Tahun baru belum lama ini resmi saja dimulai, namun dunia mode sebagaimana lazimnya telah menatap ke depan menuju musim semi. Rangkaian peragaan busana yang berlangsung sepanjang September dan Oktober menjadi salah satu yang paling menonjol dalam beberapa waktu terakhir, dengan 15 debut desainer setelah terjadinya perombakan signifikan dalam industri.
BACA JUGA:Prediksi Fashion dari Bazaar untuk Tahun 2026
Sorotan lainnya mencakup kembalinya gaya flapper yang terlihat dalam sejumlah siluet khas era 1920-an serta penekanan kuat pada estetika Marie Antoinette. Bukan kebetulan bahwa pameran besar V&A dibuka pada periode yang sama dengan berlangsungnya peragaan ini. Atasan bra menjadi tren utama, pantai hadir sebagai sumber inspirasi penting bagi para pelaku mode, dan kerudung kepala muncul sebagai aksesori kunci.
Simak 16 tren yang perlu Anda ketahui untuk musim semi/panas 2026.
1. Beach Bound
Kiri ke kanan: Loewe, Rabanne, Balmain, Chloé, Missoni
Para desainer sepenuhnya merangkul gaya hidup pantai untuk musim panas 2026 dengan menghadirkan referensi renang dan selancar secara eksplisit ke dalam koleksi mereka. Model-model di Chloé memadukan pakaian renang dengan rok kulit berpotongan drapery, sementara di Rabanne, sang desainer Julien Dossena mengungkapkan bahwa koleksi tersebut terinspirasi dari masa kecilnya yang tumbuh di kawasan pesisir yang kemudian diterjemahkan ke dalam detail dan material bernuansa scuba.
Di Missoni, para model membawa handuk pantai di dalam tas jinjing mereka seolah selalu siap untuk berenang kapan saja. Sementara itu, handuk pantai juga tampil sebagai elemen busana di Loewe dan Balmain yang diwujudkan dalam bentuk gaun tanpa tali. Koleksi Balmain sendiri mengusung tema pantai secara menyeluruh dengan sejumlah rancangan dibuat hampir sepenuhnya dari cangkang kerang.
2. Diaphanous Dressing
Kiri ke kanan: Givenchy, Simone Rocha, Carolina Herrera, Dries Van Noten, Altuzarra
Sementara gaun "naked" belakangan mendominasi ketertarikan dunia mode terhadap material transparan dengan panggung peragaan Spring/Summer menghadirkan pendekatan yang lebih subtil dan justru terasa lebih sensual. Siluet tampil lebih longgar dan romantis lewat lapisan-lapisan tembus pandang yang hadir mulai dari Alaïa hingga Emporio Armani. Gaun-gaun etereal karya Altuzarra, mini dress berenda dari Dior, serta blus transparan berstruktur rapi milik Carolina Herrera cukup untuk meyakinkan bahwa tren ini bukan tentang berbusana telanjang, melainkan tentang sugesti akan apa yang tersembunyi di balik pakaian.
3. Fibre-Optic Feathers
Kiri ke kanan: Stella McCartney, Bottega Veneta, Balenciaga, Casablanca, Prabal Gurung
Detail hiasan berbulu dihadirkan dengan kesan ringan dan dinamis oleh sejumlah desainer, termasuk Stella McCartney, Prabal Gurung, dan Casablanca yang menerapkannya secara apik pada material denim. Dua debut besar, Pierpaolo Piccioli di Balenciaga dan Louise Trotter di Bottega Veneta pun menampilkan bulu serat optik ini, menciptakan tampilan busana yang seolah memiliki kehidupan dan gerakannya sendiri. Seperti biasa, Stella McCartney memanfaatkan momen ini untuk berinovasi, merancang gaun-gaun berhias bulu dari bilah rumput yang dicat.
4. Haute Headascarves
Kiri ke kanan: Calvin Klein, Emilia Wickstead, Alberta Ferretti, Zimmermann, Giambattista Valli
Jika Anda merasa sudah cukup melihat headscarf dalam beberapa musim panas terakhir, maka ketika aksesori ini membanjiri media sosial maka tren Spring/Summer 2026 akan membuktikan sebaliknya. Versi Calvin Klein tampil dengan nuansa khas era 1990-an, digunakan sebagai pelengkap gaun bertali spaghetti serta paduan busana hitam-putih. Sementara itu, rancangan Giambattista Valli hadir dalam ukuran besar berbahan sutra berwarna permata, menghadirkan kesan nostalgia yang romantis.
