Bagi Putri Kate, tahun 2025 menjadi tahun yang besar dalam banyak aspek. Hanya beberapa hari setelah tahun baru dimulai, ia mengumumkan bahwa dirinya telah berada dalam masa remisi dari kanker, lalu kembali menjalani tugas-tugas publik dengan penampilan yang tampak sehat dan bersinar seperti biasa.
BACA JUGA:Putri Kate Hadiri Agenda Publik Perdana di Tahun 2026 dengan Salah Satu Tas Andalan
Seiring kemunculannya kembali di hadapan publik, penampilan fashion Kate kembali menjadi sorotan. Keluarga kerajaan mencatat sejarah dengan menerima tiga kunjungan kenegaraan dari para pemimpin dunia untuk pertama kalinya sejak 1988 yang memberi kesempatan bagi Kate untuk tampil memukau dalam gaun rancangan Sarah Burton untuk Givenchy, Phillipa Lepley, hingga Jenny Packham. Deretan penampilan gala tersebut menambahkan sentuhan glamor pada busana kerja sehari-hari sang putri yang didominasi setelan dan padu padan berpotongan rapi dengan kesan quiet luxury.
Meski tetap setia pada gaya intinya, terdapat pergeseran halus dalam pilihan busana Kate sepanjang 2025, sebuah perubahan yang menurut Susan Kelley, pendiri What Kate Wore, “menyuarakan kewibawaan yang semakin kuat.” “Sang putri tidak ragu membuat pernyataan gaya yang kuat pada acara-acara berprofil tinggi,” ujar Susan.
“Mereka benar-benar mendorong batasan dalam cara Kate menggunakan fashion sebagai bagian dari peran yang lebih luas,” kata Bethan Holt, Direktur Fashion The Telegraph yang merujuk pada tiga penampilan berkilau Kate di jamuan kenegaraan.
Sebagai Putri Wales yang kian mendekati perannya sebagai seorang ratu, Kate berpakaian dengan orientasi masa depan. Salah satunya tercermin dari keputusannya mengenakan Oriental Circlet Tiara milik Ratu Victoria pada jamuan kenegaraan Jerman, 3 Desember lalu, sebuah langkah bermakna karena Kate menjadi perempuan pertama, selain ratu atau permaisuri yang mengenakan mahkota tersebut sejak dirancang pada 1853.
Ada strategi di balik pilihan lemari busana Kate seiring perannya sebagai ratu semakin dekat ujar Bethan yang menyebut pendekatan tersebut “kian canggih dan bertujuan dari waktu ke waktu.”
“Evolusinya berlangsung perlahan dan stabil, tetapi jika dibandingkan dengan beberapa tahun lalu, kini terasa cukup berbeda,” tambahnya. “Ada elemen yang lebih dewasa dan terstruktur, mencerminkan pendekatan profesional yang Kate dan William miliki terhadap peran mereka di masa depan.”
Pada awal 2025, perhatian publik tertuju pada keinginan calon ratu untuk menekankan substansi pekerjaannya ketimbang pilihan busananya. Untuk mencerminkan hal tersebut, banyak penampilan siang hari Kate, sering kali berupa busana yang dikenakan ulang “tampak menegaskan upaya meminimalkan sorotan pada mode,” ujar Susan. Ia mencatat bahwa Kate mulai meninggalkan skinny jeans dan lebih memilih setelan celana ketimbang gaun. Saat mengenakan gaun, panjang kelimnya pun lebih panjang dibandingkan sebelumnya.
Sebagai duta penting industri mode Inggris, komitmen Kate untuk menampilkan merek-merek asal Inggris tetap kuat sepanjang tahun 2025. “Ia benar-benar merupakan versi yang lebih elevated dari perempuan Inggris pada umumnya,” jelas Bethan.
Pada musim panas, penata gaya lama Kate, Natasha Archer mengakhiri perannya dan hingga kini belum ada pengganti. Kate “tampak mantap dengan selera pribadinya dan keputusan akhir akan selalu berada di tangannya, sebagaimana Ratu Elizabeth II dahulu,” ujar Bethan. “Tak banyak perempuan yang sama-sama dikenal karena jaket Barbour dan tiara warisan keluarga, namun ia mengenakan keduanya dengan sangat natural.”
