Benarkah Jojoba Oil Dapat Membantu Mengatasi Masalah Jerawat?

Minyak jojoba dipercaya dapat membantu mengatasi masalah jerawat ringan hingga sedang.

Courtesy of Freepik.com


Facial oil dikenal memiliki banyak manfaat untuk kulit. Tidak hanya bisa menenangkan kulit, memberikan kilau alami, dan membantu mengunci kelembapan kulit, beberapa jenis facial oil bahkan bisa mengurangi produksi sebum, yang pada gilirannya dapat membantu mengatasi masalah jerawat.

Jojoba oil disebut-sebut sebagai salah satu jenis facial oil yang baik untuk kulit berjerawat. Benarkah demikian? Simak ulasannya di bawah ini!


Apa itu minyak jojoba atau jojoba oil?


Dikutip dari salah satu laman majalah lifestyle, jojoba oil merupakan hasil ekstraksi dari biji tanaman jojoba yang memiliki nama ilmiah Simmondsia chinensis. Menurut ahli kimia kosmetik Ron Robinson, terlepas dari namanya, jojoba oil sebenarnya adalah zat lilin (waxy substance). Itulah mengapa, jojoba oil akan terasa tidak terlalu berminyak saat diaplikasikan pada kulit dibandingkan dengan jenis minyak lainnya.

Berdasarkan sebuah penelitian yang diterbitkan di International Journal of Cosmetic Science tahun 2014, jojoba oil bertindak sebagai humektan, yang berarti dapat menarik air ke lapisan atas kulit, sehingga membantu menjaga kulit Anda tetap terhidrasi dan lembap.

Jojoba oil dapat membantu memberikan kelembapan tanpa membuat pori-pori tersumbat (non-comedogenic), sehingga tidak menyebabkan timbulnya jerawat – kecuali jika kulit Anda tidak cocok dengan face oil ini.

Konsistensi minyak jojoba disebut sangat mirip dengan minyak alami di kulit manusia, yang disebut sebum. Seperti yang diketahui, sebum memainkan peranan penting dalam mendukung kesehatan kulit secara keseluruhan dengan menjaga kelembapan, dan melindungi kulit dari infeksi – selama diproduksi dalam jumlah yang normal.


Apakah jojoba oil efektif untuk mengatasi masalah jerawat?


Jojoba oil diketahui dapat membantu mengatasi masalah jerawat, termasuk berperan dalam penyembuhan luka yang disebabkan oleh jerawat. Menurut Marisa Garshick, dokter kulit bersertifikasi di New York City, konsistensi jojoba oil yang sangat mirip dengan sebum alami di kulit, membuatnya dapat membantu mengatasi masalah jerawat ringan hingga sedang dengan cara menormalkan produksi sebum di kulit Anda.

Selain itu, formulasinya yang tidak membuat kulit terasa greasy, tidak menyumbat pori-pori (non-comedogenic), dan sifat anti inflamasinya juga dapat membantu mengatasi jerawat.

Berdasarkan sebuah ulasan yang diterbitkan di International Journal of Molecular Sciences tahun 2018, jojoba oil memiliki sifat anti inflamasi dan antibakteri alami yang baik, itu berarti dapat membantu mengobati infeksi kulit dan jerawat. Penelitian ini juga menunjukan bahwa kandungan ester lilin (wax esters) yang tinggi dalam jojoba oil juga berperan dalam mengatasi masalah jerawat. Bahkan, menggunakan jojoba oil pada kulit dipercaya dapat membantu menjaga skin barrier agar tetap sehat.

Sebuah studi lain tahun 2011 yang diterbitkan dalam Journal of Ethnopharmacology, kandungan ester lilin tinggi yang ditemukan dalam jojoba oil dapat membantu mengobati luka yang disebabkan oleh jerawat atau lesi jerawat yang signifikan.


Bagaimana cara menggunakan jojoba oil untuk jerawat?


Anda dapat menggunakan jojoba oil sebagai bagian dari produk perawatan kulit yang diformulasikan seperti pembersih, pelembap, dan serum, atau dapat digunakan dalam bentuk murni. Jika Anda memilih untuk menggunakan minyak jojoba murni, Marisa Garshick merekomendasikan untuk menggunakan unrefined jojoba oil atau cold-pressed jojoba oil, yang dapat diaplikasikan langsung ke kulit tanpa perlu diencerkan.

Anda dapat menggunakan jojoba oil sebagai masker dengan cara mencampurkan minyak jojoba ke dalam clay mask dengan perbandingan yang sama. Setelah Anda mendapatkan konsistensi seperti pasta, oleskan ke wajah dan diamkan selama beberapa menit, lalu bilas wajah hingga bersih. Gunakan dua hingga tiga kali dalam seminggu untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Anda juga bisa mencampurkan minyak jojoba dan aloe vera gel dengan perbandingan yang sama untuk digunakan sebagai pelembap. Menurut studi tahun 2008 dalam Journal of Cosmetic Dermatology, sebagai pelembap, jojoba oil mampu mempertahankan kelembapan kulit setidaknya selama 24 jam sekaligus mampu mengatasi masalah jerawat ringan.


Risiko menggunakan jojoba oil untuk jerawat


Saat ini masih sangat minim penelitian tentang efek samping minyak jojoba, tetapi umumnya minyak jojoba dianggap aman untuk digunakan sebagai pengobatan topikal. Namun sebaiknya, sebelum menggunakan minyak jojoba, Anda harus melakukan patch test terlebih dahulu pada kulit Anda untuk meminimalisir reaksi alergi atau iritasi. Hindari menggunakan minyak jojoba secara oral karena mungkin dapat beracun.

Selamat mencoba!

(Foto Courtesy of Freepik.com )