Lanvin menegaskan referensi Art Deco era 1920-an yang menjadi benang merah koleksinya, sedangkan Emilia Wickstead dan Zimmermann sama-sama menampilkan kerudung kepala yang senada dengan busana yang dikenakan. Di Gucci, Demna mengangkat warisan glamor Italia milik rumah mode tersebut melalui scarf berlogo yang diikat di bawah dagu, dipadukan dengan trench coat kulit dan sepatu bot yang mencuri perhatian.
5. The Flapper Return
Kiri ke Kanan: Chanel, Ferragamo, Lanvin, Versace, Tory Burch
Bukan hanya Lanvin yang merayakan era "roaring twenties" untuk sebuah zaman baru. Chanel, Ferragamo, Tom Ford, Tory Burch, dan Versace turut mengeksplorasi interpretasi kontemporer dari gaun flapper dengan mengedepankan potongan pinggang rendah, detail manik-manik, serta siluet yang cair dan ringan. Anggap saja ini sebagai gaun pesta baru untuk menyambut musim yang baru. Mengingat telah berlalu 100 tahun sejak lahirnya Art Deco, inilah momen yang tepat untuk menghadirkan kembali gaya klasik tersebut.”
6. Bra-Bearing
Kiri ke kanan: Prada, Versace, Simone Rocha, Ralph Lauren, Fendi
Tampaknya, bra akan menjadi sahabat terbaik Anda di musim semi, tentu saja, selama dikenakan sebagai bagian yang terlihat. Di Chanel, bralette bernuansa merah muda dengan sentuhan vintage tampil di balik atasan transparan, sementara Versace dengan berani memamerkan bra berhiaskan manik-manik berukuran mungil yang dipadukan dengan rok berpotongan rendah di pinggul.
Fendi, Ralph Lauren, dan Prada memilih pendekatan yang lebih subtil dengan melapiskan bra di balik jaket berpotongan rapi dan blazer berukuran besar. Sementara itu, Simone Rocha menghadirkan kontras menarik dengan memadukan bra bandeau berpayet bersama kardigan bermotif floral serta rok lingkar berstruktur teatrikal dari organza.
7. Home Comforts
Kiri ke kanan: Louis Vuitton, Nanushka, Lacoste, Fendi, Alberta Ferretti
Kenyamanan menjadi kunci bagi banyak desainer dalam merancang koleksi musim semi 2026 namun jangan keliru, kenyamanan yang dihadirkan adalah kenyamanan berbalut kemewahan. Lorenzo Serafini di Alberta Ferretti dan Nicolas Ghesquière di Louis Vuitton misalnya, sama-sama menaruh perhatian pada gagasan berdandan di ruang privat rumah dengan menawarkan material mewah serta siluet yang sederhana, memberikan rasa leluasa sekaligus menenangkan.
Seperti yang diungkapkan Nicolas Ghesquière di balik panggung, “Menyenangkan rasanya berdandan di rumah… Atmosfer yang ingin saya bagikan adalah ketenangan yang Anda rasakan saat berada dalam kenyamanan rumah.”
Di Lacoste, Nanushka, dan Fendi, pendekatan terhadap kenyamanan juga tampil dengan nuansa mewah meski tidak dimaksudkan untuk tetap berada di dalam rumah. Ketiganya memperkenalkan interpretasi baru yang sangat terkurasi terhadap busana olahraga, menghadirkannya melalui tekstur yang kaya dan proporsi berukuran besar, dipadukan dengan aksesori mengilap bahkan, dalam koleksi Fendi, dilengkapi dengan sepatu hak tinggi.
8. On The Fringe
Kiri ke kanan: Calvin Klein, Burberry, Alaïa, Gabriela Hearst, Ahluwalia
Para pencinta gaya maksimalis patut bersukacita karena detail rumbai diprediksi akan hadir berlimpah. Ahluwalia menambahkan rumbai merah dramatis pada blazer double-breasted yang tampil minimal, Burberry menyematkannya pada trench coat biru cerah, sementara Bottega Veneta menghadirkannya pada syal ekstra panjang.
