,6 juta di Instagram, 183.000 pengikut di YouTube, dan 71.000 pengikut di Twitter, menunjukkan seberapa besar pengaruh Aimee Song di kancah digital.

Belum lagi dengan foto-foto street style-nya di perhelatan fashion week yang kerap mengisi lembaran majalah fashion dan gaya hidup di berbagai belahan dunia. Tak ayal nama Aimee Song pun disebut sebagai salah satu fashion blogger dan influencer yang paling berpengaruh saat ini.

Akhir Agustus lalu, Bazaar berkesempatan untuk berbincang langsung dengan sang fashion blogger yang juga menjadi bintang cover majalah Bazaar bulan November 2017. Berikut petikan wawancara kami.


Harper’s Bazaar Indonesia (HB): Anda memulai blog Anda sejak sembilan tahun yang lalu. Apa yang menginspirasi Anda untuk merintis sebuah blog fashion?

Aimee Song (AS): Rasa bosan menjadi alasan utama saya memutuskan untuk membuat sebuah blog. Saya dulu suka menyimpan banyak foto dari internet lalu iseng mengunggahnya ke dalam blog.

Pada awalnya saya ingin menulis dan mengunggah foto-foto desain interior, koleksi fashion, hingga konten musik yang saya anggap inspiratif. Itulah cikal bakal mengapa blog saya dinamai Song of Style.

Hingga suatu ketika saya mengunggah foto pakaian yang saya kenakan untuk wawancara kerja—tidak ada motif apa-apa, sekadar ingin berbagi pada teman-teman dan keluarga bahwa saya memakai baju itu untuk wawancara kerja.

Ketika itu saya berpikir blog adalah medium untuk dinikmati sendiri atau teman terdekat, namun rupanya foto tersebut mendapat respons yang baik dari pembaca.

Dari sana saya kemudian mengunggah lebih banyak foto outfit of the day, mulai banyak menulis opini tentang fashion. saya benar-benar mengarahkan blog saya menjadi sebuah blog fashion. Traffic pun kian bertambah dan blog saya berkembang dengan sendirinya.

HB: Seperti apa perjalanan Anda hingga mencapai status sebagai salah satu fashion blogger paling berpengaruh di dunia?

AS: It took me nine years to get here. Sebelumnya, saya bahkan tidak tahu cara bernegosiasi maupun menjual nama dan jasa saya sebagai seorang blogger fashion.

Saya beberapa kali mempromosikan label-label fashion secara cuma-cuma, bahkan pergi ke luar kota dengan modal sendiri untuk menghadiri sebuah perhelatan fashion.

Meskipun ketika itu blog saya sudah memiliki traffic yang tinggi dan saya bisa saja memberikan harga kepada mereka, namun saya tidak tahu caranya dan tidak menyangka dapat meraih profit darinya.

Dua tahun saya melakukan itu, hingga sebuah label fashion mengundang saya ke sebuah acara di Texas, dan saya diperlakukan secara profesional; mereka menanggung akomodasi dan memberikan bayaran yang pantas.

Momen itu seperti tamparan bagi saya; this is how it should work! Akhirnya seorang teman membantu untuk membangun blog saya, dan menjadi manajer yang mengatur setiap tawaran komersial yang datang hingga saat ini.

Di lain pihak, saya konsisten bekerja keras demi menelurkan konten-konten yang menarik serta inspiratif, dan saya senang sekali dengan respons publik yang didapatkan.

Pada dasarnya saya senang berbagi mengenai banyak hal yang saya sukai, terutama soal fashion—gaya personal maupun opini saya tentang sebuah koleksi. Rupanya khalayak menikmati konten-konten yang saya hadirkan di sana, dan saya berkomitmen untuk tetap rutin melakukannya.


HB: Anda diterbangkan secara khusus oleh Christian Dior dari Los Angeles ke Jakarta untuk merayakan pembukaan butik Dior di Plaza Senayan. Apa yang paling Anda kagumi dari label legendaris tersebut?

AS: Iya betul, ini salah satu proyek yang paling membuat saya excited selain karena saya sendiri belum pernah ke Jakarta, Dior adalah salah satu rumah mode fashion favorit saya sepanjang masa! Spirit empowerment yang konsisten mereka gaungkan sejak awal berdiri--dan semakin digiatkan oleh Maria Grazia Chiuri melalui koleksi-koleksi yang dilansirnya, membuat label ini semakin bersinar di mata saya.

Bagi saya Dior akan selalu menjadi label ikonis yang dicintai oleh begitu banyak orang. Label ini tidak sekadar menawarkan item fashion saja, namun ia juga memiliki sejarah panjang yang mengagumkan dan semangat empowerment yang terus dikobarkan. Saya sungguh menghargai itu.

HB: Kita beralih ke pertanyaan-pertanyaan trivial. Sebutkan satu hal yang paling Anda sukai di dunia ini.

AS: Buah alpukat! Rasanya hampir semua pengikut saya di media sosial telah mengetahuinya karena saya benar-benar tidak bisa hidup tanpa alpukat untuk tetap sehat. Saya bahkan pernah mengenakan kostum alpukat di sebuah pesta Halloween!

HB: Sebutkan lima fakta tentang diri Anda yang mungkin belum banyak diketahui publik.

AS: Pertama, porsi makan saya lebih besar daripada kaum pria. Bahkan melebihi ayah saya yang berat badannya 90 kilogram dengan tinggi badan 192 meter, I mean he really is a big guy and I eat more than him.

Kedua, saya ini senang mengobrol. Saya bisa berbicara tanpa henti terutama ketika saya menemukan teman bicara yang seru. I talk a lot! Tapi mungkin bagi sebagian orang karakter seperti ini bisa sedikit menyebalkan ya?

Ketiga, saya juga tipe orang dengan rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Ketika saya penasaran akan satu hal, saya selalu menelusurinya di internet hingga saya puas dengan informasi yang saya temukan. Ini juga berkaitan ketika saya berbincang dengan seseorang, saya selalu memiliki banyak hal yang ingin ditanyakan.

Keempat, saya sangat dekat dengan adik saya, Dani. Momen berpergian akan selalu mengesankan ketika saya terbang bersamanya. Namun saya juga tipe orang yang mandiri dan senang traveling seorang diri. I can always have fun on my own.

Kelima, bagi saya kesempurnaan bentuk alis merupakan hal terpenting dalam kecantikan. Saya bisa merasa jengkel dan tidak percaya diri bila alis saya tidak sempurna.


Baca juga wawancara lengkapnya di majalah Harper's Bazaar Indonesia edisi November 2017.


(Foto: Kay Moreno. Styling: Michael Pondaag. Asst. Stylist: Michelle Othman, Makeup: Adrian Suryapradipa menggunakan Dior Makeup. Hair: Kiefer Lippens. Manicurist: Krisna Siantar menggunakan Dior Makeup. Wardrobe: Christian Dior)