Valentino Garavani, sosok yang selamanya mengubah cara kita pemandang kemewahan modern meninggal dunia hari ini di usia 93 tahun. Ia menghembuskan napas terakhir di kediamannya di Roma, dikelilingi oleh sahabat dan keluarga, sebuah akhir yang hangat bagi kehidupan yang begitu indah, dihabiskan untuk merancang busana-busana spektakuler.
BACA JUGA: Bella Hadid Padukan Sweter Valentino dengan Tas Tabby Cokelat
Valentino pernah mendandani ikon-ikon dunia seperti Jacqueline Kennedy Onassis (termasuk gaun pernikahan keduanya), Elizabeth Taylor, hingga Nan Kempner. Lewat visinya, ia menghadirkan kepercayaan diri tanpa batas dan pesona bintang yang memikat bagi perempuan di seluruh dunia. Ia nyaris menciptakan definisi kemewahan anggun yang mendominasi era 1960-an, 1970-an, hingga 1980-an. Entah dalam bentuk mantel yang agung atau gaun dramatis, setiap karya Valentino selalu hadir dengan keanggunan, kecanggihan, dan kekuatan yang tak terbantahkan.
Valentino lahir pada tahun 1932 di wilayah selatan Milan. Di usia muda, ia sempat menempuh pendidikan singkat di School of Art and Fashion di kota tersebut sebelum memutuskan untuk keluar dan pindah ke Paris. Di sana, ia menjadi apprentice selama lima tahun bersama couturier, Jean Dessès dan dua tahun dengan Guy Laroche.
Sepulang dari Paris, ia kembali ke Roma untuk bekerja bersama para desainer Italia Emilio Schuberth dan Vincenzo Ferdinandi sebelum akhirnya mendirikan rumah mode miliknya sendiri pada tahun 1960 di Via Condotti, Roma. Di sanalah ia membangun salah satu rumah couture paling sukses dan revolusioner di luar Paris pada masanya hingga akhirnya dikenal luas lewat gaun-gaun merah menyala yang memikat, warna ikonik yang kemudian dikenal sebagai “Valentino Red.” Pada tahun yang sama, Valentino bertemu Giancarlo Giammetti yang kelak menjadi mitra bisnis sekaligus pasangan hidupnya sepanjang hayat.
Pada tahun 1962, Valentino mempersembahkan koleksi runway resminya yang pertama di Florence. Dua tahun kemudian, ia dihubungi oleh Jackie Kennedy dan dukungannya menjadi titik penting yang mengantarkan Valentino ke panggung mode global diikuti oleh sosok-sosok ikonik lain seperti Audrey Hepburn dan Sophia Loren.
Seiring meningkatnya popularitasnya di kalangan sosialita elit dan selebritas dunia, Valentino kemudian meluncurkan lini ready-to-wear yang melejit pada dekade 1970-an. Siluet rancangannya terasa modern dan memikat: jaket ber-tailoring tajam dipadukan dengan rok mini dan sepatu bot patent setinggi lutut, gaun berlipit lembut bak dewi dengan drapery mengalir, hingga mantel berstruktur besar dalam warna serta material yang mewah. Karya-karya Valentino sama kuatnya secara visual dan menginspirasi baik di jalanan maupun di ruang-ruang ikonik seperti Gedung Putih atau lantai dansa Studio 54.
Sang desainer resmi pensiun pada Januari 2008 dengan Maria Grazia Chiuri dan Pierpaolo Piccioli mengambil alih peran sebagai co–creative directors. Setelah 45 tahun berada di garis depan rumah mode yang ia bangun sendiri, Valentino memberikan penghormatan terakhirnya di runway pada musim couture Spring tahun tersebut. Peragaan itu ditutup dengan para model mengenakan gaun “Valentino Red” yang seragam yang kemudian disambut standing ovation, sebuah momen penutup yang sepenuhnya pantas bagi warisan spektakuler Valentino Garavani.
Dalam buku Valentino: A Grand Italian Epic yang diterbitkan oleh Rizzoli tahun lalu, terdapat sebuah kutipan dari mendiang Diana Vreeland yang merangkum dengan sempurna karya serta dedikasi Valentino terhadap dunia mode. Ia mengatakan bahwa sang desainer “menyukai perempuan yang percaya pada overdressing, menciptakan sebuah peran, menghadirkan kesan bahwa mereka tidak akan menghilang ke latar belakang. Perempuan versinya harus mengejutkan, ia harus memikat.”
Memang, kontribusi terpenting Valentino bagi dunia mode adalah perasaan yang ia hadirkan bagi siapa pun yang mengenakan rancangannya. Itulah yang akan selalu dikenang darinya, gaya yang berkilau, dibalut dalam nuansa Valentino Red.
BACA JUGA:
Anne Hathaway Tampil Bergaya Romantis dalam Gaun Arsip Valentino
Tampilan Mewah Angelina Jolie di Bandara Mengenakan Setelan Piyama dari Valentino
(Penulis: Brooke Bobb; Artikel disadur dari BAZAAR US; Alih bahasa: Emily Naima; Foto: Courtesy of BAZAAR US)