Di lini lain, pendekatan yang lebih teatrikal terlihat di Gabriela Hearst yang menghadirkan gaun musim panas putih segar dengan rok panjang berumbai ekstra, sementara set sutra dari Calvin Klein menjadi salah satu sorotan. Alaïa di bawah arahan Pieter Mulier tampil paling mencuri perhatian lewat stoking berwarna dengan rumbai panjang yang berayun, dimulai dari pertengahan paha hingga menjuntai ke bawah kaki.
9. Paint Pot Pairings
Kiri ke kanan: Akris, Erdem, Dries Van Noten, Prada, Versace
Jika selama ini Anda setia pada busana hitam dan palet warna netral, musim semi menjadi waktu yang tepat untuk bereksperimen. Dari Akris hingga Erdem, Fendi hingga Prada, serta Dries Van Noten hingga Versace, warna-warna cerah dipadukan dengan warna cerah lainnya. Merah, biru, dan hijau membentuk tampilan pembuka rancangan Dario Vitale untuk Versace; chartreuse dan ungu tua saling bertabrakan di Balenciaga; sepatu merah ruby mencuri perhatian di balik trench hijau zamrud berhias detail di Erdem; sementara mantel kuning neon tampil mencolok berdampingan dengan tas biru terang. Tidak ada aturan baku, perpaduan warna tak terduga ala Prada menjadi buktinya. Cukup celupkan kuas ke dalam palet warna dan lihat apa yang tercipta.
10. Reams of Ruffle
Kiri ke kanan: Alexander McQueen, Giambattista Valli, Saint Laurent, Louis Vuitton, Chloé
Fashion menampilkan sisi yang lebih lembut pada musim semi, menghadirkan elemen-elemen romantis sebagai pelarian dari realitas dunia yang kian keras. Kecenderungan ini paling jelas terlihat melalui kegemaran para desainer terhadap detail ruffle, ditampilkan dalam bentuk renda di Chloé sebagai sentuhan sutra pada jaket-jaket Louis Vuitton, serta menyelimuti gaun-gaun transparan di Givenchy.
Maison Margiela, Alexander McQueen, Carolina Herrera, Schiaparelli, dan Giambattista Valli sama-sama menunjukkan apresiasi mereka terhadap ruffle, namun interpretasi paling dramatis (dan paling membekas) hadir di Saint Laurent. Di sana, Anthony Vaccarello menciptakan gaun-gaun mengembang nan megah, terinspirasi dari gaun “Proust” karya Yves Saint Laurent pada era 1970-an yang terasa layak dikenakan oleh sosok heroine modern.
11. Shine On
Kiri ke kanan: Tom Ford, Carven, Giorgio Armani, Boss, Mugler
Gaun berbahan vinil, sutra berkilau bak cairan, lateks yang lentur, serta sentuhan payet menghadirkan efek kilau tinggi yang mendominasi banyak koleksi Spring/Summer. Rok-rok Carven, gaun lurus berpotongan pas tubuh dari Ferragamo, serta kemeja bersiluet jam pasir rancangan Mugler tampil memantulkan cahaya dengan kuat. Sementara itu, Giorgio Armani memperkenalkan set berkilau dengan warna-warna mewah, dan payet rancangan Tom Ford berkilauan menyusuri panggung peragaan.
12. Suprising Skirt
Kiri ke kanan: Chanel, Givenchy, Balenciaga, Simone Rocha, Alaïa
Gaun telah lama mendominasi sorotan selama beberapa musim terakhir, sehingga kehadiran rok sebagai pusat perhatian terasa begitu menyegarkan. Ini bukan tren satu ukuran untuk semua; sebaliknya, fokusnya adalah pada rok-rok yang memberi dampak kuat, baik melalui proporsi yang berlebihan (Alaïa, Simone Rocha, Givenchy) maupun detail dramatis (Balenciaga, Chanel). Menyambut musim semi, carilah rok panjang penuh dengan hiasan megah yang menjuntai mengikuti langkah Anda saat berjalan. Sekarang bukan waktunya untuk tampil malu-malu.”