Eloise Moran, penulis The Lady Di Look Book menilai bahwa nada mode Kate dalam setahun terakhir bergeser menjadi lebih seremonial, terkendali, dan berakar pada nilai-nilai keabadian. “Meski tidak terlalu digerakkan oleh tren atau sisi eksperimental, konsistensi telah menjadi ciri utama citra publiknya,” kata Eloise. “Dalam arti tertentu, gaya ini terasa sengaja tidak petualang, dirancang untuk memberi rasa aman, bukan untuk mengekspresikan diri.”
Evolusi gaya Kate, lanjut Eloise, “lebih terasa sebagai perwujudan serius dari peran yang diembannya, ketimbang upaya reinventif,” seraya menambahkan bahwa pilihan gaunnya kini “semakin intensional dan semakin merepresentasikan institusi yang sedang ia persiapkan untuk diwakili.”
Penulis biografi kerajaan, Sally Bedell Smith mengatakan Kate memiliki “semua yang dibutuhkan untuk menjadi ratu yang hebat: modern dan mudah dijangkau, namun tetap menjaga elemen misteri yang dibutuhkan monarki.” Dikenal akan “aura tenangnya,” Sally menambahkan, “Tak ada nuansa yang memecah belah dari Catherine. Ia tulus dan publik mengetahuinya.”
“Saya rasa banyak orang belum sepenuhnya menyadari betapa cerdasnya Catherine, bagaimana ketenangannya menstabilkan Pangeran William, serta bagaimana ia belajar menyeimbangkan kehidupan keluarga dengan tugas publik,” lanjutnya.
Sesama penulis biografi kerajaan, Ingrid Seward menyebut peran Kate “berkembang secara bertahap, sebagaimana mestinya. Tak ada terburu-buru. Ia tahu bagaimana mendapatkan apa yang diinginkannya.” Mengenai sosok Kate di balik persona publiknya, Ingrid menambahkan, “Saya berharap kita semua tahu sedikit lebih banyak tentang Putri Wales, namun ia adalah buku yang tertutup rapat dan hanya terbuka saat ia menghendakinya. Kita hanya melihat apa yang ia ingin kita lihat.”
Segala sesuatu dalam orbit kerajaan Kate merupakan “bagian dari strategi yang dikalibrasi dengan cermat,” kata komentator kerajaan, Richard Fitzwilliams seraya menambahkan bahwa “kita tidak lagi berada di era di mana spontanitas dimungkinkan.” Hal ini, tentu saja, tercermin dalam pilihan busananya, tak ada yang dibiarkan kebetulan.
Hampir 15 tahun menjalani pernikahan dan peran kerajaannya, kepercayaan diri Kate meningkat pesat. Richard memprediksi bahwa dalam perannya kelak sebagai ratu, “Catherine akan menjadi lebih dari sekadar figur simbolis.”
“Ia kini percaya diri berbicara di depan publik, sesuatu yang dulu membuatnya gugup,” ujar Richard. Meski kerap dibandingkan dengan Putri Wales sebelumnya, mendiang Putri Diana, ia menegaskan bahwa “perbandingan dengan Diana sungguh tidak relevan.” Kate adalah sosoknya sendiri, “sepenuhnya menyadari kebutuhan menyeimbangkan tradisi dengan modernitas, dan berhasil melakukannya dengan sangat baik.”
Kate genap berusia 44 tahun pada 9 Januari lalu. Di usia 43 tahunnya, ia diwarnai karya para desainer favorit lama seperti Alexander McQueen, Catherine Walker, Emilia Wickstead, Alessandra Rich, dan Jenny Packham, serta nama-nama yang lebih baru seperti Holland Cooper, Victoria Beckham, dan Veronica Beard. Terdapat pula sentuhan Ralph Lauren yang berpadu dengan Boden, Self-Portrait, dan Roland Mouret. Kate juga tercatat bereksperimen dengan Dior, Talbot Runhof, dan Bella Freud.
Rachel Bowie, mantan pembawa acara Royally Obsessed podcast, menyebut pilihan busana Kate sepanjang tahun lalu sebagai “selektif,” seraya menambahkan bahwa “tahun ini terasa seperti momen kepemilikan penuh atas evolusi gayanya sebagai bangsawan.”
“Rasanya ia bersenang-senang dan merangkul sisi ‘keputrian’ itu sepenuhnya,” jelas Rachel. “Secara keseluruhan, tampilannya terasa jauh lebih percaya diri.”
BACA JUGA:
Perdana, Putri Kate Kenakan Tiara Terbesarnya Sejauh Ini dengan Gaun Cape Berkilau
(Penulis: Rosa Sanchez; Artikel disadur dari BAZAAR US; Alih bahasa: Syiffa Pettasere; Foto: BAZAAR US)