13. Slouchy Suits
Kiri ke kanan: Erdem, Dolce & Gabbana, Acne Studios, Issey Miyake, Bottega Veneta
Jika Anda menyukai konsep busana tailoring namun kerap merasa siluetnya terlalu membatasi, setelan musim semi hadir dengan pendekatan yang jauh lebih rileks dibanding versi-versi yang ketat. Celana longgar berpotongan santai dengan jaket serasi mendominasi, menghadirkan kenyamanan yang terasa begitu menarik.
Bottega Veneta menunjukkan cara memakainya untuk kebutuhan kerja, dipadukan dengan kemeja rapi dan scarf sutra. Setelan pinstripe Erdem yang dilengkapi sepatu berhias pita sutra, akan tampak sangat chic di tengah lautan gaun pesta. Sementara itu, interpretasi dari Acne Studios dan Issey Miyake terasa seperti versi busana off-duty yang dipoles, tetap rapi namun effortless.
14. Rococco Rules
Kiri ke kanan: Rocha, Erdem, Dior, Anna Sui, Max Mara
Bukan hanya Museum V&A yang terpikat pada sosok Marie Antoinette menjelang akhir tahun lalu; peragaan busana musim semi/panas 2026 juga membangkitkan semangatnya melalui deretan pannier, gaun berukuran monumental, serta referensi Rococo yang kental. Di Max Mara, Madame de Pompadour, gundik Raja Louis XV (ayah Louis XVI, suami Marie Antoinette) menjadi sosok inspirasi, dengan kemewahan Rococo yang tercermin dalam bahu berstruktur spiral, kelim bertekstur, dan detail kelopak tipis yang ringan.
Erdem mungkin mengambil inspirasi dari Hélène Smith, seorang medium asal Swiss pada akhir abad ke-19 yang meyakini dirinya memiliki banyak kehidupan lampau, namun korset dan pannier menjuntai dalam koleksinya mengisyaratkan keyakinan Smith bahwa salah satu kehidupan tersebut berlangsung di istana Prancis abad ke-18, di lingkungan sang ratu.
Gaun-gaun Dior, jaket (dan sepatu) rancangan Anna Sui, serta visi keseluruhan Simone Rocha tentang debutan modern seolah membawa kita ke waktu dan tempat lain, menghadirkan busana yang terasa begitu selaras dengan kemegahan Istana Versailles.
15. The New Uniform
Kiri ke kanan: Prada, Celine, Acne Studios, Isabel Marant, Balmain
Sebagai kontras dari kemewahan bernuansa abad ke-18, para desainer memperkenalkan jenis “seragam” baru untuk musim mendatang. Prada, khususnya, merefleksikan ulang makna seragam di masa kini, menghadirkan jumpsuit utilitarian yang diperkaya aksesori elegan serta detail-detail tak terduga.
Busana fungsional bernuansa khaki juga terlihat di berbagai rumah mode lainnya. Kemeja kargo Acne yang dipadukan dengan celana berikat pinggang menghadirkan sentuhan androgini, sementara jaket militer berpotongan peplum dari Celine dikenakan bersama celana lurus dan sepatu bot bergaya Western. Nuansa khaki turut muncul di Chloé dan Dior, sementara Balmain dan Isabel Marant memilih pendekatan yang sedikit lebih bohemian melalui potongan oversized dan celana kargo pendek.
16. Wear your Wallet
Kiri ke kanan: Coach, TWP, Tory Burch, Michael Kors
Salah satu mikrotren mengejutkan yang muncul dari peragaan Spring/Summer 2026 adalah dompet yang dikenakan sebagai aksesori, terlihat di sejumlah panggung peragaan. Coach menampilkan pouch mini yang dikenakan berlapis di leher para model, sementara TWP dan Michael Kors menghadirkan dompet berukuran lebih besar dengan sentuhan mengilap. Di sisi lain, tas mungil nan manis rancangan Tory Burch digantungkan pada kalung berhias manik-manik. Untuk urusan aksesori musim semi, kepraktisan menjadi pemenangnya.
BACA JUGA:
7 Tren Kuku Terbaik 2026 yang Wajib Dicoba
8 Tren Rambut Terbesar yang Akan Anda Lihat di Tahun 2026
(Penulis: Camille Freestone; Artikel ini disadur dari: BAZAAR US; Alih bahasa: Syiffa Pettasere; Foto: Courtesy of BAZAAR US)